Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Apabila gagal melunasi kewajiban sebagai penerima insentif impor, Neta harus membayarkan denda ke pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Selain Indonesia, Thailand juga punya satu regulasi relaksasi pajak impor untuk mempermudah manufaktur ketika berinvestasi di sana.
Di Thailand, perusahaan mobil listrik yang impor nantinya wajib memproduksi lokal dua EV (Electric Vehicle) per satu unit CBU (Completely Built Up) pada 2026.
Apabila target produksi itu tidak dapat dipenuhi, maka untuk setiap satu mobil yang diimpor pabrikan harus diproduksi di dalam negeri sebanyak tiga unit di 2027.
Baru-baru ini diketahui bahwa kementerian di Thailand mulai sorot merek Neta yang tengah menghadapi berbagai tantangan di pasar global maupun negara asalnya.
Penjualan Neta di Thailand memang kurang baik, bahkan anjlok ke pada Februari 2025.
Media setempat melaporkan Neta berpotensi harus membayar denda impor senilai 2 miliar baht (Rp 999,3 miliar).
Padahal sebelumnya merek ini mencatatkan hasil memuaskan. Jelang akhir 2022 Neta membukukan 18.000 unit penjualan domestik.
“Masalah ini perlu dipertimbangkan oleh tim eksekutif Neta yang baru. Karena perkembangan dan jumlah uangnya cukup besar,” kata seorang pembicara internal Neta seperti dikutip dari Bangkok Post, Selasa (24/05).
Lebih lanjut dijelaskan dalam aturan program subsidi tersebut mobil listrik menerima insentif 100.000 baht per unit. Angka ini setara Rp 50 jutaan jika dikonversi ke kurs rupiah.
Sementara pengurangan pajak buat model yang diimpor tembus 40 persen untuk periode 2024-2025.
Di tengah memanasnya isu kebangkrutan Neta, perwakilan Hozon Auto di Thailand meyakinkan konsumen bahwa penjualan dan produksi masih akan tetap berlangsung seperti biasa di sana.
Sekadar informasi, di Indonesia Neta juga mencatatkan hasil yang kurang baik. Isu kebangkrutan juga menguat di sini setelah diler pertama mereka di Kelapa Gading tutup permanen.
Pihak Neta Indonesia menegaskan penutupan diler tidak akan berdampak pada konsumen. Mereka mengklaim bakal terus menawarkan opsi kendaraan listrik buat konsumen Tanah Air.
“Keputusan bisnis ini tidak mempengaruhi komitmen Neta Auto Indonesia dalam mendukung pertumbuhan industri kendaraan elektrifikasi di Tanah Air,” tegas Frietz Frederick, Brand PR and Digital Senior Manager Neta Auto Indonesia kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Terkini
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan