Xpeng Luncurkan X9 Facelift dan G6 AWD, Bertambah Fitur Kekinian
28 Juni 2026, 07:15 WIB
Perlu ada infrastruktur pengolahan limbah baterai EV seiring akselerasi target adopsi kendaraan listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Tahun lalu, pemerintah Indonesia disebut telah menetapkan target yang ambisius terkait populasi kendaraan listrik di dalam negeri.
Melalui Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), targetnya adalah dua juta unit mobil listrik ditambah 13 juta unit motor listrik mengaspal per 2030. Totalnya adalah 15 juta kendaraan ramah lingkungan berbasis baterai.
Namun selain percepatan adopsi mobil dan motor listrik, pemerintah masih perlu memperhatikan satu hal lagi yakni bagaimana penanganan limbah baterai. Sebab infrastrukturnya belum tersedia.
“Kita sadar, dalam tiga sampai empat tahun mungkin akan banyak baterai bekas dari EV. Kita ingin daur ulang baterai,” kata Ary Sudjianto, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH di JAMA Oil Lube Seminar, Senin (10/03).
Dia menegaskan dengan target tinggi jumlah kendaraan listrik di 2030, maka limbah baterai akan semakin banyak pula. Sehingga pemerintah perlu segera memikirkan battery waste management.
Menurut Ary, saat ini untuk pengolahan baterai konvensional sudah ada infrastruktur yang melibatkan sejumlah industri di dalamnya.
Sayangnya hal serupa belum tersedia buat baterai kendaraan listrik. Padahal menjadi masalah krusial seiring bertambahnya populasi EV (Electric Vehicle) di dalam negeri.
“Kita akan diskusikan kebijakannya, bicara bagaimana kita menangani baterai EV. Ini lebih besar dari waste baterai konvensional,” tegas Ary.
Sebagai informasi, tahun lalu diungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan dana USD 455 juta guna mensubsidi penjualan motor listrik yang mencakup 800 unit baru dan 200 unit konversi dari mesin konvensional.
Sedangkan buat mobil insentif pajak 10 persen kembali diterapkan. Tambahan lain berlaku untuk kendaraan hybrid tetapi dengan diskon tarif lebih kecil yakni tiga persen.
Lalu pengembangan stasiun pengisian daya termasuk di rumah para pemilik, lewat harga khusus peningkatan sistem kelistrikan serta potongan tarif pengisian daya semalaman.
Di samping elektrifikasi, pemerintah turut mengalokasikan 11,8 juta ton biodiesel bersamaan peluncuran campuran 35 persen minyak sawit untuk biodiesel alias B35.
“Program ini dapat mengurangi emisi GRK sekitar 34,9 juta ton CO2,” kata Dadan Kusdiana, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM dalam kesempatan berbeda.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
18 Juni 2026, 17:29 WIB
Terkini
28 Juni 2026, 21:00 WIB
Xpeng X9 Facelift dan varian baru G6 AWD kini resmi dipasarkan ke konsumen, ada pembaruan eksterior dan fitur
28 Juni 2026, 20:09 WIB
Dalam balapan yang penuh drama, Ai Ogura memantapkan dirinya menjadi pemenang dalam MotoGP Belanda 2026
28 Juni 2026, 11:00 WIB
Honda Beat hadir untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang enerjik dan aktif serta dinamis dalam kesehariannya
28 Juni 2026, 09:00 WIB
Kondisi ekonomi dan fluktuasi kurs saat ini belum memberikan dampak negatif pada penjualan BMW di Indonesia
28 Juni 2026, 07:15 WIB
X9 Facelitft dan G6 AWD menjadi andalan baru bagi Xpeng untuk menggoda para konsumen berkantong tebal
27 Juni 2026, 21:00 WIB
AHM meminta konsumen tidak perlu ragu dengan kualitas new Honda Vario Evo 160 yang diluncurkan di Indonesia
27 Juni 2026, 20:34 WIB
Sprint Race MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen berlangsung sengit, dua rider Trackhouse Aprilia naik podium
27 Juni 2026, 18:15 WIB
Mobil mewah diyakini mengalami tantangan khususnya dari segi harga jual di tengah ketidakpastian kurs