Diminati, BAIC T1 Akan Diproduksi di Purwakarta Akhir Tahun
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Perlu ada infrastruktur pengolahan limbah baterai EV seiring akselerasi target adopsi kendaraan listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Tahun lalu, pemerintah Indonesia disebut telah menetapkan target yang ambisius terkait populasi kendaraan listrik di dalam negeri.
Melalui Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), targetnya adalah dua juta unit mobil listrik ditambah 13 juta unit motor listrik mengaspal per 2030. Totalnya adalah 15 juta kendaraan ramah lingkungan berbasis baterai.
Namun selain percepatan adopsi mobil dan motor listrik, pemerintah masih perlu memperhatikan satu hal lagi yakni bagaimana penanganan limbah baterai. Sebab infrastrukturnya belum tersedia.
“Kita sadar, dalam tiga sampai empat tahun mungkin akan banyak baterai bekas dari EV. Kita ingin daur ulang baterai,” kata Ary Sudjianto, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH di JAMA Oil Lube Seminar, Senin (10/03).
Dia menegaskan dengan target tinggi jumlah kendaraan listrik di 2030, maka limbah baterai akan semakin banyak pula. Sehingga pemerintah perlu segera memikirkan battery waste management.
Menurut Ary, saat ini untuk pengolahan baterai konvensional sudah ada infrastruktur yang melibatkan sejumlah industri di dalamnya.
Sayangnya hal serupa belum tersedia buat baterai kendaraan listrik. Padahal menjadi masalah krusial seiring bertambahnya populasi EV (Electric Vehicle) di dalam negeri.
“Kita akan diskusikan kebijakannya, bicara bagaimana kita menangani baterai EV. Ini lebih besar dari waste baterai konvensional,” tegas Ary.
Sebagai informasi, tahun lalu diungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan dana USD 455 juta guna mensubsidi penjualan motor listrik yang mencakup 800 unit baru dan 200 unit konversi dari mesin konvensional.
Sedangkan buat mobil insentif pajak 10 persen kembali diterapkan. Tambahan lain berlaku untuk kendaraan hybrid tetapi dengan diskon tarif lebih kecil yakni tiga persen.
Lalu pengembangan stasiun pengisian daya termasuk di rumah para pemilik, lewat harga khusus peningkatan sistem kelistrikan serta potongan tarif pengisian daya semalaman.
Di samping elektrifikasi, pemerintah turut mengalokasikan 11,8 juta ton biodiesel bersamaan peluncuran campuran 35 persen minyak sawit untuk biodiesel alias B35.
“Program ini dapat mengurangi emisi GRK sekitar 34,9 juta ton CO2,” kata Dadan Kusdiana, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM dalam kesempatan berbeda.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Terkini
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Menurut rencana mobil listrik BAIC T1 akan diproduksi di Purwakarta dengan memanfaatkan fasilitas Handal
19 Agustus 2026, 06:00 WIB
Seperti biasa, fasilitas SIM keliling Jakarta tersedia di lima lokasi berbeda hari ini 19 Agustus 2026
19 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurai kemacetan jalan Ibu Kota
19 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara
18 Agustus 2026, 22:30 WIB
Federal Oil sebagai produsen pelumas kendaraan bermotor kembali dipercaya untuk kategori 2-Wheel Engine Lubricants
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
BMW Astra Art of Joy berkolaborasi dengan Teh Villa Gallery pamerkan karya lukis di diler Cilandak dan Serpong
18 Agustus 2026, 18:06 WIB
Amplifier Crescendo Revolution 7A4 cocok untuk berbagai jenis speaker, menyuguhkan audio premium di kabin
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
BYD berada di puncak daftar merek mobil Cina terlaris secara retail sepanjang Juli 2026, Jaecoo kedua