Ganjil Genap Puncak Pertama di Bulan Ramadan 2026
20 Februari 2026, 14:00 WIB
Kemacetan di Puncak Bogor menurun setelah adanya larangan angkot untuk beroperasi selama arus balik Lebaran
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat sempat membuat keputusan yang dinilai berani yaitu melarang angkutan kota (angkot) untuk beroperasi di kawasan Puncak Bogor selama arus balik Lebaran 2025. Langkah tersebut ternyata berhasil memberi dampak positif pada kelancaran lalu lintas.
Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat mengungkap bahwa kepadatan lalu lintas berkurang. Bahkan kemacetan di Pasar Cipanas yang biasanya cukup parah bisa menurun.
"Gubernur Jawa Barat mengeluarkan kebijakan agar angkot di kawasan Cipanas tidak beroperasi selama masa libur Lebaran 2025 dan kepadatan menurun" ungkap AKBP Rohman Yongky Dilatha, Kapolres Cianjur dilansir Antara (04/04).
Ia pun menegaskan telah melaporkan situasi tersebut langsung kepada Gubernur.
"Kendati demikian, kami tetap menyiagakan petugas di titik rawan macet, termasuk di depan Pasar Cipanas," kata Kapolres kemudian.
Perlu diketahui bahwa angkot di kawasan Puncak - Cipanas diliburkan selama sepekan tepatnya mulai 1 hingga 7 April 2025. Untuk itu, sedikitnya 561 sopir diberikan uang Rp 1 juta dan paket sembako dengan total Rp 1,5 juta.
Kebijakan itu diambil untuk mencegah terjadinya antrean panjang kendaraan yang menyebabkan macet total di jalur Puncak karena angkot parkir dan berhenti sembarangan.
Ketika ada angkot yang tetap beroperasi atau berhenti di depan Pasar Cipanas, Dinas Perhubungan akan memberi sanksi hingga menyita sementara angkot. Unit baru bisa dikembalikan setelah 7 April 2025.
Meski dinilai lebih lancar, sejumlah rekayasa tetap dilakukan di kawasan tersebut. Mulai dari sistem one way ke atas maupun ke bawah hingga ganjil genap Puncak yang selama ini menjadi andalan kepolisian dalam mencairkan kepadatan lalu lintas.
Hal ini dilakukan karena jumlah kendaraan yang melintas di jalur Puncak masih tetap tinggi hingga melampaui kapasitas jalan. Oleh sebab itu masyarakat tetap diminta untuk mempersiapkan rute dan jadwal dengan matang.
Kebijakan tersebut bertujuan mencegah terjebak dalam antrean yang mungkin terjadi sewaktu-waktu sehingga membuat liburan kurang menyenangkan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Februari 2026, 14:00 WIB
30 Januari 2026, 14:00 WIB
23 Januari 2026, 14:00 WIB
16 Januari 2026, 14:00 WIB
09 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku