Isuzu Berikan Nilai Tambah Bagi Para Pelanggan Setianya
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
Menurut Sony sopir truk penyebab kecelakaan di Tol Cipularang KM 92 kurang berkompeten untuk berkendara
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kecelakaan beruntun melibatkan belasan mobil terjadi di Tol Cipularang KM 92. Insiden tersebut bermula dari sebuah truk yang meluncur dengan kencang.
Hal ini membuat sejumlah pihak memberi perhatian. Terutama untuk sopir truk yang gagal mengendalikan kendaraannya.
“Pengemudi tidak kompeten, kurang mengerti aturan lalu lintas,” ujar Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) kepada KatadataOTO, Senin (11/11).
Sony menjelaskan bahwa sang sopir tidak mempunyai standar operasional, terutama ketika dalam keadaan darurat.
Sehingga kecelakaan beruntun tidak bisa dihindarkan. Mengakibatkan belasan kendaraan ringsek saling bertindih.
Tercatat 27 orang disebut mengalami luka berat maupun ringan. Lalu satu meninggal dunia dalam insiden di jalan bebas hambatan tersebut.
“Dia tidak memiliki standar operasional dalam mengatasi masalah, hanya berdasarkan kebiasaan saja,” Sony menambahkan.
Lebih jauh dia menuturkan bahwa tidak semua orang bisa menyetir truk bermuatan besar dengan baik serta benar di jalan raya.
Perlu keterampilan khusus agar tetap aman. Sehingga tidak merugikan banyak pihak, terutama para pengguna jalan.
“Tergantung jam terbang, keterampilan operasional serta kemampuan mengelola emosi,” tegas dia.
Sebagai informasi dalam video yang diterima KatadataOTO, memperlihatkan sebuah truk melaju di lajur paling kanan. Ia berjalan dari Bandung menuju Jakarta.
Kemudian jalan terlihat basah serta masih diguyur hujan. Tak berselang lama terdapat antrean kendaraan yang berhenti karena jalan macet.
Namun seketika truk bermuatan kardus tersebut menabrak semua mobil berada di depannya. Membuat kondisi di lokasi cukup kacau.
Di sisi lain Sony menduga kecelakaan di Tol Cipularang KM 92 tersebut disebabkan karena ada masalah pada bagian pengereman truk.
“Berdasarkan video (yang beredar) ada kemungkinan rem bermasalah. Bisa blong atau Paver Lock,” ungkap Sony.
Menurut Sony kondisi tersebut cukup bahaya. Sebab sopir hanya punya waktu kurang dari lima detik buat menghentikan kendaraan.
Apalagi truk itu membawa muatan cukup berat. Sehingga akan sangat sulit mengendalikan lajunya.
Lalu dia menjelaskan bahwa kondisi medan di Tol Cipularang KM 92 juga menjadi salah satu faktor membuat kecelakaan.
Hal itu karena kontur jalan yang menurun di sana. Jadi kendaraan-kendaraan berat sulit untuk berhenti.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
05 Agustus 2026, 20:00 WIB
11 Juli 2026, 07:00 WIB
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat