Masa Depan Truk Listrik di RI, Masih Jauh dari Realisasi
16 April 2026, 09:00 WIB
Menurut Sony sopir truk penyebab kecelakaan di Tol Cipularang KM 92 kurang berkompeten untuk berkendara
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kecelakaan beruntun melibatkan belasan mobil terjadi di Tol Cipularang KM 92. Insiden tersebut bermula dari sebuah truk yang meluncur dengan kencang.
Hal ini membuat sejumlah pihak memberi perhatian. Terutama untuk sopir truk yang gagal mengendalikan kendaraannya.
“Pengemudi tidak kompeten, kurang mengerti aturan lalu lintas,” ujar Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) kepada KatadataOTO, Senin (11/11).
Sony menjelaskan bahwa sang sopir tidak mempunyai standar operasional, terutama ketika dalam keadaan darurat.
Sehingga kecelakaan beruntun tidak bisa dihindarkan. Mengakibatkan belasan kendaraan ringsek saling bertindih.
Tercatat 27 orang disebut mengalami luka berat maupun ringan. Lalu satu meninggal dunia dalam insiden di jalan bebas hambatan tersebut.
“Dia tidak memiliki standar operasional dalam mengatasi masalah, hanya berdasarkan kebiasaan saja,” Sony menambahkan.
Lebih jauh dia menuturkan bahwa tidak semua orang bisa menyetir truk bermuatan besar dengan baik serta benar di jalan raya.
Perlu keterampilan khusus agar tetap aman. Sehingga tidak merugikan banyak pihak, terutama para pengguna jalan.
“Tergantung jam terbang, keterampilan operasional serta kemampuan mengelola emosi,” tegas dia.
Sebagai informasi dalam video yang diterima KatadataOTO, memperlihatkan sebuah truk melaju di lajur paling kanan. Ia berjalan dari Bandung menuju Jakarta.
Kemudian jalan terlihat basah serta masih diguyur hujan. Tak berselang lama terdapat antrean kendaraan yang berhenti karena jalan macet.
Namun seketika truk bermuatan kardus tersebut menabrak semua mobil berada di depannya. Membuat kondisi di lokasi cukup kacau.
Di sisi lain Sony menduga kecelakaan di Tol Cipularang KM 92 tersebut disebabkan karena ada masalah pada bagian pengereman truk.
“Berdasarkan video (yang beredar) ada kemungkinan rem bermasalah. Bisa blong atau Paver Lock,” ungkap Sony.
Menurut Sony kondisi tersebut cukup bahaya. Sebab sopir hanya punya waktu kurang dari lima detik buat menghentikan kendaraan.
Apalagi truk itu membawa muatan cukup berat. Sehingga akan sangat sulit mengendalikan lajunya.
Lalu dia menjelaskan bahwa kondisi medan di Tol Cipularang KM 92 juga menjadi salah satu faktor membuat kecelakaan.
Hal itu karena kontur jalan yang menurun di sana. Jadi kendaraan-kendaraan berat sulit untuk berhenti.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
12 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 13:33 WIB
10 April 2026, 08:40 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia