Biang Kerok Penjualan Mobil Listrik Tesla Keok dari BYD di 2025
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Kebijakan dari pemerintah seperti insentif jadi perhatian utama pabrik otomotif China sebelum investasi di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Banyak pabrik China mulai masuk dan berinvestasi di Indonesia karena melihat peluang pasar yang besar. Salah satu hal jadi pertimbangan untuk pabrikan adalah kebijakan pemerintah.
Saat ini regulasi berlaku berupa relaksasi pajak untuk mobil listrik murni alias BEV (Battery Electric Vehicle). Sedangkan kendaraan ramah lingkungan lain seperti hybrid dan Plug-In Hybrid belum mendapatkan keringanan.
Kelanjutan insentif mobil listrik juga jadi pertanyaan mengingat pergantian pemerintahan terjadi tidak lama lagi. Manufaktur asal China banyak menanamkan modal, sehingga mereka berharap subsidi masih tetap dilanjutkan guna mendukung elektrifikasi.
Seperti disampaikan oleh pihak BYD (Build Your Dreams). Raksasa otomotif dari Tiongkok itu sekarang memasarkan empat model yakni Dolphin, Atto 3, Seal dan M6.
Hanya saja masih berstatus CBU (Completely Built Up/impor utuh) dan memanfaatkan subsidi karena telah berkomitmen bakal membangun pabrik.
Ketika ditanya tanggapan terkait peluang insentif mobil listrik dihentikan di pemerintahan baru, perwakilan BYD berharap hal itu tidak terjadi.
“Salah satu yang saya lihat, kunci keberhasilan negara adalah konsistensi kebijakan,” kata Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Bekasi, Jawa Barat belum lama ini.
Apalagi jika melihat adopsi kendaraan listrik yang dinilai membaik selama ini. Ia mendukung jika pemberian insentif mobil listrik tetap berlanjut.
“Keinginan kami adalah terus konsolidasi untuk pengembangan kebijakan lebih baik,” tegas dia.
Di lain sisi, PT CSI (Chery Sales Indonesia) juga berniat untuk terus mendukung transisi penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Mereka berencana memperkenalkan mobil hybrid namun masih menunggu kebijakan pemerintah.
“Kita ada rencana coba bawa (Tiggo 8 PHEV) setir kanan di 2024, tetapi juga tergantung Policy dari pemerintah,” kata Zeng Shuo, Assistant President Director PT CSI di Jakarta Selatan, Selasa (8/10).
Model dipilih adalah SUV (Sport Utility Vehicle) karena melihat kebutuhan masyarakat saat ini yang dinilai membutuhkan kendaraan fungsional dengan kapasitas besar dan cocok untuk penggunaan keluarga.
Wacana pemberian insentif untuk mobil hybrid sejauh ini memang tidak dilanjutkan karena pemerintah fokus pada BEV. Namun masih banyak pabrikan menunggu insentif buat mobil hybrid karena berpeluang menarik konsumen beralih dari kendaraan konvensional.
Ditambah lagi mobil hybrid terbilang serupa mobil mesin bensin. Karena pemilik tidak perlu melakukan Charging, tetapi cukup mengisi bahan bakar bensin.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 20:00 WIB
07 Januari 2026, 19:17 WIB
07 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
09 Januari 2026, 10:00 WIB
Berdasarkan data AISI, wholesales motor baru pada Desember 2025 mencatatkan hasil sebanyak 461.925 unit
09 Januari 2026, 09:00 WIB
Banyak risiko yang akan dialami oleh oknum yang melakukan aksi drift di Pondok Indah, Jakarta Selatan
09 Januari 2026, 08:00 WIB
Distribusi Honda Brio RS MT ke diler terpaut jauh dari varian CVT, sementara WR-V tidak lagi disuplai
09 Januari 2026, 07:00 WIB
Harga SUV murah per Januari 2026 masih cenderung stabil, hanya dua merek melakukan penyesuaian harga
09 Januari 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta diterapkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di Ibu Kota
09 Januari 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, layanan SIM keliling Jakarta masih tersedia seperti biasa di lima lokasi berbeda
09 Januari 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan SIM keliling Bandung terus hadir untuk memudahkan para pengendara di kota Kembang
08 Januari 2026, 19:07 WIB
Shammie terus berjuang keras hingga SS4 untuk bisa membawa hasil positif pada ajang Rally Dakar 2026