Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Insentif yang sempat diterapkan di 2021 buat LCGC dinilai bisa bantu dorong penjualan mobil nasional
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan di sektor otomotif untuk membantu mendorong penjualan sekaligus mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan. Ada insentif mobil listrik sampai hybrid.
Meski begitu tidak dapat dipungkiri, kendaraan ramah lingkungan khususnya BEV (Battery Electric Vehicle) masih dibanderol dengan harga yang relatif tinggi.
Padahal, daya beli masyarakat Indonesia mayoritas ada di jangkauan angka Rp 200 jutaan. Salah satu jenis kendaraan dengan banderol tersebut adalah LCGC (Low Cost Green Car).
Diminati konsumen termasuk pembeli pertama, LCGC juga sempat menjadi pendongkrak penjualan saat industri otomotif lesu akibat pandemi di 2020. Saat itu, pemerintah memberikan insentif berupa PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) nol persen.
Persentase PPnBM-nya naik seiring berjalannya waktu. Melihat kondisi otomotif terkini, pengamat menilai nampaknya program PPnBM nol persen khusus LCGC bisa diterapkan kembali.
“Melihat dari sisi kondisinya, insentif memang sangat diperlukan, PPnBM LCGC,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank menanggapi pertanyaan KatadataOTO di sela IIMS 2025, Selasa (18/2).
Apalagi jika berkaca dari angka wholesales kendaraan roda empat sepanjang 2024, berada di bawah angka 900 ribu, meleset dari target awal satu juta unit.
“Kalau kita lihat dari sisi penjualan, di sisi ritel itu sudah mulai di bawah satu juta (unit) sejak 2023,” kata Josua.
Sementara harga mobil masih terus merangkak naik ditambah adanya kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) menjadi 12 persen. Kemudian opsen pajak diberlakukan di sejumlah daerah, tidak termasuk Jakarta.
Kabar baiknya, Josua menjelaskan banyak pemerintah daerah memberikan keringanan sehingga angka PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) justru jadi lebih rendah.
Di samping itu, keberadaan insentif pendukung di segmen kendaraan yang sesuai kemampuan beli masyarakat dapat berkontribusi membantu menaikkan penjualan mobil nasional tahun ini.
“Saya pikir ini akan sangat signifikan untuk bisa men-drive ataupun mendorong penjualan otomotif,” tegas dia.
Sebagai informasi, ada beberapa model LCGC yang dipasarkan di dalam negeri. Misalnya Honda Brio Satya, Toyota Agya, Calya, Daihatsu Ayla dan Sigra.
Keempatnya kerap menjadi pilihan pembeli mobil pertama karena banderolnya lebih terjangkau. Meskipun saat awal kenaikan PPN berlaku, harga salah satu modelnya tembus Rp 200 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
29 Juli 2026, 22:23 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat