Geely Berhasil Dapat Respon Positif di Awal 2026
28 Maret 2026, 13:00 WIB
Insentif yang sempat diterapkan di 2021 buat LCGC dinilai bisa bantu dorong penjualan mobil nasional
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan di sektor otomotif untuk membantu mendorong penjualan sekaligus mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan. Ada insentif mobil listrik sampai hybrid.
Meski begitu tidak dapat dipungkiri, kendaraan ramah lingkungan khususnya BEV (Battery Electric Vehicle) masih dibanderol dengan harga yang relatif tinggi.
Padahal, daya beli masyarakat Indonesia mayoritas ada di jangkauan angka Rp 200 jutaan. Salah satu jenis kendaraan dengan banderol tersebut adalah LCGC (Low Cost Green Car).
Diminati konsumen termasuk pembeli pertama, LCGC juga sempat menjadi pendongkrak penjualan saat industri otomotif lesu akibat pandemi di 2020. Saat itu, pemerintah memberikan insentif berupa PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) nol persen.
Persentase PPnBM-nya naik seiring berjalannya waktu. Melihat kondisi otomotif terkini, pengamat menilai nampaknya program PPnBM nol persen khusus LCGC bisa diterapkan kembali.
“Melihat dari sisi kondisinya, insentif memang sangat diperlukan, PPnBM LCGC,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank menanggapi pertanyaan KatadataOTO di sela IIMS 2025, Selasa (18/2).
Apalagi jika berkaca dari angka wholesales kendaraan roda empat sepanjang 2024, berada di bawah angka 900 ribu, meleset dari target awal satu juta unit.
“Kalau kita lihat dari sisi penjualan, di sisi ritel itu sudah mulai di bawah satu juta (unit) sejak 2023,” kata Josua.
Sementara harga mobil masih terus merangkak naik ditambah adanya kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) menjadi 12 persen. Kemudian opsen pajak diberlakukan di sejumlah daerah, tidak termasuk Jakarta.
Kabar baiknya, Josua menjelaskan banyak pemerintah daerah memberikan keringanan sehingga angka PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) justru jadi lebih rendah.
Di samping itu, keberadaan insentif pendukung di segmen kendaraan yang sesuai kemampuan beli masyarakat dapat berkontribusi membantu menaikkan penjualan mobil nasional tahun ini.
“Saya pikir ini akan sangat signifikan untuk bisa men-drive ataupun mendorong penjualan otomotif,” tegas dia.
Sebagai informasi, ada beberapa model LCGC yang dipasarkan di dalam negeri. Misalnya Honda Brio Satya, Toyota Agya, Calya, Daihatsu Ayla dan Sigra.
Keempatnya kerap menjadi pilihan pembeli mobil pertama karena banderolnya lebih terjangkau. Meskipun saat awal kenaikan PPN berlaku, harga salah satu modelnya tembus Rp 200 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Maret 2026, 13:00 WIB
28 Maret 2026, 11:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
25 Maret 2026, 11:00 WIB
19 Maret 2026, 09:00 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini