Trac Siapkan Promo Sewa Mobil buat Mudik Lebaran, Ada Diskon
13 Februari 2026, 15:08 WIB
Terdapat berbagai faktor yang membuat wholesales LCGC di Indonesia tak bergairah, salah satunya PHK massal
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil baru di Indonesia benar-benar sangat lesu. Hal itu terjadi sejak Januari sampai Juni 2025.
Salah satu segmen terdampak adalah mobil Low Cost Green Car (LCGC) yang ada di Tanah Air.
Kondisi ini menjadi sorotan banyak pihak. Salah satunya adalah Astra Daihatsu Motor (ADM).
Menurut manufaktur asal Jepang ini, terdapat sejumlah faktor yang membuat wholesales (pengiriman dari pabrik ke diler) LCGC tak bergairah.
"Penurunan LCGC lebih dipengaruhi daya beli di Indonesia yang belum membaik," ungkap Sri Agung, Marketing Director dan Corporate Communication Director ADM di GIIAS 2025.
Kemudian menurut Agung, non-performing loan (NPL) atau kredit macet turut menjadi biang kerok.
"Sehingga syarat pembelian untuk Down Paymennt (DP) tidak seperti dahulu lagi," lanjut dia.
Lebih jauh Agung menuturkan kalau mobil LCGC sering membidik pembeli kendaraan pertama atau first car buyer.
Di mana sebagian besar aktivitas pembeliannya menggunakan skema kredit atau mencicil dengan periode tertentu.
"Akhir-akhir ini sedang banyak lay off, rata-rata pembeli kita itu balance yang berprofesi di sektor formal dan non-formal," Agung menambahkan.
Dengan melemahnya daya beli dan marak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal, maka tidak heran jika wholesales LCGC merosot.
Meski begitu Agung tetap percaya diri kondisi pasar LCGC bisa kembali pulih dalam waktu dekat.
Mengingat kendaraan roda empat jenis ini diklaim hampir merata di setiap daerah. Para konsumen mencari produk dengan harga terjangkau.
"Daihatsu fokus pada first car buyer, karena kita komit peningkatan motorisasi. Bukan Second buyer yang additional atau replacement," tegas Agung.
Sebagai informasi, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Juni 2025, distribusi mobil LCGC dari pabrik ke diler hanya menyentuh 8.308 unit.
Bila ditelisik lebih dalam, angka di atas mengalami penurunan sekitar 10,8 persen jika dibandingkan dengan Mei 2025.
Mengingat sepanjang bulan kelima 2025, wholesales mobil LCGC berhasil menorehkan angka 9.321 unit.
Wholesales LCGC di Juni menjadi yang paling rendah di 2025. Sebuah peringatan bagi semua pihak kalau industri otomotif sedang tidak baik-baik saja.
Sehingga para pemangku kebijakan atau pemerintah harus segera bergerak cepat menggairah industri kendaraan roda empat di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 15:08 WIB
13 Februari 2026, 13:04 WIB
13 Februari 2026, 12:00 WIB
13 Februari 2026, 07:00 WIB
12 Februari 2026, 20:00 WIB
Terkini
13 Februari 2026, 22:48 WIB
Mitsubishi Xforce edisi Anniversary meluncur di IIMS 2026 dengan penambahan fitur eksterior dan eksterior
13 Februari 2026, 21:34 WIB
BYD terus berinovasi untuk menempatkan diri mereka sebagai pemimpin dalam perkembangan teknologi dan otomotif
13 Februari 2026, 19:22 WIB
BYD Indonesia mampu memberi dampak langsung bagi kelangsungan industri dan ekosistem mobil listrik nasional
13 Februari 2026, 17:55 WIB
BYD menorehkan sejarah dalam pasar mobil listrik dunia, hal tersebut terlihat sepanjang periode 2025 lalu
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Keahlian BYD di bidang teknologi diterapkan pada lini kendaraan ramah lingkungan yang dijual di pasar global
13 Februari 2026, 17:54 WIB
Berbagai model BYD dihadirkan memenuhi kebutuhan konsumen, mobilitas area kota sampai perjalanan jarak jauh
13 Februari 2026, 17:15 WIB
Setelah terima banyak pemesanan dari Australia, Denza B5 siap dijual di Indonesia. Berikut salah satu daya tariknya yaitu off-road
13 Februari 2026, 16:47 WIB
BYD hadirkan berbagai lini produk lintas segmen untuk konsumen Indonesia dari hatchback, sedan sampai SUV