Daihatsu Tingkatkan Layanan, Resmikan Diler Baru di Jawa Timur
05 Oktober 2026, 21:00 WIB
Terdapat berbagai faktor yang membuat wholesales LCGC di Indonesia tak bergairah, salah satunya PHK massal
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil baru di Indonesia benar-benar sangat lesu. Hal itu terjadi sejak Januari sampai Juni 2025.
Salah satu segmen terdampak adalah mobil Low Cost Green Car (LCGC) yang ada di Tanah Air.
Kondisi ini menjadi sorotan banyak pihak. Salah satunya adalah Astra Daihatsu Motor (ADM).
Menurut manufaktur asal Jepang ini, terdapat sejumlah faktor yang membuat wholesales (pengiriman dari pabrik ke diler) LCGC tak bergairah.
"Penurunan LCGC lebih dipengaruhi daya beli di Indonesia yang belum membaik," ungkap Sri Agung, Marketing Director dan Corporate Communication Director ADM di GIIAS 2025.
Kemudian menurut Agung, non-performing loan (NPL) atau kredit macet turut menjadi biang kerok.
"Sehingga syarat pembelian untuk Down Paymennt (DP) tidak seperti dahulu lagi," lanjut dia.
Lebih jauh Agung menuturkan kalau mobil LCGC sering membidik pembeli kendaraan pertama atau first car buyer.
Di mana sebagian besar aktivitas pembeliannya menggunakan skema kredit atau mencicil dengan periode tertentu.
"Akhir-akhir ini sedang banyak lay off, rata-rata pembeli kita itu balance yang berprofesi di sektor formal dan non-formal," Agung menambahkan.
Dengan melemahnya daya beli dan marak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal, maka tidak heran jika wholesales LCGC merosot.
Meski begitu Agung tetap percaya diri kondisi pasar LCGC bisa kembali pulih dalam waktu dekat.
Mengingat kendaraan roda empat jenis ini diklaim hampir merata di setiap daerah. Para konsumen mencari produk dengan harga terjangkau.
"Daihatsu fokus pada first car buyer, karena kita komit peningkatan motorisasi. Bukan Second buyer yang additional atau replacement," tegas Agung.
Sebagai informasi, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Juni 2025, distribusi mobil LCGC dari pabrik ke diler hanya menyentuh 8.308 unit.
Bila ditelisik lebih dalam, angka di atas mengalami penurunan sekitar 10,8 persen jika dibandingkan dengan Mei 2025.
Mengingat sepanjang bulan kelima 2025, wholesales mobil LCGC berhasil menorehkan angka 9.321 unit.
Wholesales LCGC di Juni menjadi yang paling rendah di 2025. Sebuah peringatan bagi semua pihak kalau industri otomotif sedang tidak baik-baik saja.
Sehingga para pemangku kebijakan atau pemerintah harus segera bergerak cepat menggairah industri kendaraan roda empat di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Oktober 2026, 21:00 WIB
05 Oktober 2026, 20:43 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
30 September 2026, 20:53 WIB
23 September 2026, 19:00 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama