Tanpa Insentif, Pabrikan Cina Bakal Fokus Jualan Mobil Hybrid
23 Februari 2026, 09:00 WIB
Indonesia akan ekspor baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat sebagai dukungan dalam pengembangan kendaraan listrik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Indonesia akan ekspor baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat sebagai wujud komitmen mengembangan EV di dunia. Hal ini disampaikan Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian setelah bertemu Gina Raimondo Menteri Perdagangan AS.
Dalam pertemuan mereka yang dilangsungkan di sela-sela Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF), sejumlah kerjasama memang banyak disepakati. Sehingga diharapkan kesepakatan bisa menguntungkan kedua belah pihak.
“Indonesia siap untuk bekerja sama dalam pengembangan Electric Vehicle, khususnya sebagai pemasok baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat,” kata Airlangga.
Ia juga mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah cadangan nikel yang besar dapat menjadi mitra strategis berbagai negara termasuk AS. Pasalnya EV memang dianggap sebagai kendaraan masa depan.
Sementara itu Raimondo, mengatakan bahwa kerja sama pengembangan baterai kendaraan listrik dapat memberikan dampak besar bagi kedua negara. Terlebih untuk sektor penyediaan lapangan kerja.
“IPEF dapat menjadi pintu masuk investasi pelaku usaha Amerika ke Indonesia, khususnya di sektor critical mineral, semikonduktor, dan teknologi tinggi,” kata Raimondo.
Berdasarkan Data US Geological Survey, cadangan nikel Indonesia menempati peringkat pertama yakni mencapai 21 juta ton. Jumlah ini setara dengan 22 persen cadangan nikel global.
Tak hanya itu, produksi nikel di Tanah Air juga menempati peringkat pertama yaitu 1 juta ton, melebihi Filipina (370 ribu ton) dan Rusia (250 ribu ton). Sehingga peran negara dalam pengembangan pun tak bisa dianggap sepele.
Jumlah tersebut tentunya masih bisa ditingkatkan karena pemerintah telah menandatangani kerjasama dengan beberapa perusahaan pertambangan. Hanya saja pekerjaan sampai sekarang belum di lakukan.
Sementara salah satu produsen baterai listrik yang sudah berkomitmen membangun pabrik di Indonesia adalah LG. Mereka bahkan sudah memiliki target memulai produksi pada awal semester pertama 2024.
Berkat ini diharapkan para produsen kendaraan listrik yang masih mengimpor baterai bisa segera meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan demikian bukan tidak mungkin harga jualnya bisa lebih kompetitif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
19 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
27 Februari 2026, 12:00 WIB
Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas
27 Februari 2026, 11:00 WIB
Jaecoo siapkan 14 bengkel siaga saat arus mudik Lebaran 2026 yang bakal segera berlangsung di Tanah Air
27 Februari 2026, 09:00 WIB
SUV Ladder Frame seperti Mitsubishi Pajero Sport bisa diandalkan untuk menempuh berbagai medan menanatang
27 Februari 2026, 08:00 WIB
AHM bersedia memenuhi permintaan atau kebutuhan motor baru jika ada permintaan dari Agrinas Pangan Nusantara
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Ekspor mobil CBU di Indonesia pada 2025 mengoptimalkan kemampuan produksi di RI yakni 2,59 juta unit per tahun
27 Februari 2026, 06:00 WIB
Jelang akhir pekan, masyarakat tetap bisa mengakses fasilitas SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini
27 Februari 2026, 06:00 WIB
Lokasinya lebih terbatas di akhir pekan, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini 27 Februari
27 Februari 2026, 06:00 WIB
Pengawasan ganjil genap Jakarta dilakukan secara ketat menggunakan beragam fasilitas termasuk kamera ETLE