Rapor Penjualan Mobil Baru September 2026: Turun 2,6 Persen
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Indonesia akan ekspor baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat sebagai dukungan dalam pengembangan kendaraan listrik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Indonesia akan ekspor baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat sebagai wujud komitmen mengembangan EV di dunia. Hal ini disampaikan Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian setelah bertemu Gina Raimondo Menteri Perdagangan AS.
Dalam pertemuan mereka yang dilangsungkan di sela-sela Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF), sejumlah kerjasama memang banyak disepakati. Sehingga diharapkan kesepakatan bisa menguntungkan kedua belah pihak.
“Indonesia siap untuk bekerja sama dalam pengembangan Electric Vehicle, khususnya sebagai pemasok baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat,” kata Airlangga.
Ia juga mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah cadangan nikel yang besar dapat menjadi mitra strategis berbagai negara termasuk AS. Pasalnya EV memang dianggap sebagai kendaraan masa depan.
Sementara itu Raimondo, mengatakan bahwa kerja sama pengembangan baterai kendaraan listrik dapat memberikan dampak besar bagi kedua negara. Terlebih untuk sektor penyediaan lapangan kerja.
“IPEF dapat menjadi pintu masuk investasi pelaku usaha Amerika ke Indonesia, khususnya di sektor critical mineral, semikonduktor, dan teknologi tinggi,” kata Raimondo.
Berdasarkan Data US Geological Survey, cadangan nikel Indonesia menempati peringkat pertama yakni mencapai 21 juta ton. Jumlah ini setara dengan 22 persen cadangan nikel global.
Tak hanya itu, produksi nikel di Tanah Air juga menempati peringkat pertama yaitu 1 juta ton, melebihi Filipina (370 ribu ton) dan Rusia (250 ribu ton). Sehingga peran negara dalam pengembangan pun tak bisa dianggap sepele.
Jumlah tersebut tentunya masih bisa ditingkatkan karena pemerintah telah menandatangani kerjasama dengan beberapa perusahaan pertambangan. Hanya saja pekerjaan sampai sekarang belum di lakukan.
Sementara salah satu produsen baterai listrik yang sudah berkomitmen membangun pabrik di Indonesia adalah LG. Mereka bahkan sudah memiliki target memulai produksi pada awal semester pertama 2024.
Berkat ini diharapkan para produsen kendaraan listrik yang masih mengimpor baterai bisa segera meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan demikian bukan tidak mungkin harga jualnya bisa lebih kompetitif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
11 Oktober 2026, 14:57 WIB
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
Terkini
13 Oktober 2026, 20:46 WIB
Kei car listrik BYD Racco punya peluang besar dihadirkan ke pasar Indonesia, BYD mulai survey ke konsumen
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Toyota masih jadi merek mobil terlaris secara retail, BYD raih penjualan tertingginya di September 2026
13 Oktober 2026, 18:03 WIB
Mitsubishi Xforce varian mesin bensin diklaim nyaman untuk konsumen pertama yang ingin mencoba sebuah SUV
13 Oktober 2026, 17:05 WIB
Kasus patah as roda Chery Omoda 5 di Malaysia belum lama ini terus menuai sorotan banyak pihak di Indonesia
13 Oktober 2026, 15:40 WIB
Para pembalap MotoGP diwajibkan mengikuti kegiatan Hero Walk minimal 10 menit untuk bertemu dengan penggemar
13 Oktober 2026, 09:00 WIB
Ada beberapa opsi motor matic 150 cc bisa dipilih, mulai dengan harga murah hingga yang paling mahal
13 Oktober 2026, 07:00 WIB
Peraih Best Kustom Bike Show di Kustomfest 2026 menggunakan Honda CB150R dengan gaya Neo Boardtracker
12 Oktober 2026, 23:00 WIB
Pengguna Chery Omoda 5 diminta untuk mendatangi bengkel resmi untuk melakukan pemeriksaan pada as roda