Kelanjutan Kasus BYD Seal Akbar Faizal, Berakhir Damai
14 April 2026, 16:40 WIB
Indonesia akan ekspor baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat sebagai dukungan dalam pengembangan kendaraan listrik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Indonesia akan ekspor baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat sebagai wujud komitmen mengembangan EV di dunia. Hal ini disampaikan Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian setelah bertemu Gina Raimondo Menteri Perdagangan AS.
Dalam pertemuan mereka yang dilangsungkan di sela-sela Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF), sejumlah kerjasama memang banyak disepakati. Sehingga diharapkan kesepakatan bisa menguntungkan kedua belah pihak.
“Indonesia siap untuk bekerja sama dalam pengembangan Electric Vehicle, khususnya sebagai pemasok baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat,” kata Airlangga.
Ia juga mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah cadangan nikel yang besar dapat menjadi mitra strategis berbagai negara termasuk AS. Pasalnya EV memang dianggap sebagai kendaraan masa depan.
Sementara itu Raimondo, mengatakan bahwa kerja sama pengembangan baterai kendaraan listrik dapat memberikan dampak besar bagi kedua negara. Terlebih untuk sektor penyediaan lapangan kerja.
“IPEF dapat menjadi pintu masuk investasi pelaku usaha Amerika ke Indonesia, khususnya di sektor critical mineral, semikonduktor, dan teknologi tinggi,” kata Raimondo.
Berdasarkan Data US Geological Survey, cadangan nikel Indonesia menempati peringkat pertama yakni mencapai 21 juta ton. Jumlah ini setara dengan 22 persen cadangan nikel global.
Tak hanya itu, produksi nikel di Tanah Air juga menempati peringkat pertama yaitu 1 juta ton, melebihi Filipina (370 ribu ton) dan Rusia (250 ribu ton). Sehingga peran negara dalam pengembangan pun tak bisa dianggap sepele.
Jumlah tersebut tentunya masih bisa ditingkatkan karena pemerintah telah menandatangani kerjasama dengan beberapa perusahaan pertambangan. Hanya saja pekerjaan sampai sekarang belum di lakukan.
Sementara salah satu produsen baterai listrik yang sudah berkomitmen membangun pabrik di Indonesia adalah LG. Mereka bahkan sudah memiliki target memulai produksi pada awal semester pertama 2024.
Berkat ini diharapkan para produsen kendaraan listrik yang masih mengimpor baterai bisa segera meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan demikian bukan tidak mungkin harga jualnya bisa lebih kompetitif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 April 2026, 16:40 WIB
14 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 19:00 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
13 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
15 April 2026, 18:00 WIB
Y-ON bakal diintegrasikan aplikasi Y-Connect, tawarkan tiga fungsi fitur baru buat memudahkan pengguna Yamaha
15 April 2026, 17:01 WIB
RoRI berencana menggelar touring lintas chapter pada bulan ini guna merayakan satu dekade mereka berdiri
15 April 2026, 09:00 WIB
Pengadaan ribuan motor listrik oleh BGN mendapat perhatian lebih dari KPK karena rawan tindak pidana korupsi
15 April 2026, 07:55 WIB
Mobil sebelum mengalami kerusakan biasanya menunjukkan tanda-tanda terlebih dahulu sehingga bisa diantisipasi
15 April 2026, 06:16 WIB
Kepolisian terus berupaya memanjakan para pengendara, salah satunya dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
15 April 2026, 06:14 WIB
SIM keliling Jakarta merupakan fasilitas yang dihadirkan kepolisian untuk memudahkan masyarakat di Ibu Kota
15 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini diterapkan dengan pengawasan ketat dari pilhak kepolisian yang ada di lapangan
14 April 2026, 19:30 WIB
Libur lebaran disebut menjadi salah satu alasan jebloknya penjualan mobil baru di RI pada periode Maret 2026