Penjualan Omoda E5 Redup Setelah Ada J6, Ini Kata Chery
31 Maret 2025, 09:00 WIB
Indonesia akan ekspor baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat sebagai dukungan dalam pengembangan kendaraan listrik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Indonesia akan ekspor baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat sebagai wujud komitmen mengembangan EV di dunia. Hal ini disampaikan Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian setelah bertemu Gina Raimondo Menteri Perdagangan AS.
Dalam pertemuan mereka yang dilangsungkan di sela-sela Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF), sejumlah kerjasama memang banyak disepakati. Sehingga diharapkan kesepakatan bisa menguntungkan kedua belah pihak.
“Indonesia siap untuk bekerja sama dalam pengembangan Electric Vehicle, khususnya sebagai pemasok baterai kendaraan listrik ke Amerika Serikat,” kata Airlangga.
Ia juga mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah cadangan nikel yang besar dapat menjadi mitra strategis berbagai negara termasuk AS. Pasalnya EV memang dianggap sebagai kendaraan masa depan.
Sementara itu Raimondo, mengatakan bahwa kerja sama pengembangan baterai kendaraan listrik dapat memberikan dampak besar bagi kedua negara. Terlebih untuk sektor penyediaan lapangan kerja.
“IPEF dapat menjadi pintu masuk investasi pelaku usaha Amerika ke Indonesia, khususnya di sektor critical mineral, semikonduktor, dan teknologi tinggi,” kata Raimondo.
Berdasarkan Data US Geological Survey, cadangan nikel Indonesia menempati peringkat pertama yakni mencapai 21 juta ton. Jumlah ini setara dengan 22 persen cadangan nikel global.
Tak hanya itu, produksi nikel di Tanah Air juga menempati peringkat pertama yaitu 1 juta ton, melebihi Filipina (370 ribu ton) dan Rusia (250 ribu ton). Sehingga peran negara dalam pengembangan pun tak bisa dianggap sepele.
Jumlah tersebut tentunya masih bisa ditingkatkan karena pemerintah telah menandatangani kerjasama dengan beberapa perusahaan pertambangan. Hanya saja pekerjaan sampai sekarang belum di lakukan.
Sementara salah satu produsen baterai listrik yang sudah berkomitmen membangun pabrik di Indonesia adalah LG. Mereka bahkan sudah memiliki target memulai produksi pada awal semester pertama 2024.
Berkat ini diharapkan para produsen kendaraan listrik yang masih mengimpor baterai bisa segera meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan demikian bukan tidak mungkin harga jualnya bisa lebih kompetitif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
30 Maret 2025, 22:03 WIB
30 Maret 2025, 07:00 WIB
28 Maret 2025, 14:03 WIB
Terkini
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi
01 April 2025, 15:00 WIB
Kepolisian memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi di akhir pekan, masyarakat diminta waspada
01 April 2025, 13:00 WIB
Dengan berbagai pertimbangan AHM memprediksi penjualan motor baru Honda akan meningkat pada kuartal pertama
01 April 2025, 11:00 WIB
Hyundai Stargazer facelift diduga terdaftar di RI dengan nama varian Carten, berpeluang meluncur tahun ini
01 April 2025, 08:00 WIB
Pihak kepolisian dapat menerapkan one way di Puncak Bogor secara situasional, berikut rincian aturannya
01 April 2025, 06:43 WIB
Ganjil genap Jakarta ditiadakan selama libur Lebaran 2025 sehingga masyarakat bisa bebas beraktivitas
31 Maret 2025, 16:17 WIB
Hybrid BYD Shark semakin dekat ke Indonesia, debut di Thailand dengan harga di kisaran Rp 800 jutaan
31 Maret 2025, 12:03 WIB
200 peserta mengikuti program mudik gratis bareng Diton 2025 dengan berbagai kota tujuan seperti ke Semarang