Google Maps Dituntut, Ujung Kasus Tewasnya Pengemudi Mobil di AS

Akibat panduan menyesatkan Google Maps dituntut, ini ragam bahaya berkendara jika terlalu andalkan navigasi

Google Maps Dituntut, Ujung Kasus Tewasnya Pengemudi Mobil di AS

TRENOTO – Google Maps dituntut pasca aplikasi navigasi tersebut diduga memandu seorang pengemudi mobil di Amerika Serikat melaju ke jembatan terbengkalai hingga tewas.

Pengemudi itu bernama Philip Paxson. Saat kejadian ia tengah berkendara di wilayah yang tidak familiar dan dilaporkan mengandalkan Google Maps untuk memandu perjalanan.

Jika dilihat pada foto lokasi kejadian jembatan tersebut memang sudah putus dan tidak bisa digunakan, alias rusak jauh sebelum dilewati Philip.

Namun hasil laporan juga menyebut bahwa Philip berkendara dengan kondisi cuaca agak hujan dan sudah menjelang gelap.

Google Maps Dituntut, Ujung Kasus Tewasnya Pengemudi Mobil di AS
Photo : Twitter @MorganFrancesTV

Lebih fatal lagi tidak ada rambu ataupun penanda untuk mengindikasikan kepada pengemudi bahwa ada jembatan atau jalan rusak. Lokasi itu juga terlihat tidak dirawat baik oleh pihak kepolisian maupun pengembang.

Untuk diketahui kasus ini sebenarnya terjadi pada 30 September 2022. Disebutkan bahwa mobil Jeep Gladiator dipakai Philip terjun dari ketinggian sekitar 20 kaki.

Menanggapi hal itu pihak keluarga melakukan penuntutan terhadap Google Maps dan pelaku bisnis lain atas tuduhan kelalaian.

Ternyata sebelum kejadian terungkap jembatan itu sudah rusak sejak 10 tahun lalu dan tidak bisa digunakan. Masyarakat setempat sudah berusaha menghubungi Google Maps untuk menghindari penggunaan jalan tapi tidak mendapat respon.

“Kami bersimpati terhadap keluarga Paxson. Misi kami adalah untuk menyediakan rute akurat pada aplikasi Maps dan kami sedang meninjau gugatan ini,” ucap José Castañeda, juru bicara Google kepada Associated Press dikutip Senin (25/9).

Bahaya Mengandalkan Aplikasi Google Maps

Sejatinya Google Maps merupakan aplikasi navigasi untuk membantu mengarahkan dan tidak bisa 100 persen diandalkan memandu perjalanan. Karena bukan pertama kali pengemudi kendaraan bermotor dipandu ke rute salah karena aplikasi Maps.

Cara Mudah Cek Tarif Tol pakai Google Maps
Photo : Trenoto

Di Indonesia sendiri kasusnya beragam mulai masuk jalan buntu hingga jalan hutan yang tidak bisa dilalui mobil. Ada juga berbagai kejadian pengendara motor masuk ke jalan tol karena hal serupa.

Agar tidak salah pengemudi harus tetap memperhatikan kondisi jalan dan hindari rute tidak memungkinkan. Prioritaskan juga untuk lebih dulu bertanya pada warga setempat terkhusus bila tidak familiar dengan lokasi.


Terkini

mobil
Xpeng P7+

Xpeng P7+ Diperkenalkan, Bakal Hadir di 36 Negara

Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara

news
Tilang ETLE

Jumlah Kendaraan yang Terjaring Tilang ETLE di Jakarta Naik Signifikan

Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta

mobil
Hyundai Stargazer Cartenz

Hyundai Stargazer Cartenz versi Ambulans Meluncur untuk Sumatera

MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera

news
Harga BBM

Harga BBM SPBU Swasta di Januari 2026, Shell sampai Vivo Turun

Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi

news
Insentif otomotif

Menperin Ungkap Telah Minta Insentif untuk Otomotif ke Purbaya

Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang

news
Harga BBM

Simak Harga BBM Pertamina di Tahun Baru 2026, Pertamax Turun

Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah

news
SIM keliling Bandung

SIM Keliling Bandung Buka di Tahun Baru 2026, Hanya Satu Lokasi

Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian

mobil
Prediksi Mobil Baru

Prediksi Mobil Baru yang Masuk Indonesia di 2026: Bagian 2

Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV