FIFAstra Salurkan Pembiayaan Motor Honda Rp 12 T per Mei 2024

FIFAstra salurkan Rp 12 T pembiayaan motor Honda di Januari-Mei 2024 dengan jumlah booking unit naik 3 persen

FIFAstra Salurkan Pembiayaan Motor Honda Rp 12 T per Mei 2024

KatadataOTO – Pembelian sepeda motor secara kredit masih diminati masyarakat. Pada periode Januari-Mei 2024, FIFAstra catatkan pembiayaan sepeda motor Rp 12 triliun.

Menurut Daniel Hartono, Direktur PT FIF ada kenaikan pembiayaan motor Honda naik 3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu dari 683 ribu menjadi 703 ribu unit di Januari-Mei 2024.

“Pertumbuhan ini mencerminkan dedikasi kami dalam mendukung sektor otomotif khususnya roda dua,” ungkap Daniel di Bandung, Jumat (21/6).

Angka tersebut juga mencakup pembiayaan motor listrik yakni Honda EM1 e: serta EM1 e: Plus. Ini dilakukan guna mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan dan komitmen mendukung pembiayaan hijau atau Green Financing.

Motor Listrik Honda EM1 e: Diskon Rp 8,5 Juta di PEVS 2024
Photo : KatadataOTO

“Hadirnya pembiayaan sepeda motor listrik Hinda merupakan salah satu upaya FIF untuk berkontribusi aktif pada pengurangan emisi karbon,” kata Daniel.

Dalam kesempatan sama disampaikan bahwa pertumbuhan pembiayaan sepeda motor cenderung mengikuti pola ekonomi yang ada. 

Kemudian mengingat sepeda motor masih jadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat, persentasenya tidak mengalami penurunan drastis seperti terjadi pada kendaraan roda empat.

Ditambah lagi tantangan saat memasuki tahun politik di mana konsumen cenderung melakukan penundaan pembelian kendaraan.

Kenaikan Penjualan Motor di Indonesia

Bicara secara keseluruhan data AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) menunjukkan bahwa penjualan domestik, kendaraan roda dua sentuh angka 505.670 unit pada Mei 2024.

Pertumbuhan paling terlihat setelah pandemi Covid-19, seperti disampaikan Sutarya, Wakil Ketua I AISI.

“Kondisi positif tidak bisa dipisahkan dari dorongan maupun dukungan pemerintah RI (Republik Indonesia),” ungkap Sutarya.

Dibandingkan April 2024, ada kenaikan 20,6 persen dari 419.136 unit motor. Sementara pasar ekspor Mei 2024 catatkan angka 47.449 unit.

Sementara secara keseluruhan dari Januari sampai Mei 2024 penjualan motor sebanyak 2.659.896 unit. Lebih lengkap berikut data penjualan motor di Indonesia sepanjang 2024.

Motor Listrik Honda EM1 e: Diskon Rp 8,5 Juta di PEVS 2024
Photo : KatadataOTO

Domestik

  • Januari: 592.658
  • Februari: 558.685
  • Maret: 583.747
  • April: 419.136
  • Mei: 505.670

Ekspor

  • Januari: 34.991
  • Februari: 38.375
  • Maret: 43.839
  • April: 32.725
  • Mei: 47.449

Terkini

mobil
All-Terrain Circuit Experience BYD

Sirkuit All-Terrain BYD Tawarkan Pengalaman Unik Buat Pengunjung

BYD hadirkan Sirkuit All-Terrain untuk membuktikan ketangguhan teknologi kendaraan listrik yang mereka kembangkan

mobil
MotoGP

Penjelasan Aturan Restart Motor di MotoGP, Berlaku Tahun Ini

FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP

otosport
MotoGP 2027

Kata Rossi Soal Peraturan MotoGP 2027, Tetap Andalkan Ducati

Valentino Rossi percaya Desmosedici milik Ducati masih akan kompetitif usai peraturan MotoGP 2027 dijalankan

mobil
Mobil Listrik

Insiden Mobil Listrik Terbakar saat Diparkir, Ini Analisanya

Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia

mobil
Toyota Innova Zenix

Susul Avanza, Harga Toyota Innova Zenix Naik di Awal Tahun

Menurut informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix paling murah dipasarkan dengan banderol Rp 437,3 jutaan

mobil
Harga Hyundai Ioniq 5

Harga Hyundai Ioniq 5 Naik Rp 81 Juta di Pertengahan Januari 2026

Harga Hyundai Ioniq 5 langsung terkerek tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa memberatkan konsumen

mobil
Mobil listrik MG

Tahun Baru, MG Tawarkan Promo Menarik Dua Produk Unggulan

MG Motor Indonesia menggelar program penawaran menarik untuk konsumen setia di Tanah Air di awal 2026

mobil
Insentif Otomotif

Airlangga Ungkap Tengah Kaji Insentif Otomotif di 2026

Airlangga mengaku tengah melakukan evaluasi insentif otomotif untuk di 2026 agar industri bisa tetap berjalan