Dugaan Penyebab Tiga Pekerja Pabrik Hyundai Tewas saat Tes Mobil

Tiga pekerja pabrik Hyundai di Ulsan, Korea Selatan ditemukan tewas saat melakukan Environmental Chamber Test

Dugaan Penyebab Tiga Pekerja Pabrik Hyundai Tewas saat Tes Mobil

KatadataOTO – Sebanyak tiga orang pekerja di pabrik Hyundai Ulsan, Korea tewas saat sedang melakukan pengujian kendaraan. Saat ini polisi masih dalam tahap penyelidikan untuk mencari penyebab utama kejadian tersebut.

Dua di antaranya merupakan peneliti senior di Hyundai Motor Namyang Research Center, berusia sekitar 30 dan 40 tahun. Sementara pekerja ketiga berasal dari pabrik rekanan yang tak berhasil keluar dari ruangan pengujian.

Berdasarkan laporan beredar, ketiga pekerja itu tengah menguji mobil di bagian Environmental Chamber Test. 

Media setempat mengungkapkan bahwa para pekerja tersebut mengalami sesak nafas di kabin kendaraan saat pengujian berlangsung. Diduga karena akumulasi terkumpulnya gas di dalam ruangan tes.

Dugaan Penyebab Tiga Pekerja Pabrik Hyundai Tewas saat Tes Mobil
Photo : Hyundai

Bukan untuk tes kecepatan atau performa, Environmental Chamber Test bermaksud mengetes kendaraan prototipe di berbagai kondisi cuaca ekstrem baik panas, dingin maupun lembab.

Dilansir dari Korean Car Blog, Rabu (20/11) ruangan Environmental Chamber Test hanya dapat memuat satu unit kendaraan. Di dalamnya terdapat teknologi yang bisa menirukan berbagai cuaca.

Sayangnya ketika melakukan pengetesan ketiga pekerja itu tidak berhasil keluar dari ruangan tepat waktu. Mereka ditemukan oleh para kolega lain dalam keadaan sudah tidak responsif.

Menanggapi hal tersebut, pihak Hyundai Motor Company menegaskan akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menentukan penyebab kecelakaan kerja itu.

Sebagai informasi, pabrik Ulsan merupakan fasilitas terbesar milik Hyundai yang telah beroperasi sejak lama. Sekitar seperempat model kendaraan Hyundai diproduksi di sana, kapasitasnya tembus 1,5 juta unit per tahun.

Test Drive All New Kona Electric, EV Lokal Pertama Hyundai
Photo : KatadataOTO

Di Indonesia, Hyundai juga memiliki fasilitas sendiri. Mereka berinvestasi sebesar 1,55 miliar USD pada 2019 buat mendirikan pabrik berkapasitas 250.000 unit setiap tahun, dioperasikan oleh PT HMMI (Hyundai Motor Manufacturing Indonesia).

Kemudian Hyundai Motor Company menggandeng LG Energy Solution di bawah PT HLI Green Power, meresmikan pabrik sel baterai mobil listrik guna mendukung komitmen elektrifikasi mereka di tanah air.

Baterai yang diproduksi di dalam negeri itu kemudian digunakan pada mobil listrik terbaru mereka, yakni New Kona Electric.


Terkini

mobil
Hyundai Stargazer Cartenz

Hyundai Stargazer Cartenz versi Ambulans Meluncur untuk Sumatera

MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera

news
Harga BBM

Harga BBM SPBU Swasta di Januari 2026, Shell sampai Vivo Turun

Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi

news
Insentif otomotif

Menperin Ungkap Telah Minta Insentif untuk Otomotif ke Purbaya

Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang

news
Harga BBM

Simak Harga BBM Pertamina di Tahun Baru 2026, Pertamax Turun

Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah

news
SIM keliling Bandung

SIM Keliling Bandung Buka di Tahun Baru 2026, Hanya Satu Lokasi

Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian

mobil
Prediksi Mobil Baru

Prediksi Mobil Baru yang Masuk Indonesia di 2026: Bagian 2

Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV

modifikasi
Motor Matic

Tren Modifikasi Motor Matic yang Semakin Populer di 2026

Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat

otosport
Jorge Martin

Harapan Besar Aprilia Terhadap Jorge Martin di MotoGP 2026

Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026