Hyundai Stargazer Cartenz Jadi Idaman Baru, Penjualan Naik
23 September 2026, 09:00 WIB
Target Gaikindo adalah penjualan mobil sebanyak satu juta unit tahun depan, begini tanggapan pengamat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Wacana kenaikkan tarif PPN (Pajak Penambahan Nilai) menuai respon berbeda-beda dari banyak pihak. Tidak terkecuali deretan pelaku industri otomotif yang akan ikut terdampak.
Perlu diketahui kenaikkan PPN secara otomatis akan mengerek harga jual mobil. Kemudian berpeluang membebani karena biaya tersebut ditanggung oleh konsumen secara langsung.
Padahal, daya beli masyarakat sekarang masih dinilai lemah. Bahkan sampai di titik Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menurunkan target penjualan mobil di 2024 dari satu juta unit menjadi 850 ribu unit.
Namun di tahun depan, mereka percaya diri kondisi bakal membaik. Sehingga target Gaikindo di 2025 adalah penjualan mobil sebanyak satu juta unit.
Masih banyak hal perlu jadi perhatian di tengah rencana menaikkan PPN. Pengamat menilai, sampai saat ini belum ada program kebijakan jelas dari Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.
“Middle Income Class Indonesia menjadi pembeli terbesar berbagai produk otomotif Low Cost, akan semakin mengerem pengeluaran tersier mereka yang sangat mahal,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO, Jumat (1/11).
Mengingat PPN ditanggung konsumen tentu bisa jadi beban tambahan. Padahal ia mengungkapkan saat ini pendapat masyarakat di kelas menengah belum membaik.
Hal itu dapat berimbas langsung pada angka penjualan kendaraan roda empat. Karena konsumen semakin berhati-hati dalam melakukan pembelian besar seperti mobil.
“Jadi tampaknya target Gaikindo untuk mencapai penjualan satu juta unit di tahun depan memang cukup ambisius. Harus terus di-update mengikuti rangkaian kebijakan pemerintah,” kata dia.
Karena pada akhirnya regulasi dan aturan yang diterapkan oleh pemerintah bakal berdampak pada perekonomian masyarakat secara umum. Apabila ekonomi masyarakat naik, ia mengatakan angka penjualan pasti mengikuti.
Kebijakan pemerintah di berbagai sektor pasti memberikan dampak signifikan terhadap industri otomotif dan daya beli masyarakat.
“Penjualan mobil dan daya beli masyarakat memang sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah,” tutup dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 09:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
17 September 2026, 17:00 WIB
17 September 2026, 15:00 WIB
17 September 2026, 11:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya