iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Perluas pasar karena dihadang tarif impor di AS dan Uni Eropa, banyak pabrik EV China banting setir ke ASEAN
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Geely Auto merupakan manufaktur otomotif kedua terbesar di China setelah BYD (Build Your Dreams). Tidak sekadar menjual EV (Electric Vehicle) di dalam negeri namun turut melakukan ekspansi ke pasar global.
Meski begitu, sama seperti banyak pabrik China lain langkahnya harus banyak terhalang di Amerika Serikat dan Uni Eropa karena pemberlakuan tarif tambahan khusus impor mobil listrik dari Tiongkok.
Oleh karena itu banyak pabrik EV China mulai ambil langkah lain untuk tetap bisa ekspansi pasar yakni dengan mendirikan pabrik di wilayah potensial lain seperti Asia Tenggara.
Selain memperluas pasar, manufaktur mobil listrik juga berkesempatan mendapat insentif atau relaksasi tambahan dari pemerintah negara tujuan.
Dilansir dari Financial Times, Rabu (25/9) Geely Auto berencana untuk membangun fasilitas perakitan dengan kapasitas produksi 75.000 mobil listrik per tahun di Vietnam, bekerja sama dengan perusahaan lokal.
Perlu diketahui Geely sebelumnya diketahui berminat untuk investasi di Indonesia. Bahkan pada gelaran GJAW 2024 (Gaikindo Jakarta Auto Week) Geely telah menandatangani persetujuan kerja sama dengan Aletra.
Nantinya mereka bakal menghadirkan MPV (Multi Purpose Vehicle) tiga baris bertenaga listrik di Indonesia, jadi satu-satunya pesaing BYD M6. yang sudah dijual seharga Rp 379 juta sampai Rp 429 jutaan.
Selain karena dihadang tarif impor, ada beberapa hal lain juga jadi pertimbangan pabrik EV China investasi di Asia Tenggara. Seperti biaya tenaga kerja cenderung lebih murah dibandingkan di negara asalnya.
Sebelum Geely, sudah ada sejumlah pabrik EV China yang menyatakan komitmen investasi di Indonesia dan melakukan perakitan lokal. Seperti Wuling, Neta sampai raksasa otomotif Tiongkok yakni BYD.
Pada April 2024 mereka telah mengungkapkan komitmen mendirikan pabrik di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat.
Hal itu diumumkan menyusul banyaknya keluhan konsumen karena unit dipesan tidak kunjung sampai. Namun ribuan unit diantar ke konsumen setelah pengumuman komitmen pabrik dilanjutkan peluncuran model terbaru M6.
Sementara itu merek lain seperti Neta merakit dua model mobil listrik untuk dijual di pasar RI yakni Neta V-II dan Neta X.
Bahkan khusus SUV Neta X diklaim akan turut diekspor ke pasar global di masa mendatang. Saat ini kandungan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) model tersebut sudah mencapai 44 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan