Daihatsu Perkuat Dukungan untuk Pendidikan Vokasi di Indonesia
31 Oktober 2026, 09:00 WIB
Dapat menghambat penjualan di tengah melemahnya daya beli, Daihatsu ingin pemerintah tidak naikkan tarif PPN
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil sepanjang 2024 mencatatkan hasil yang kurang manis. Pasalnya dari target satu juta unit, hingga September angkanya masih di kisaran 600 ribuan.
Akhirnya menjelang akhir Oktober 2024, Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) memutuskan untuk menurunkan target penjualan akibat hal tersebut.
“Untuk di 2024 saya targetkan cuma 850 unit saja, turun dari satu juta,” kata Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di sela GIIAS Semarang beberapa waktu lalu.
Namun di tengah pelemahan daya beli, tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) bakal naik jadi 12 persen per 1 Januari 2025. Hal ini dapat berdampak pada harga jual mobil.
Menanggapi hal tersebut, PT ADM (Astra Daihatsu Motor) sebagai salah satu produsen mobil di Tanah Air berharap pemerintah dapat memberlakukan kebijakan yang menguntungkan bagi seluruh pelaku industri termasuk otomotif.
“Kurang lebih harapannya pemerintah bisa melihat ini bersama para pelaku industri. Contohnya tadi VAT (Value Added Tax/PPN) jangan dinaikkan,” ucap Sri Agung Handayani, Marketing Director and Corporate Communication Director PT ADM di Karawang, Kamis (31/10).
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa urusan soal daya beli masyarakat khususnya di sektor otomotif menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun produsen.
Kemudian kebijakan-kebijakan lain dibuat oleh pihak pemerintahan harapannya dikaji dengan baik. Karena daya beli di industri otomotif ditentukan oleh berbagai faktor.
“Maksudnya, kemampuan orang mendapatkan Income, Household Income, kenaikan inflasi pada barang-barang yang dia konsumsi secara harian,” ucap Agung.
Menurut dia ada banyak pertimbangan sebelum seseorang melakukan pembelian kendaraan bermotor, salah satunya adalah kondisi ekonomi di dalam negeri.
“Maka dia harus diyakinkan dulu Cost of Living-nya dia penuhi, dengan perbaikan tadi secara ekonomi di Indonesia,” tegas dia.
Sebagai informasi angka Whole Sales (pabrik ke diler) kendaraan roda empat bulan ini adalah 72.667 unit, turun 4,8 persen dibandingkan Agustus 2024 yang tembus 76.304 unit.
Sementara bicara secara Retail (diler ke konsumen) per September 2024 72.368 unit atau turun 5,8 persen dari Agustus (76.808 unit). Imbas hal itu Gaikindo memutuskan untuk turunkan target penjualan mobil nasional sepanjang 2024.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Oktober 2026, 09:00 WIB
27 Oktober 2026, 13:00 WIB
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Terkini
03 November 2026, 13:00 WIB
BYD sampai Hyundai menjadi salah satu merek mobil yang paling digandrungi oleh generasi Z maupun milenial
03 November 2026, 11:00 WIB
Respons konsumen masih tunjukkan tren positif, AISI bidik penjualan motor baru 6,5 juta unit di akhir 2026
03 November 2026, 09:00 WIB
Bapenda DKI Jakarta menggelar pemutihan pajak kendaraan bermotor sejak Senin (02/11) guna meringankan warga
03 November 2026, 07:00 WIB
MG Motor Indonesia menyatakan penjualan SUV 5-seater ZS Hybrid+ masih sesuai dengan perkiraan di peluncuran
02 November 2026, 21:03 WIB
Chery Group terus mengembangkan pasar robot humanoid dan sejenisnya untuk pasar luar Tiongkok yakni AiMOGA
02 November 2026, 20:23 WIB
IMX 2026 baru selesai di gelar beberapa waktu lalu, pameran otomotif ini diramaikan dengan berbagai kegiatan
02 November 2026, 15:54 WIB
Adopsi motor listrik di Indonesia masih belum semasif mobil listrik, AISI ungkap persentasenya masih kecil
02 November 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang