Bocoran Pertamina Mengenai BBM Rendah Sulfur, Masih Digodok

Pertamina mengaku mendapat instruksi buat mempersiapkan produk BBM rendah sulfur buat konsumen di Indonesia

Bocoran Pertamina Mengenai BBM Rendah Sulfur, Masih Digodok

KatadataOTO – Kabar kedatangan BBM (Bahan Bakar Minyak) rendah sulfur terus mencuat. Sejumlah pihak pun menunggu kehadiran produk satu ini.

Pertamina pun selaku perusahaan migas milik negara sepertinya masih malu-malu membocorkan bahan bakar anyar tersebut. Mereka enggan memberikan informasi detail produk itu.

BBM rendah sulfur masih disiapkan, kapannya masih menunggu arahan pemerintah lebih lanjut,” ujar Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication PT Pertamina kepada KatadataOTO, Jumat (2/8).

Fadjar juga belum mau menjelaskan apakah nanti BBM rendah sulfur ini akan masuk ke bahan bakar jenis subsidi atau non subsidi.

Sesuai Spesifikasi, BBM Pertamina Lewati 7 Proses Quality Control
Photo : Pertamina

Lalu bakal menggantikan produk yang sudah ada atau tidak. Dia meminta konsumen untuk sedikit bersabar menunggu.

“Buat saat ini kami hanya diminta siapkan dulu,” Fadjar menambahkan.

Hal senada turut dilontarkan oleh Heppy Wulansari, penjabat sementara Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga. Ia enggan memberikan informasi detail mengenai produk anyarnya.

“Kalau buat bahan bakar Low sulfur kita tunggu dulu ya (waktu peluncurannya),” kata Heppy melalui pesan singkat.

Di sisi lain Arifin Tasrif, Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) mengatakan kalau pemerintah sedang mematangkan ketentuan terkait bahan bakar rendah sulfur.

“Sedang dimatangkan, ya lagi dibahas lah,” ucapnya singkat.

Arifin menuturkan salah satu yang dikaji adalah bagaimana penerapanya nanti. Akan tetapi ia tak mau membeberkan lebih lanjut.

Sebelumnya Dadan Kusdiana, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) mengatakan saat ini pemerintah sedang mempertimbangkan wilayah mana saja yang bakal menggunakan BBM rendah sulfur.


Terkini

mobil
Pentingnya stimulus di segmen otomotif

Otomotif Indonesia Butuh Stimulus, Bukan Sekadar Insentif

Insentif bersifat stimulus dipercaya lebih efektif dibandingkan kebijakan yang cenderung bersifat disposable consumption

mobil
Denza

Prediksi Mobil Baru Denza di Indonesia Tahun Ini

Denza siap membawa model baru lintas segmen untuk melengkapi line up-nya di Indonesia, diyakini Z9 dan D9L

mobil
Honda Super One

Mobil Listrik Honda Super One Resmi Dijual, Harga Rp 2,3 Miliar

Setelah melantai di Singapore Motor Show, Honda Super One kemungkinan besar segera mengaspal di Indonesia

mobil
Krida Toyota

Pabrikan Cina Mulai Gerus Dominasi Toyota dan VW di Pasar Global

Pabrikan mobil Cina berpotensi tumbuh signifikan hingga 2030 dan mengganggu dominasi Toyota dan VW di pasar global

mobil
Merek mobil terlaris

20 Merek Mobil Terlaris pada 2025, Toyota dan Daihatsu Teratas

Toyota terus menunjukan dominasinya, terutama dalam hal merek mobil terlaris usai mencatatkan 258.268 unit

mobil
Mobil bekas di bawah Rp 100 juta

3 Pilihan Mobil Bekas di Bawah Rp 100 Juta Awal 2026

Mobil bekas di bawah Rp 100 juta di awal 2026 bisa menjadi pilihan menarik untuk dijadikan andalan bermobilitas

mobil
Raffi Ahmad

Koleksi Mobil Terbaru Raffi Ahmad, Ada BAIC BJ40 Plus

Raffi Ahmad terpantau memiliki kendaraan baru di garasinya termasuk BAIC BJ40 Plus dan Toyota Starlet

mobil
Hyundai Creta

Varian Baru Meluncur, Diskon Hyundai Creta Tembus Rp 45 Juta

Diskon Hyundai Creta tembus Rp 45 juta berlaku khusus unit lansiran 2025, tipe Prime jadi Rp 300 jutaan