Penerapan Biodiesel B50 1 Juli Dipercaya Bawa Banyak Efek Positif
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Menurut Bahlil ada SPBU swasta yang dinilai melawan aturan negara dalam proses penentuan kuota impor BBM
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kuota impor bahan bakar minyak (BBM) untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), pada periode 2026 memang belum ditentukan.
Akan tetapi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan peringatan keras kepada Shell, BP AKR hingga Vivo.
“Badan swasta yang mencoba-coba untuk mengatur dan melawan negara, tidak menaati aturan negara ya tunggu tanggal mainnya,” ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, di Antara, Sabtu (20/12).
Pernyataan di atas dilontarkan, kepada operator SPBU swasta yang dinilai coba-coba mengatur atau melawan negara.
Sayangnya Bahlil Lahadalia tidak menegaskan pihak mana yang ia maksud. Ia pun menolak untuk membocorkan.
Di sisi lain, pembantu Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan bagi SPBU swasta dinilai tertib terhadap aturan, kuota impor BBM 2026 sudah dihitung serta akan segera diberikan.
“Kalau yang tidak tertib, belum saya hitung. Nanti saya sampaikan, masih diatur,” tegas Bahlil.
Di sisi lain Kementerian ESDM juga akan mempertimbangkan tren peningkatan permintaan masyarakat. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan Shell, BP AKR sampai Vivo.
Mereka menyadari fenomena pembelian BBM nonsubsidi di SPBU swasta mengalami peningkatan pada 2025.
“Kami melihat permintaannya kan sekarang lagi tinggi. Sampai hari ini juga permintaannya tinggi, tetapi persentase (peningkatan kuota) belum bisa saya sampaikan,” kata Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.
Diberitakan KatadataOTO beberapa waktu lalu, Kementerian ESDM pun mengaku membuka opsi untuk menambah kuota impor BBM 2026 sebesar 10 persen dari periode 2025.
Kebijakan serupa sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah pada 2025. Mereka menambah jatah impor BBM SPBU swasta.
Namun jumlah di atas masih dirasa kurang, mengingat sepanjang tahun ini Vivo, Shell, serta BP AKR sempat kehabisan stok BBM sebanyak dua kali.
Hal tersebut memaksa mereka untuk menyetujui pembelian kuota impor tambahan dari Pertamina. Sehingga mereka bisa kembali melayani permintaan masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah diminta untuk menetapkan kuota yang lebih banyak pada tahun depan. Dengan begitu tidak ada lagi kelangkaan bahan bakar di SPBU swasta.
Sekadar mengingatkan, stok BBM RON 92 di SPBU Shell, BP AKR, dan Vivo perlahan-lahan mulai membaik atau pulih di penghujung 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
01 Juni 2026, 19:22 WIB
04 Mei 2026, 11:50 WIB
Terkini
26 Juni 2026, 09:00 WIB
AHM menjelaskan kalau mereka belum memutuskan bagaimana masa depan paten Honda Ryden 160 yang mereka daftarkan
26 Juni 2026, 07:00 WIB
Francesco Bagnaia mendapatkan kontrak selama empat tahun dari Aprilia dan akan berduet dengan Bezzecchi
26 Juni 2026, 06:23 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diberlakukan hari ini untuk bisa mengurai kemacetan terutama pada jam sibuk
26 Juni 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlewat, SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa lima lokasi sebelum akhir pekan
26 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan melayani para pengendara motor maupun mobil sebelum akhir pekan
25 Juni 2026, 20:58 WIB
Grup Tianneng meresmikan basis produksi yang berlokasi di Surabaya, fokus pada baterai kendaraan listrik
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Setelah E4 EV, Lepas masih punya rencana untuk memperkenalkan produk mobil listrik lain untuk pasar RI
25 Juni 2026, 19:27 WIB
Tiga model mobil baru dari BMW resmi diluncurkan hari ini, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 1 miliar