Cara Mencari Kaca Film Untuk Mobil Listrik, Tak Boleh Asal Pilih
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Menurut Bahlil ada SPBU swasta yang dinilai melawan aturan negara dalam proses penentuan kuota impor BBM
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kuota impor bahan bakar minyak (BBM) untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), pada periode 2026 memang belum ditentukan.
Akan tetapi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan peringatan keras kepada Shell, BP AKR hingga Vivo.
“Badan swasta yang mencoba-coba untuk mengatur dan melawan negara, tidak menaati aturan negara ya tunggu tanggal mainnya,” ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, di Antara, Sabtu (20/12).
Pernyataan di atas dilontarkan, kepada operator SPBU swasta yang dinilai coba-coba mengatur atau melawan negara.
Sayangnya Bahlil Lahadalia tidak menegaskan pihak mana yang ia maksud. Ia pun menolak untuk membocorkan.
Di sisi lain, pembantu Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan bagi SPBU swasta dinilai tertib terhadap aturan, kuota impor BBM 2026 sudah dihitung serta akan segera diberikan.
“Kalau yang tidak tertib, belum saya hitung. Nanti saya sampaikan, masih diatur,” tegas Bahlil.
Di sisi lain Kementerian ESDM juga akan mempertimbangkan tren peningkatan permintaan masyarakat. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan Shell, BP AKR sampai Vivo.
Mereka menyadari fenomena pembelian BBM nonsubsidi di SPBU swasta mengalami peningkatan pada 2025.
“Kami melihat permintaannya kan sekarang lagi tinggi. Sampai hari ini juga permintaannya tinggi, tetapi persentase (peningkatan kuota) belum bisa saya sampaikan,” kata Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.
Diberitakan KatadataOTO beberapa waktu lalu, Kementerian ESDM pun mengaku membuka opsi untuk menambah kuota impor BBM 2026 sebesar 10 persen dari periode 2025.
Kebijakan serupa sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah pada 2025. Mereka menambah jatah impor BBM SPBU swasta.
Namun jumlah di atas masih dirasa kurang, mengingat sepanjang tahun ini Vivo, Shell, serta BP AKR sempat kehabisan stok BBM sebanyak dua kali.
Hal tersebut memaksa mereka untuk menyetujui pembelian kuota impor tambahan dari Pertamina. Sehingga mereka bisa kembali melayani permintaan masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah diminta untuk menetapkan kuota yang lebih banyak pada tahun depan. Dengan begitu tidak ada lagi kelangkaan bahan bakar di SPBU swasta.
Sekadar mengingatkan, stok BBM RON 92 di SPBU Shell, BP AKR, dan Vivo perlahan-lahan mulai membaik atau pulih di penghujung 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 i-DM resmi diluncurkan dalam ajang GIIAS 2026, SUV satu ini dipasarkan dengan banderol Rp 699 juta
12 Agustus 2026, 06:16 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi A dan C
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang