Ada Kilang Baru, Bahlil Optimis Bisa Kurangi Impor BBM Tahun Ini
13 Januari 2026, 12:00 WIB
Menurut Bahlil ada SPBU swasta yang dinilai melawan aturan negara dalam proses penentuan kuota impor BBM
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kuota impor bahan bakar minyak (BBM) untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), pada periode 2026 memang belum ditentukan.
Akan tetapi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan peringatan keras kepada Shell, BP AKR hingga Vivo.
“Badan swasta yang mencoba-coba untuk mengatur dan melawan negara, tidak menaati aturan negara ya tunggu tanggal mainnya,” ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, di Antara, Sabtu (20/12).
Pernyataan di atas dilontarkan, kepada operator SPBU swasta yang dinilai coba-coba mengatur atau melawan negara.
Sayangnya Bahlil Lahadalia tidak menegaskan pihak mana yang ia maksud. Ia pun menolak untuk membocorkan.
Di sisi lain, pembantu Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan bagi SPBU swasta dinilai tertib terhadap aturan, kuota impor BBM 2026 sudah dihitung serta akan segera diberikan.
“Kalau yang tidak tertib, belum saya hitung. Nanti saya sampaikan, masih diatur,” tegas Bahlil.
Di sisi lain Kementerian ESDM juga akan mempertimbangkan tren peningkatan permintaan masyarakat. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan Shell, BP AKR sampai Vivo.
Mereka menyadari fenomena pembelian BBM nonsubsidi di SPBU swasta mengalami peningkatan pada 2025.
“Kami melihat permintaannya kan sekarang lagi tinggi. Sampai hari ini juga permintaannya tinggi, tetapi persentase (peningkatan kuota) belum bisa saya sampaikan,” kata Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.
Diberitakan KatadataOTO beberapa waktu lalu, Kementerian ESDM pun mengaku membuka opsi untuk menambah kuota impor BBM 2026 sebesar 10 persen dari periode 2025.
Kebijakan serupa sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah pada 2025. Mereka menambah jatah impor BBM SPBU swasta.
Namun jumlah di atas masih dirasa kurang, mengingat sepanjang tahun ini Vivo, Shell, serta BP AKR sempat kehabisan stok BBM sebanyak dua kali.
Hal tersebut memaksa mereka untuk menyetujui pembelian kuota impor tambahan dari Pertamina. Sehingga mereka bisa kembali melayani permintaan masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah diminta untuk menetapkan kuota yang lebih banyak pada tahun depan. Dengan begitu tidak ada lagi kelangkaan bahan bakar di SPBU swasta.
Sekadar mengingatkan, stok BBM RON 92 di SPBU Shell, BP AKR, dan Vivo perlahan-lahan mulai membaik atau pulih di penghujung 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Januari 2026, 12:00 WIB
01 Januari 2026, 11:12 WIB
24 Desember 2025, 20:00 WIB
16 Desember 2025, 14:00 WIB
12 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
16 Januari 2026, 09:00 WIB
Hyundai menjadi sponsor utama dalam kompetisi ASEAN CUP yang diselenggarakan mulai Juni 2026 mendatang
16 Januari 2026, 07:00 WIB
Aprilia Racing jadi tim MotoGP ketiga yang merilis motor balap baru Marco Bezzecchi dan Jorge Martin
16 Januari 2026, 06:24 WIB
BYD punya sirkuit all-terrain dengan fasilitas lengkap sebagai tempat pengetesan dan pamer ketangguhan New Energy Vehicle atau NEV
16 Januari 2026, 06:00 WIB
Meski ada libur nasional Isra Miraj hari ini, SIM keliling Bandung hadir guna memenuhi kebutuhan pengedara
15 Januari 2026, 19:00 WIB
FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP
15 Januari 2026, 17:00 WIB
Valentino Rossi percaya Desmosedici milik Ducati masih akan kompetitif usai peraturan MotoGP 2027 dijalankan
15 Januari 2026, 16:00 WIB
Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Menurut informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix paling murah dipasarkan dengan banderol Rp 437,3 jutaan