Harga Mobil Listrik Changan Lumin EV Naik, Setara BYD Atto 1
18 Januari 2026, 09:00 WIB
Jadi salah satu pasar terbesar, banyak merek global kolaborasi agar bisa berjualan mobil listrik di China
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik China saat ini banyak diminati karena menawarkan berbagai keunggulan. Mulai dari kecanggihan teknologi sampai harganya yang terbilang lebih kompetitif dibandingkan produk pabrikan Jepang dan Eropa.
China sendiri dinilai jadi pasar mobil listrik paling potensial saat ini. Banyak masyarakat sudah mulai menggunakan BEV (Battery Electric Vehicle) maupun lini hybrid sampai EREV (Extended Range Electric Vehicle).
Hal itu jadi daya tarik tersendiri buat banyak pabrikan. Seperti Tesla yang memiliki fasilitas pabrik di sana dan bahkan mengekspor lini Tesla produksi Tiongkok ke sejumlah negara.
Kemudian ada Smart, hasil kolaborasi Mercedes-Benz dan merek jam Swatch dengan Geely sebagai salah satu pemegang saham. Bakal masuk Indonesia dalam waktu dekat, lini kendaraan Smart masih dirakit lokal di Tiongkok.
Alhasil banyak merek global kolaborasi, seperti SAIC asal China yang digandeng merek Eropa, Audi untuk mengembangkan model mobil listrik baru khusus pasar China.
Audi dan SAIC sebelumnya sudah bekerja sama menjual beberapa model seperti A7L, Q5 e-tron dan Q6.
“Kita punya tujuan yang jelas dan sama, yakni mengkombinasikan dua pabrik terbaik ke potensi terbaiknya buat konsumen di China, dengan pengalaman premium Audi dan inovasi cepat dari SAIC,” ucap Gernot Dollner, CEO Audi AG dalam siaran resminya dikutip Rabu (11/9).
Untuk diketahui, pada 20 Mei 2024 Audi dan SAIC sepakat berkolaborasi untuk produksi mobil listrik pintar di segmen atas serta membangun Advanced Digitized Platform eksklusif di China.
China juga menjadi pasar terbesar Audi secara global. Kehadiran lini Audi dipadukan teknologi terkini dari SAIC diharapkan bisa memenuhi konsumen khususnya generasi muda di Tiongkok.
Model kendaraan listrik hasil kerja sama itu bakal diperkenalkan November 2024. Sedangkan versi produksi massalnya baru akan dijual secara resmi ke konsumen pada paruh kedua 2025.
Nantinya proses perakitan dilakukan di fasilitas SAIC-Volkswagen Anting, Shanghai. Lalu 18 bulan setelah peluncuran model pertama, bakal ada satu SUV (Sport Utility Vehicle) dan satu sedan besar menyusul.
Sempat beredar rumor bahwa mobil listrik Audi di China nanti tidak akan pakai emblem empat cincin tetapi logo nama Audi. Hanya saja belum bisa dipastikan kelanjutannya nanti.
Sebagai informasi merek mobil listrik di China juga telah membanjiri pasar. Mulai dari Wuling dengan tiga modelnya sampai raksasa EV (Electric Vehicle) BYD.
Banyak di antaranya juga sudah berkomitmen investasi dan melakukan perakitan di fasilitas dalam negeri sehingga memperoleh insentif dari pemerintah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Januari 2026, 09:00 WIB
16 Januari 2026, 17:00 WIB
16 Januari 2026, 06:24 WIB
15 Januari 2026, 16:00 WIB
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
18 Januari 2026, 09:00 WIB
Changan Lumin EV menjadi salah satu mobil listrik yang mengalami kenaikan harga dengan besaran Rp 21 jutaan
18 Januari 2026, 07:00 WIB
Tanpa subsidi, Wuling Cortez Darion EV dan PHEV mengalami penyesuaian harga dari Rp 7 juta sampai Rp 40 juta
17 Januari 2026, 17:00 WIB
Harga Chery J6T resmi naik di awal tahun meski peluncuran kendaraan baru dilakukan pada November 2025
17 Januari 2026, 15:00 WIB
Seorang wiraniaga menawarkan diskon Suzuki XL7 Hybrid untuk semua metode pembelian, baik tunai atau kredit
17 Januari 2026, 13:00 WIB
Ada tiga model baru motor listrik VinFast yang meluncur di Vietnam, salah satunya tampil mirip Honda Vario
17 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova bekas masih menjadi pilihan menarik untuk pelanggan yang membutuhkan MPV tangguh
17 Januari 2026, 09:00 WIB
Desain utuh Starlight 560 alias Wuling Almaz Darion telah terdaftar di DJKI, peluncurannya semakin dekat
17 Januari 2026, 08:00 WIB
BYD berkomitmen bahwa pabrik mereka di Subang akan mulai aktif kuartal 1 2026 dan langsung produksi beberapa model