Toyota Avanza Bekas 2025 Makin Banyak, Cicilan Mulai Rp 5 Jutaan
18 Januari 2026, 13:00 WIB
Auto2000 sebut ada belasan mobil terdampak kasus mesin rusak yang sempat viral di media sosial belum lama ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu sempat viral rekaman sejumlah mobil mengalami kerusakan setelah diisi bahan bakar Pertamax. Imbas hal itu, Pertamina langsung melakukan investigasi mandiri menggandeng ITB (Institut Teknologi Bandung).
Akan tetapi merek-merek yang terdampak seperti Toyota dan Daihatsu masih belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus tersebut.
Diler resmi Toyota, Auto2000 membeberkan ada belasan mobil masuk bengkel imbas hal serupa. Namun mereka tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut soal penyebabnya.
“Lebih dari 15 sih mobilnya (yang masuk bengkel). Kita belum tahu ya, dari pabrik kan juga belum ada keterangan resmi. Dalam tahap investigasi,” kata Aji Himawan, Kepala Bengkel Auto2000 Grand Depok City saat ditemui belum lama ini.
Model yang terdampak akibat hal itu juga beragam, mulai dari Innova tahun lama sampai Raize keluaran terbaru.
Secara rinci ada Toyota Kijang Innova lansiran 2005. Kemudian termuda ada Raize dan Agya keluaran 2023. Tetapi sampai saat ini, Aji mengungkapkan belum ada mobil premium mengalami kendala sama.
“(Lansiran) 2005 sampai 2023, range-nya yang pernah kita terima. Untuk mobil premium (Alphard, Vellfire) belum,” tegas Aji.
Menanggapi kondisi tersebut Pertamina bersama PT LAPI ITB melakukan pengujian mandiri lewat pengecekan kualitas Pertamax di terminal BBM sampai SPBU-SPBU.
Setelah itu Pertamina juga melakukan pemeriksaan ke sejumlah bengkel mobil di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat yang menjadi tempat pertama kasus kerusakan mesin ditemukan.
Dari hasil penelusuran sementara di lapangan, pihak Pertamina mengungkapkan mobil terkendala di bagian mesin hanya di beberapa merek dan tipe tertentu.
“Investigasi kualitas produk dilakukan sejak Jumat (22/11) lalu, kami terus berkoordinasi dengan pihak bengkel dan LAPI ITB. Sampel BBM juga sudah kita kirimkan ke Lemigas untuk diuji Laboratorium,” kata Heppy Wulansari, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga dalam siaran resminya.
Pada 1 Desember 2024, Pertamina menegaskan sampel dari endapan kendaraan bermasalah telah dicek. Ditemukan bahwa penyebab rusaknya kendaraan bukan karena penggunaan BBM jenis Pertamax.
Lemigas juga mengungkapkan hal serupa. Pengujian dilakukan di beberapa SPBU di Cibinong, dan bahan bakarnya dinyatakan telah sesuai spesifikasi dan aman digunakan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Januari 2026, 13:00 WIB
15 Januari 2026, 15:00 WIB
14 Januari 2026, 15:00 WIB
14 Januari 2026, 10:00 WIB
11 Januari 2026, 15:00 WIB
Terkini
18 Januari 2026, 15:00 WIB
Honda Brio S Satya CVT diluncurkan dengan tujuan memberi kemudahan pelanggan memilih kendaraan sesuai kebutuhan
18 Januari 2026, 13:00 WIB
Toyota Avanza bekas lansiran 2025 kini jumlahnya terus bertambah dengan beragam kemudahan buat pelanggan
18 Januari 2026, 11:00 WIB
Daihatsu Sigra bekas lansiran 2025 semakin banyak pilihannya termasuk promo kredit buat para calon pelanggan
18 Januari 2026, 09:00 WIB
Changan Lumin EV menjadi salah satu mobil listrik yang mengalami kenaikan harga dengan besaran Rp 21 jutaan
18 Januari 2026, 07:00 WIB
Tanpa subsidi, Wuling Cortez Darion EV dan PHEV mengalami penyesuaian harga dari Rp 7 juta sampai Rp 40 juta
17 Januari 2026, 17:00 WIB
Harga Chery J6T resmi naik di awal tahun meski peluncuran kendaraan baru dilakukan pada November 2025
17 Januari 2026, 15:00 WIB
Seorang wiraniaga menawarkan diskon Suzuki XL7 Hybrid untuk semua metode pembelian, baik tunai atau kredit
17 Januari 2026, 13:00 WIB
Ada tiga model baru motor listrik VinFast yang meluncur di Vietnam, salah satunya tampil mirip Honda Vario