10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Auto2000 sebut ada belasan mobil terdampak kasus mesin rusak yang sempat viral di media sosial belum lama ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu sempat viral rekaman sejumlah mobil mengalami kerusakan setelah diisi bahan bakar Pertamax. Imbas hal itu, Pertamina langsung melakukan investigasi mandiri menggandeng ITB (Institut Teknologi Bandung).
Akan tetapi merek-merek yang terdampak seperti Toyota dan Daihatsu masih belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus tersebut.
Diler resmi Toyota, Auto2000 membeberkan ada belasan mobil masuk bengkel imbas hal serupa. Namun mereka tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut soal penyebabnya.
“Lebih dari 15 sih mobilnya (yang masuk bengkel). Kita belum tahu ya, dari pabrik kan juga belum ada keterangan resmi. Dalam tahap investigasi,” kata Aji Himawan, Kepala Bengkel Auto2000 Grand Depok City saat ditemui belum lama ini.
Model yang terdampak akibat hal itu juga beragam, mulai dari Innova tahun lama sampai Raize keluaran terbaru.
Secara rinci ada Toyota Kijang Innova lansiran 2005. Kemudian termuda ada Raize dan Agya keluaran 2023. Tetapi sampai saat ini, Aji mengungkapkan belum ada mobil premium mengalami kendala sama.
“(Lansiran) 2005 sampai 2023, range-nya yang pernah kita terima. Untuk mobil premium (Alphard, Vellfire) belum,” tegas Aji.
Menanggapi kondisi tersebut Pertamina bersama PT LAPI ITB melakukan pengujian mandiri lewat pengecekan kualitas Pertamax di terminal BBM sampai SPBU-SPBU.
Setelah itu Pertamina juga melakukan pemeriksaan ke sejumlah bengkel mobil di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat yang menjadi tempat pertama kasus kerusakan mesin ditemukan.
Dari hasil penelusuran sementara di lapangan, pihak Pertamina mengungkapkan mobil terkendala di bagian mesin hanya di beberapa merek dan tipe tertentu.
“Investigasi kualitas produk dilakukan sejak Jumat (22/11) lalu, kami terus berkoordinasi dengan pihak bengkel dan LAPI ITB. Sampel BBM juga sudah kita kirimkan ke Lemigas untuk diuji Laboratorium,” kata Heppy Wulansari, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga dalam siaran resminya.
Pada 1 Desember 2024, Pertamina menegaskan sampel dari endapan kendaraan bermasalah telah dicek. Ditemukan bahwa penyebab rusaknya kendaraan bukan karena penggunaan BBM jenis Pertamax.
Lemigas juga mengungkapkan hal serupa. Pengujian dilakukan di beberapa SPBU di Cibinong, dan bahan bakarnya dinyatakan telah sesuai spesifikasi dan aman digunakan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
23 September 2026, 22:39 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi