TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Luhut akui bangun ekosistem kendaraan listrik tak mudah dan mustahil diselesaikan dalam satu periode presiden
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) mengakui bahwa ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Pasalnya perlu pembangunan yang berkesinambungan agar dapat mencapai harapan.
Luhut akui bangun ekosistem kendaraan listrik tak selesai satu periode presiden tetapi harus melalui beberapa periode kepeminpinan. Hal ini ia sampaikan di Jakarta Senin (12/06).
"Kita melihat kendaraan listrik ini harus utuh dari satu ekosistem. Karena perubahan tidak bisa selesai dengan satu presiden, bisa beberapa presiden tapi yang penting koridornya kita pelihara bersama," tegas Menko Luhut.
Guna mendorong ekosistem, pemerintah pun telah memulai berbagai program termasuk mengembangkan kendaraan elektrifikasi. Dalam hal ini mereja memberikan program bantuan untuk masyarakat yang hendak menggunakan EV.
Ia pun menegaskan bahwa kendaraan listrik tidak hanya akan berbicara tentang mobil atau motor tetapi juga ekosistem pendukung. Terlebih pasar EV di Tanah Air ditargetkan mencapai 10 persen pada 2030.
“Jadi proyek ini berkesinambungan, tidak bisa satu periode presiden selesai tetapi jangka panjang sehingga kita semua harus kompak. Apa yang sudah dibuat anak-anak muda Indonesia sekarang harus jalan, tidak boleh tertunda-tunda,” pungkas Luhut.
Sementara itu berdasarkan studi Maximize Market Research menyebut pada 2030 pasar EV di Indonesia akan mencapai USD2.02 miliar atau setara Rp30 triliun. Dalam laporannya disampaikan bahwa pada 2020 saja nilai pasar kendaraan listrik telah mencapai USD533.19 juta atau sekitar Rp7.93 triliun.
Ada banyak faktor pendukung terjadinya peningkatan nilai pasar termasuk tren alat transportasi di masa depan. Selain itu sumber daya alam yang penting bagi ekosistem serta peta jalan pemerintah untuk EV hingga jaringan stasiun pengisian juga menjadi faktor pendorong.
Maka tidak mengherankan bila mobil listrik diyakini bisa mencapai 250.000 unit di 2030 atau setara 16 persen dari total penjualan. Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi ketimbang target pemerintah.
Kemudian permintaan terhadap sepeda motor listrik juga diperkirakan tumbuh lebih besar dibanding mobil. Pasalnya akan ada 1.9 juta unit yang terjual atau 30 persen dari total penjualan kendaraan roda dua.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
Terkini
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya
29 September 2026, 21:26 WIB
Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan