Ada 3 Titik Perbaikan di Jalan Tol Jakarta Cikampek Hari Ini

Ada tiga titik perbaikan di jalan tol Jakarta Cikampek hari ini (03/06) dan berpotensi menyebabkan kemacetan

Ada 3 Titik Perbaikan di Jalan Tol Jakarta Cikampek Hari Ini

KatadataOTO – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) akan melakukan perbaikan di tiga titik tol Jakarta – Cikampek. Perbaikan ini berpotensi menyebabkan kemacetan mengingat tingginya jumlah kendaraan yang melintas.

Pebaikan sendiri dinilai harus dilakukan untuk meningkatkan keamanan serta kenyamanan pengguna jalan.

"Pekerjaan ini sekaligus merupakan upaya kami dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)," ungkap Amri Sanusi, Senior Manager Representative Office 1 PT JTT, dilansir Antara.

Lokasi Perbaikan Tol Jakarta Cikampek

Ganjil genap tol Trans Jawa
Photo : NTMC
  1. Pekerjaan rekonstruksi pertama berada di akses masuk Gerbang Tol Cibatu. Perbaikan mulai dilakukan pada Jumat (31/05) pukul 22.00 WIB sampai Selasa (04/06) pukul 07.00 WIB.
  2. Lokasi kedua ada di kilometer (km) 25+078 sampai km 25+261 lajur 1 arah Cikampek. Pekerjaan dimulai pada Sabtu (01/06) pukul 21.00 WIB hingga Kamis (06/06) pukul 16.00 WIB.
  3. Titik terakhir pada km 37+000 - km 36+777 lajur bahu luar dan lajur 1 arah Jakarta mulai Senin (03/06) pukul 08.00 WIB sampai Minggu (09/06) pukul 13.00 WIB.

Amri Sanusi menegaskan bahwa ruas tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta maupun Cikampek masih beroperasi secara normal. Meski demikian dirinya mengingatkan kepada pengguna jalan untuk menyesuaikan jadwal perjalanan agar terhindar dari kemacetan.

Pihaknya pun telah menyiapkan prosedur mitigasi agar lalu lintas terjaga. Mulai dari pengalihan arus kendaraan yang terdampak, mempersempit area kerja hingga persiapan skema lawan arah bila terjadi kepadatan.

PT JTT juga melakukan sosialisasi rencana pekerjaan dengan memasang media luar ruang berupa spanduk himbauan pekerjaan dan Dynamic Message Sign. Sehingga diharapkan masyarakat bisa mewaspadai kondisi di depannya.

Perbaikan jalan tol Jakarta-Cikampek
Photo : Antara

Perlu diketahui bahwa SPM adalah ukuran yang harus dicapai dalam penyelenggaraan jalan tol. Berdasarkan Peraturan Menteri PU No. 16/PRT/M/2014 ada beberapa faktor penilaian yaitu kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan serta unit pertolongan dan bantuan pelayanan.

Besaran ukuran yang harus dicapai untuk masing-masing aspek pun terus dievaluasi secara berkala berdasarkan hasil pengawasan fungsi dan manfaat. Dengan demikian diharapkan masyarakat bisa nyaman saat melintas di jalan tol.


Terkini

mobil
Penjualan Honda

Penjualan Honda 2025 Turun Hingga 30 Persen, Ini Penyebabnya

Penjualan Honda 2025 mengalami penurunan yang cukup dampak dari beragam faktor termasuk lemahnya pasar otomotif

mobil
Hyundai

Hyundai Siap Sukseskan Kompetisi ASEAN Cup, Ada Timnas Indonesia

Hyundai menjadi sponsor utama dalam kompetisi ASEAN CUP yang diselenggarakan mulai Juni 2026 mendatang

otosport
Aprilia

Aprilia Perlihatkan Motor Baru Jorge Martin dan Marco Bezzecchi

Aprilia Racing jadi tim MotoGP ketiga yang merilis motor balap baru Marco Bezzecchi dan Jorge Martin

mobil
All-Terrain Circuit Experience BYD

All Train Circuit BYD, Tempat Unjuk Kebolehan NEV

BYD punya sirkuit all-terrain dengan fasilitas lengkap sebagai tempat pengetesan dan pamer ketangguhan New Energy Vehicle atau NEV

news
SIM Keliling Bandung

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung saat Libur Isra Miraj

Meski ada libur nasional Isra Miraj hari ini, SIM keliling Bandung hadir guna memenuhi kebutuhan pengedara

mobil
MotoGP

Penjelasan Aturan Restart Motor di MotoGP, Berlaku Tahun Ini

FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP

otosport
MotoGP 2027

Kata Rossi Soal Peraturan MotoGP 2027, Tetap Andalkan Ducati

Valentino Rossi percaya Desmosedici milik Ducati masih akan kompetitif usai peraturan MotoGP 2027 dijalankan

mobil
Mobil Listrik

Insiden Mobil Listrik Terbakar saat Diparkir, Ini Analisanya

Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia