Wholesales Motor Baru April 2026, Tumbuh 16 Persen Dari Bulan Lalu
12 Mei 2026, 19:21 WIB
Berdasarkan data milik AISI di laman resminya, wholesales motor baru di April 2025 kembali merosot cukup dalam
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Wholesales motor baru tidak kunjung memperlihatkan kinerja yang positif. Bahkan sampai di April 2025 terus merosot.
Mengutip laman resmi AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) pada Minggu (11/05), bulan lalu hanya ada 406.691 kendaraan roda dua yang terkirim dari pabrik ke diler.
Jumlah tersebut terkoreksi cukup besar, yakni 24,92 persen jika dibandingkan dengan Maret 2025. Sebab satu bulan sebelumnya berada di angka 541.684 kendaraan roda dua.
Sementara bila dibandingkan dengan April 2024 juga terperosok mencapai 2,96 persen. Padahal pada periode serupa di tahun lalu menyentuh 419.136 motor baru.
Di sisi lain jika dijumlah wholesales motor baru sejak Januari hingga April 2025, total ada 2.089.953 kendaraan roda dua telah terkumpul.
Kembali, angka itu minus 2,9 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau YoY (Year on Year). Pada empat bulan pertama di 2024, distribisi mencetak 2.154.226 unit.
Jika dirinci kembali, maka ada selisih 64.273 kendaraan roda dua pada empat bulan pertama 2025 maupun 2024.
Pada tempat berbeda hal serupa turut terjadi. Kinerja wholesales motor baru untuk pasar ekspor juga melorot.
Sepanjang April 2025, para manufaktur di Indonesia hanya mampu mengapalkan 38.254 unit ke sejumlah negara tetangga.
Bila diperhatikan seksama, ada selisih 11.744 motor baru atau 23,48 persen dengan satu bulan sebelumnya. Sebab pada Maret 2025 berhasil menembus angka 49.998 unit.
Akan tetapi jika dibadingkan dengan April 2024, wholesales motor baru buat pasar ekspor lebih tinggi 16.89 persen. Pada tahun lalu hanya ada 32.725 unit saja.
Sejumlah faktor pun digadang-gadang menjadi hambatan wholesales motor baru di Tanah Air pada 2025. Seperti kondisi ekonomi sampai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Tentu bila kondisi di atas berlangsung dalam waktu yang cukup lama, bakal membawa dampak buruk atau negatif bagi pasar kendaraan roda dua di Indonesia.
|
Bulan |
2024 |
2025 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bulan |
2024 |
2025 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Mei 2026, 19:21 WIB
12 April 2026, 07:00 WIB
08 April 2026, 15:23 WIB
16 Maret 2026, 19:00 WIB
09 Maret 2026, 17:00 WIB
Terkini
26 Mei 2026, 21:00 WIB
Tiga wanita binaan Rifat Sungkar akan membela Simpati Woman Rally Team dalam berkompetisi di ajang nasional
26 Mei 2026, 20:30 WIB
GIIAS 2026 siap digelar akhir Juli mendatang dengan menampilkan 6 merek baru dari berbagai jenis kendaraan
26 Mei 2026, 19:45 WIB
Etape kelima Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 terasa spesial karena menyuguhkan keindahan alam selatan Jawa
26 Mei 2026, 19:13 WIB
Mobil listrik di Indonesia mengalami pergeseran tren dari sebelumnya, kini banyak orang mencari EV kompak
26 Mei 2026, 18:56 WIB
Dalam penyelenggaraan ketiga ini, Mix Matic Day 2026 berhasil diikuti hingga 248 motor dari berbagai daerah
26 Mei 2026, 15:38 WIB
Yamaha NMAX Turbo memiliki sejumlah fitur andalan yang jadi daya tarik tersendiri bagi para penggunanya
26 Mei 2026, 15:37 WIB
Skutik Yamaha NMAX ramaikan Mangkunegaran Run 2026 yang berlangsung di Solo, jadi opsi mobilitas pilihan
26 Mei 2026, 11:00 WIB
Jetour T1 i-DM bakal mengisi segmen di bawah T2 yang sudah dijual di Indonesia, jadi PHEV perdana Jetour