Pasar Motor Baru ASEAN Tembus 15 Juta Unit, Indonesia Mendominasi
20 Februari 2026, 17:00 WIB
Berdasarkan data milik AISI di laman resminya, wholesales motor baru di April 2025 kembali merosot cukup dalam
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Wholesales motor baru tidak kunjung memperlihatkan kinerja yang positif. Bahkan sampai di April 2025 terus merosot.
Mengutip laman resmi AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) pada Minggu (11/05), bulan lalu hanya ada 406.691 kendaraan roda dua yang terkirim dari pabrik ke diler.
Jumlah tersebut terkoreksi cukup besar, yakni 24,92 persen jika dibandingkan dengan Maret 2025. Sebab satu bulan sebelumnya berada di angka 541.684 kendaraan roda dua.
Sementara bila dibandingkan dengan April 2024 juga terperosok mencapai 2,96 persen. Padahal pada periode serupa di tahun lalu menyentuh 419.136 motor baru.
Di sisi lain jika dijumlah wholesales motor baru sejak Januari hingga April 2025, total ada 2.089.953 kendaraan roda dua telah terkumpul.
Kembali, angka itu minus 2,9 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau YoY (Year on Year). Pada empat bulan pertama di 2024, distribisi mencetak 2.154.226 unit.
Jika dirinci kembali, maka ada selisih 64.273 kendaraan roda dua pada empat bulan pertama 2025 maupun 2024.
Pada tempat berbeda hal serupa turut terjadi. Kinerja wholesales motor baru untuk pasar ekspor juga melorot.
Sepanjang April 2025, para manufaktur di Indonesia hanya mampu mengapalkan 38.254 unit ke sejumlah negara tetangga.
Bila diperhatikan seksama, ada selisih 11.744 motor baru atau 23,48 persen dengan satu bulan sebelumnya. Sebab pada Maret 2025 berhasil menembus angka 49.998 unit.
Akan tetapi jika dibadingkan dengan April 2024, wholesales motor baru buat pasar ekspor lebih tinggi 16.89 persen. Pada tahun lalu hanya ada 32.725 unit saja.
Sejumlah faktor pun digadang-gadang menjadi hambatan wholesales motor baru di Tanah Air pada 2025. Seperti kondisi ekonomi sampai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Tentu bila kondisi di atas berlangsung dalam waktu yang cukup lama, bakal membawa dampak buruk atau negatif bagi pasar kendaraan roda dua di Indonesia.
|
Bulan |
2024 |
2025 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bulan |
2024 |
2025 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Februari 2026, 17:00 WIB
19 Februari 2026, 14:00 WIB
17 Februari 2026, 09:00 WIB
10 Februari 2026, 07:00 WIB
09 Februari 2026, 15:00 WIB
Terkini
22 Februari 2026, 17:00 WIB
Michelin Indonesia bakal meluncurkan produk baru untuk sepeda motor setelah Lebaran untuk perluas pangsa pasarnya
22 Februari 2026, 15:00 WIB
Francesco Bagnaia tengah santer dihubungkan dengan Aprilia Racing pada MotoGP 2027 untuk menggantikan Martin
22 Februari 2026, 13:00 WIB
Honda mengungkapkan Brio Satya S CVT jadi salah satu kontributor utama di pameran otomotif IIMS 2026
22 Februari 2026, 11:00 WIB
Jumlah pemudik saat Lebaran 2026 diprediksi mengalami penurunan cukup besar bila dibandingkan tahun lalu
22 Februari 2026, 09:00 WIB
Sule, artis dan pelawak Tanah Air memiliki sederet koleksi mobil dan diketahui merupakan penyuka Jeep
22 Februari 2026, 07:00 WIB
Mobil Amerika mendapat karpet merah setelah Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di setujui dua negara
21 Februari 2026, 21:00 WIB
Isuzu merupakan salah satu produsen kendaraan niaga yang sudah merakit lokal truk dan mobil pikap di RI
21 Februari 2026, 19:00 WIB
Pemerintah telah menyiapkan 10 tol fungsional untuk beroperasi saat mudik Lebaran 2026 agar mengurangi kemacetan