GIICOMVEC Resmi Dibuka, Gairahkan Pasar Kendaraan Niaga
08 April 2026, 15:23 WIB
Berdasarkan data milik AISI di laman resminya, wholesales motor baru di April 2025 kembali merosot cukup dalam
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Wholesales motor baru tidak kunjung memperlihatkan kinerja yang positif. Bahkan sampai di April 2025 terus merosot.
Mengutip laman resmi AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) pada Minggu (11/05), bulan lalu hanya ada 406.691 kendaraan roda dua yang terkirim dari pabrik ke diler.
Jumlah tersebut terkoreksi cukup besar, yakni 24,92 persen jika dibandingkan dengan Maret 2025. Sebab satu bulan sebelumnya berada di angka 541.684 kendaraan roda dua.
Sementara bila dibandingkan dengan April 2024 juga terperosok mencapai 2,96 persen. Padahal pada periode serupa di tahun lalu menyentuh 419.136 motor baru.
Di sisi lain jika dijumlah wholesales motor baru sejak Januari hingga April 2025, total ada 2.089.953 kendaraan roda dua telah terkumpul.
Kembali, angka itu minus 2,9 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau YoY (Year on Year). Pada empat bulan pertama di 2024, distribisi mencetak 2.154.226 unit.
Jika dirinci kembali, maka ada selisih 64.273 kendaraan roda dua pada empat bulan pertama 2025 maupun 2024.
Pada tempat berbeda hal serupa turut terjadi. Kinerja wholesales motor baru untuk pasar ekspor juga melorot.
Sepanjang April 2025, para manufaktur di Indonesia hanya mampu mengapalkan 38.254 unit ke sejumlah negara tetangga.
Bila diperhatikan seksama, ada selisih 11.744 motor baru atau 23,48 persen dengan satu bulan sebelumnya. Sebab pada Maret 2025 berhasil menembus angka 49.998 unit.
Akan tetapi jika dibadingkan dengan April 2024, wholesales motor baru buat pasar ekspor lebih tinggi 16.89 persen. Pada tahun lalu hanya ada 32.725 unit saja.
Sejumlah faktor pun digadang-gadang menjadi hambatan wholesales motor baru di Tanah Air pada 2025. Seperti kondisi ekonomi sampai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Tentu bila kondisi di atas berlangsung dalam waktu yang cukup lama, bakal membawa dampak buruk atau negatif bagi pasar kendaraan roda dua di Indonesia.
|
Bulan |
2024 |
2025 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bulan |
2024 |
2025 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
08 April 2026, 15:23 WIB
16 Maret 2026, 19:00 WIB
09 Maret 2026, 17:00 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
Terkini
10 April 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 dipamerkan di mall wilayah Jakarta Pusat untuk mendekatkan diri dengan para konsumen setia
10 April 2026, 15:04 WIB
Pembangunan ekosistem EV bakal dipercepat pemerintah untuk mendukung kemandirian energi nasional di masa depan
10 April 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Gran Max banyak diandalkan para pebisnis dalam mendukung mobilitas sehari-hari karena keunggulannya
10 April 2026, 11:00 WIB
Angka penjualan Fuso disebut terbantu dengan adanya pemesanan unit operasional Koperasi Desa Merah Putih
10 April 2026, 08:40 WIB
Kemenperin bakal menggandeng lembaga terkait untuk mengatasi lebih ketat gempuran impor truk dari Cina
10 April 2026, 06:00 WIB
Pembatasan lalu lintas berupa ganjil genap Jakarta tetap di jam sibuk ketat meski sudah memasuki akhir pekan
10 April 2026, 06:00 WIB
Manfaatkan layanan SIM keliling Jakarta sebelum akhir pekan, masih tersebar di lima lokasi berbeda hari ini
10 April 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung demi memfasilitasi para pengendara