Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Volta Indonesia tengah membangun pabrik sepeda motor listrik pertamanya di Tanah Air yang mampu memproduksi ribuan motor per bulan
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Volta Indonesia tengah membangun pabrik sepeda motor listrik di Indonesia. Anak perusahaan PT NFC Indonesia Tbk, MCAS Group dan SiCepat rencananya akan meresmikan pabrik motor listrik pertamanya di Tanah Air bulan ini.
Volta Indonesia akan menemani Gesits yang telah lebih dulu hadir di Indonesia sebagai produsen sepeda motor listrik. Brand asal Semarang, Jawa Tengah ini akan menggunakan sistem baterai yang bisa ditukar.
“Bulan ini kami akan meresmikan pabrik di kawasan industri Semarang. Kapasitas per pasang kita tahap awal 3 ribu unit per bulan. Secara bertahap akan kita tingkatkan hingga 10 ribu,” ucap Willty Awan, Direktur PT Volta Semesta Indonesia di acara E-Vehicle Expo 2021, Bandung, Jawa Barat seperti dikutip dari Antara.
Pembangunan pabrik sendiri dikatakan karena melihat potensi besar dari kendaraan listrik di Indonesia. Pangsa pasarnya terus meningkat seiring berjalannya waktu dan terus berkembang.
“Menurut data Kemenhub, surat izin tipe kendaraan listrik pada 2020 sebanyak 5 ribu unit. Itu sejak awal kendaraan listrik di Indonesia dan sampai saat ini meningkat terus,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa motor listrik Volta memiliki daya tarik karena menggunakan baterai model swap (bisa ditukar). Hal inilah yang memberikan optimisme bisa bersaing di pasar.
Motor listrik dengan sistem baterai tukar akan lebih menarik bagi masyarakat. Nantinya akan lebih banyak masyarakat yang akan beralih dari sepeda motor dengan mesin bakar ke listrik.
“Saat ini motor listrik masih sulit diterima masyarakat Indonesia karena baterainya,” tuturnya kemudian.
Battery Replacement System (SGB), dikatakan merupakan inovasi penggerak yang memiliki tujuan untuk mengurangi penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak). Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Disebutkan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan jumlah mobil listrik menjadi 374.000 unit. Lalu pertumbuhan sepeda motor listrik mencapai 11.8 juta unit pada 2050.
Lebih jauh untuk mendukung perkembangan pasar sepeda motor listrik di Tanah Air, Volta akan membangun SPKLU sebanyak 6.000 unit. Mereka juga akan melengkapi stasiun penukaran baterai menjadi 17.000 unit pada 2025.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota