Ambisi Bos Chery Saingi Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global
30 April 2026, 15:00 WIB
Tesla setop produksi di Shanghai karena para pekerja terjangkit virus Covid-19 yang sedang ramai melanda China
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pandemi Covid-19 sepertinya masih menghantui beberapa sektor akhir-akhir ini. Terbukti produsen otomotif Tesla yang menghentikan produksi mobil listrik mereka di Shanghai.
Dikutip dari Reuters, terdapat 250 juta orang penduduk negeri Tirai Bambu terpapar virus sepanjang Desember 2022. Hal itu terjadi setelah Beijing memberikan kelonggaran pengetatan pencegahan virus Corona.
Salah satu narasumber mengatakan para pekerja di sana jatuh sakit secara bersamaan. Dengan begitu berdampak pada alur kerja mereka.
Melihat hal tersebut Tesla setop produksi serta membatalkan shift pagi guna memberi tahu seluruh karyawan di pusat manufaktur paling produktif agar mulai beristirahat.
Raksasa mobil listrik tersebut berencana menghentikan produksi Model Y pada pabriknya di Shanghai. Nantinya seluruh pekerja diliburkan mulai 25 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023.
Di sisi lain Tesla juga bergulat dengan tingkat inventaris yang tinggi. Sebab China sebagai pasar terbesar kedua secara global akan mengalami penurunan.
Pabrik Shanghai telah difokuskan pada pembuatan model untuk ekspor pada minggu lalu. Namun hingga saat ini belum ada komentar lebih lanjut dari mereka.
Penangguhan perakitan Model Y menjadi bagian pemotongan produksi direncanakan sekitar 30 persen pada varian itu. Padahal model ini menjadi yang terlaris perusahaan milik Elon Musk.
Tahun lalu pabrik Shanghai tetap beroperasi secara normal selama minggu terakhir Desember 2021.
Sebelumnya para pekerja di China diminta Elon Musk membantu tempat produksi di Amerika Serikat. Mereka dikirim guna mengawasi Tesla Gigafactory California juga Texas.
Menurut Carbuzz tim tersebut merupakan dua eksekutif papan atas, yakni Tom Zhu merupakan direktur Gigafactory Shanghai. Lalu ada Song Gang selaku factory manager.
Keduanya dibawa ke negeri Paman Sam untuk memberikan jawaban terhadap masalah yang dialami oleh pabrik mobil listrik Tesla di sana. Sebab hingga sekarang seluruhnya mengalami masalah keterlambatan produksi.
Tom Zhu sama Song Gang diyakini bisa mencari jawaban karena keduanya berhasil membuat Gigafactory Shanghai jadi pabrik dengan produksi mobil listrik Tesla terbesar hingga kini. Catatan itu sangat istimewa karena dicapai di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 April 2026, 15:00 WIB
06 April 2026, 18:00 WIB
22 Februari 2026, 07:00 WIB
01 Februari 2026, 09:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan