Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Subsidi motor listrik memberi dampak positif, seperti yang diungkapkan IBC selaku produsen baterai di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Subsidi motor listrik dari pemerintah mulai memberi dampak positif . Salah satunya dalam penjualan baterai kendaraan elektrik.
Menurut Toto Nugroho selaku Direktur PT IBC (Indonesia Battery Corporation) mengaku memiliki hitung-hitungan sendiri mengenai hal itu.
Toto menilai adanya penjualan baterai hingga 500 megawatt hour (MWh) efek subsidi motor listrik sebanyak 250 ribu unit yang mulai berjalan Maret 2023. Hitungannya berasal dari satu kendaraan roda dua elektrik memiliki kapasitas penampung daya sebesar 2 kilowatt hour (KWh)
“Dari jumlah itu dikalikan besaran baterainya sekitar 2 Kwh. Mendekati 1 gigawatt,” ujar Toto seperti dikutip dari Katadata, Kamis (30/3).
Berangkat dari data di atas pihaknya akan menjadi pemasok tunggal untuk suplai penampung daya motor listrik di dalam negeri. Langkah tersebut diwujudkan melalui pendirian pabrik hasil kerja sama antara IBC dengan konsorsium Korea Selatan, yakni LG Energy Solution dan Hyundai Motor Group.
Toto menuturkan waktu produksinya mulai pada April 2024. Sebagai informasi pabrik dimilikinya sudah mulai dibangun di Karawang, Jawa Barat.
"Insyaallah 2024 berdiri pabrik cell battery kendaraan elektrik pertama dengan nilai investasi satu miliar dolar," tegasnya.
Sejalan dengan Toto, Darmawan Prasodjo menjabat Direktur Utama PT PLN menyampaikan satu motor elektrik dapat menyerap 2 Kwh hingga 2.5 Kwh listrik perseroan per hari atau setara 912.5 KWh satu tahunnya.
Jika dikalkulasikan sama jumlah kendaraan roda dua setrum yang sudah mengaspal sebanyak 18 ribu unit. maka konsumsi daya pada 2023 mencapai 16.425 KWh atau 16.4 MWh.
“Dengan tren motor listrik lebih murah dan fasilitas penukaran baterai diperbanyak di tiap jalan tentu ke depan peningkatkan harus disediakan oleh PLN,” pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya jajaran Presiden Joko Widodo mengucurkan subsidi, anggaran disiapkan sebesar Rp7 triliun. Hal ini agar kendaraan ramah lingkungan lebih terjangkau.
Sebab beberapa waktu belakangan pemerintah menilai banderolnya masih jauh dari kemampuan masyarakat. Oleh karenanya mereka membuat kebijakan itu.
Keputusan subsidi motor listrik rencananya bakal berlaku dua tahun, yakni pada 2023 juga 2024. Diharapkan dapat memberi dampak positif.
Salah satunya seperti pembelian kendaraan roda dua elektrik meningkat dibanding sebelumnya sehingga bisa menambah pemasukan kepada negara.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
28 September 2026, 12:39 WIB
Di tengah ramainya model baru yang ditawarkan di Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport masih menjadi andalan
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung lagi untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda
27 September 2026, 21:23 WIB
SUV legendaris Mitsubishi yakni All-new Pajero kembali hadir, mobil ini mendapat respon baik di Indonesia
27 September 2026, 20:20 WIB
Pada bulan ini harga motor matic 150 cc tidak mengalami kenaikan, jadi kesempatan buat Anda membeli kendaraan