Tips Aman Meninggalkan Motor Listrik saat Mudik Lebaran 2026
16 Maret 2026, 13:34 WIB
Subsidi motor listrik memberi dampak positif, seperti yang diungkapkan IBC selaku produsen baterai di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Subsidi motor listrik dari pemerintah mulai memberi dampak positif . Salah satunya dalam penjualan baterai kendaraan elektrik.
Menurut Toto Nugroho selaku Direktur PT IBC (Indonesia Battery Corporation) mengaku memiliki hitung-hitungan sendiri mengenai hal itu.
Toto menilai adanya penjualan baterai hingga 500 megawatt hour (MWh) efek subsidi motor listrik sebanyak 250 ribu unit yang mulai berjalan Maret 2023. Hitungannya berasal dari satu kendaraan roda dua elektrik memiliki kapasitas penampung daya sebesar 2 kilowatt hour (KWh)
“Dari jumlah itu dikalikan besaran baterainya sekitar 2 Kwh. Mendekati 1 gigawatt,” ujar Toto seperti dikutip dari Katadata, Kamis (30/3).
Berangkat dari data di atas pihaknya akan menjadi pemasok tunggal untuk suplai penampung daya motor listrik di dalam negeri. Langkah tersebut diwujudkan melalui pendirian pabrik hasil kerja sama antara IBC dengan konsorsium Korea Selatan, yakni LG Energy Solution dan Hyundai Motor Group.
Toto menuturkan waktu produksinya mulai pada April 2024. Sebagai informasi pabrik dimilikinya sudah mulai dibangun di Karawang, Jawa Barat.
"Insyaallah 2024 berdiri pabrik cell battery kendaraan elektrik pertama dengan nilai investasi satu miliar dolar," tegasnya.
Sejalan dengan Toto, Darmawan Prasodjo menjabat Direktur Utama PT PLN menyampaikan satu motor elektrik dapat menyerap 2 Kwh hingga 2.5 Kwh listrik perseroan per hari atau setara 912.5 KWh satu tahunnya.
Jika dikalkulasikan sama jumlah kendaraan roda dua setrum yang sudah mengaspal sebanyak 18 ribu unit. maka konsumsi daya pada 2023 mencapai 16.425 KWh atau 16.4 MWh.
“Dengan tren motor listrik lebih murah dan fasilitas penukaran baterai diperbanyak di tiap jalan tentu ke depan peningkatkan harus disediakan oleh PLN,” pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya jajaran Presiden Joko Widodo mengucurkan subsidi, anggaran disiapkan sebesar Rp7 triliun. Hal ini agar kendaraan ramah lingkungan lebih terjangkau.
Sebab beberapa waktu belakangan pemerintah menilai banderolnya masih jauh dari kemampuan masyarakat. Oleh karenanya mereka membuat kebijakan itu.
Keputusan subsidi motor listrik rencananya bakal berlaku dua tahun, yakni pada 2023 juga 2024. Diharapkan dapat memberi dampak positif.
Salah satunya seperti pembelian kendaraan roda dua elektrik meningkat dibanding sebelumnya sehingga bisa menambah pemasukan kepada negara.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Maret 2026, 13:34 WIB
13 Maret 2026, 17:00 WIB
12 Maret 2026, 21:00 WIB
11 Maret 2026, 18:00 WIB
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif