Baru Debut, Nama Motor Listrik Honda UC3 Terdaftar di Indonesia
20 Januari 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah memastikan program subsidi motor listrik konversi akan terus berlanjut di tahun depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan program subsidi motor listrik tetap berlanjut tahun depan. Dengan demikian diharapkan perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia bisa lebih optimal.
Meski saat ini perkembangannya terbilang lambat, sepeda motor listrik konversi dinilai memudahkan masyarakat. Pasalnya dana yang harus dikeluarkan peminatnya jadi lebih kecil ketimbang beli unit baru.
“Tentu bakal dilakukan penyempurnaan di beberapa bagian karena saat ini juga sedang dalam proses. Jadi semuanya akan dievaluasi,” ungkap Harris, Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konversi Energi ESDM.
Ia pun menambahkan bila dalam regulasi disampaikan subsidi harus dihentikan maka revisi dapat dilakukan selama dalam masa evaluasi.
“Karena konversi merupakan upaya pemerintah dalam mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Apalagi motornya bisa tetap beroperasi tanpa menghilangkan identitas model asli,” tambahnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa program subsidi motor listrik konversi kurang mendapat respon positif. Sepanjang 2023 jumlah unit yang telah diubah baru 1.000 unit dari target 50.000 unit.
Untuk melakukan konversi, masyarakat pun harus memenuhi beberapa persyaratan seperti KTP, BPKB, STNK dan motor dalam kondisi masih bisa digunakan..
Pendaftaran bisa dilakukan melalui link ebtke.esdm.go.id/konversi. Pemohon tinggal memilih lokasi, pilih bengkel tersedia kemudian mengisi formulir identitas pemilik serta kendaraan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan program subsidi konversi sepeda motor konvensional ke listrik tetap berlanjut tahun depan. Dengan demikian diharapkan perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia bisa lebih optimal.
Meski saat ini perkembangannya terbilang lambat, konversi motor konvensional ke listrik dinilai memudahkan masyarakat. Pasalnya dana yang harus dikeluarkan peminatnya jadi lebih kecil ketimbang beli unit baru.
“Tentu bakal dilakukan penyempurnaan di beberapa bagian karena saat ini juga sedang dalam proses. Jadi semuanya akan dievaluasi,” ungkap Harris, Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konversi Energi ESDM.
Ia pun menambahkan bila dalam regulasi disampaikan subsidi harus dihentikan maka revisi dapat dilakukan selama dalam masa evaluasi.
“Karena konversi merupakan upaya pemerintah dalam mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Apalagi motor bisa tetap beroperasi tanpa menghilangkan identitas model asli,” tambahnya kemudian.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Januari 2026, 07:00 WIB
17 Januari 2026, 13:00 WIB
12 Januari 2026, 10:00 WIB
10 Januari 2026, 15:00 WIB
07 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
21 Januari 2026, 08:00 WIB
Bengkel modifikasi Portals Sticker melihat peluang menghadirkan inovasi baru untuk para pengguna mobil Cina
21 Januari 2026, 07:00 WIB
Keputusan Geely membawa Zeekr serta Lynk & Co ke Indonesia untuk menambah opsi mobil listrik bagi konsumen
21 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih diterapkan untuk atasi kemacetan lalu lintas yang terus terjadi setiap hari
21 Januari 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku kartu bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, simak informasinya
21 Januari 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi dan dituju pengendara hari ini ada di ITC Kebon Kelapa
20 Januari 2026, 21:00 WIB
Geely EX2 hadir sebagai bukti komitmen mereka terhadap strategi global dalam menjual mobil listrik modern
20 Januari 2026, 20:00 WIB
Desain SUV terbaru GAC Aion N60 dirancang oleh mantan desainer BMW, punya tampilan tenang dan elegan
20 Januari 2026, 19:00 WIB
Royal Alloy JPS 245 hadir untuk memenuhi kebutuhan para pencinta motor klasik yang ingin melakukan touring