Spesifikasi Xpeng G9L yang Mau Meluncur Pekan Depan
07 November 2026, 09:00 WIB
Pemerintah akui telah terjadi penundaan pemberian insentif motor listrik akibat adanya tarif impor Amerika
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Tarif impor yang akan dibebankan oleh Amerika Serikat pada sejumlah negara termasuk Indonesia rupanya berdampak langsung pada sektor otomotif. Akibat aturan tersebut, pemerintah harus menunda pemberian subsidi motor listrik.
Padahal aturan tersebut sudah ditunggu pabrikan dan konsumen karena bisa sangat berdampak ke harga jual kendaraan. Selisih pun terbilang cukup besar sehingga berhasil membuat penjualan meningkat di 2024.
"Karena ada proses terkait tarif impor dari Trump yang kemudian membuat kita harus tunda dulu sementara. Tapi program akan tetap dilanjutkan,” ungkap Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin).
Sayangnya ia tidak menjelaskan mengapa tarif impor Amerika Serikat hingga membuat pemerintah menunda pemberian insentif.
Perlu diketahui bahwa Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan berbagai syarat untuk pengajuan subsidi motor listrik yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 21 Tahun 2023.
Aturan tersebut merupakan hasil revisi dari Permenperin No. 6 Tahun 2023 yang mengatur panduan bantuan pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua.
Di dalamnya disampaikan bahwa pemerintah bakal memberi subsidi sebesar Rp 7 juta untuk setiap pembelian. Insentif tersebut diberikan hanya buat satu KTP sehingga masyarakat tidak bisa mengajukan berkali-kali.
Sepanjang 2024 pemerintah telah mengalokasikan 200.000 unit motor listrik dan 50.000 motor konversi. Total anggaran yang sudah tersalurkan adalah Rp 1,7 triliun.
Lamanya keputusan insentif motor listrik pun sudah mulai dikeluhkan oleh perusahaan. Pasalnya penjualan mobil sudah semakin menurun.
“Tentu kami berharap kejelasan skema ataupun bentuk dari kebijakan pemerintah ini agar bisa diumumkan lebih cepat,” ungkap Putu Yudha, Chief Operating Officer Alva beberapa waktu lalu.
Hal senada pun juga dirasakan oleh United E-Motor. Mereka mengungkapkan bahwa para konsumen jadi enggan membelanjakan uangnya.
Sebab masih menanti kapan subsidi motor listrik akan dikucurkan oleh pemerintah untuk masyarakat di Tanah Air.
“Pasti berdampak besar, karena kan masyarakat rata-rata jadi menunggu (subsidi motor listrik),” kata Andry Dwinanda, General Manager United E-Motor pada kesempatan berbeda.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 November 2026, 09:00 WIB
06 November 2026, 09:00 WIB
06 November 2026, 07:00 WIB
05 November 2026, 15:00 WIB
04 November 2026, 07:00 WIB
Terkini
07 November 2026, 17:37 WIB
Jeep Indonesia resmi luncurkan Wrangler 85th Anniversary Edition yang ditawarkan dalam jumlah terbatas
07 November 2026, 11:00 WIB
Sejumlah strategi yang diterapkan oleh Hyundai diklaim berhasil mengerek penjualan mobil baru sejak awal 2026
07 November 2026, 09:00 WIB
Xpeng G9L menawarkan sejumlah fitur kekinian untuk bisa bersaing dalam segmen SUV listrik premium Indonesia
07 November 2026, 07:00 WIB
Honda CBR1000RR-R Fireblade 2027 disebut mendapat sentuhan ubahan 75 Persen Komponen dari pendahulunya dan tawarkan Tipe HRC Works
07 November 2026, 06:40 WIB
Jorge Martin berambisi untuk merusak kesempatan emas Marquez meraih gelar juara dunia di MotoGP Qatar 2026
06 November 2026, 18:04 WIB
Berkat podiumnya di Sepang, Malaysia, Veda Ega optimistis bisa kembali menyumbangkan hasil positif di Qatar
06 November 2026, 15:00 WIB
Variasi model kian bertambah dan harga kompetitif, tren penjualan mobil hybrid masih akan meningkat di 2026
06 November 2026, 13:00 WIB
Lima model mobil listrik Wuling diklaim berhasil memenuhi regulasi TKDN 60 persen yang berlaku tahun depan