10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Pemerintah akui telah terjadi penundaan pemberian insentif motor listrik akibat adanya tarif impor Amerika
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Tarif impor yang akan dibebankan oleh Amerika Serikat pada sejumlah negara termasuk Indonesia rupanya berdampak langsung pada sektor otomotif. Akibat aturan tersebut, pemerintah harus menunda pemberian subsidi motor listrik.
Padahal aturan tersebut sudah ditunggu pabrikan dan konsumen karena bisa sangat berdampak ke harga jual kendaraan. Selisih pun terbilang cukup besar sehingga berhasil membuat penjualan meningkat di 2024.
"Karena ada proses terkait tarif impor dari Trump yang kemudian membuat kita harus tunda dulu sementara. Tapi program akan tetap dilanjutkan,” ungkap Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin).
Sayangnya ia tidak menjelaskan mengapa tarif impor Amerika Serikat hingga membuat pemerintah menunda pemberian insentif.
Perlu diketahui bahwa Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan berbagai syarat untuk pengajuan subsidi motor listrik yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 21 Tahun 2023.
Aturan tersebut merupakan hasil revisi dari Permenperin No. 6 Tahun 2023 yang mengatur panduan bantuan pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua.
Di dalamnya disampaikan bahwa pemerintah bakal memberi subsidi sebesar Rp 7 juta untuk setiap pembelian. Insentif tersebut diberikan hanya buat satu KTP sehingga masyarakat tidak bisa mengajukan berkali-kali.
Sepanjang 2024 pemerintah telah mengalokasikan 200.000 unit motor listrik dan 50.000 motor konversi. Total anggaran yang sudah tersalurkan adalah Rp 1,7 triliun.
Lamanya keputusan insentif motor listrik pun sudah mulai dikeluhkan oleh perusahaan. Pasalnya penjualan mobil sudah semakin menurun.
“Tentu kami berharap kejelasan skema ataupun bentuk dari kebijakan pemerintah ini agar bisa diumumkan lebih cepat,” ungkap Putu Yudha, Chief Operating Officer Alva beberapa waktu lalu.
Hal senada pun juga dirasakan oleh United E-Motor. Mereka mengungkapkan bahwa para konsumen jadi enggan membelanjakan uangnya.
Sebab masih menanti kapan subsidi motor listrik akan dikucurkan oleh pemerintah untuk masyarakat di Tanah Air.
“Pasti berdampak besar, karena kan masyarakat rata-rata jadi menunggu (subsidi motor listrik),” kata Andry Dwinanda, General Manager United E-Motor pada kesempatan berbeda.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika