Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISMOLI mengatakan kalau populasi motor listrik di Indonesia pada Januari 2024 mencapai 75 ribu unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Minat masyarakat terhadap motor listrik mulai tumbuh. Namun memang pergerakannya tidak tumbuh secara pesat.
Kendati demikian Abdullah Alwi selaku Sekretaris AISMOLI (Asosiasi Industri Motor Listrik) mengaku kalau jumlah kendaraan roda dua setrum sudah menyentuh puluhan ribu unit pada Januari 2024.
“Sampai hari ini populasi motor listrik di Indonesia sudah sekitar 75 ribu atau sekitar 74.998 unit menurut data SRUT (Sistem Sertifikasi Registrasi Uji Tipe) milik Kemenhub,” kata Abdullah diskusi Xplore Motor Listrik di Jakarta pada Kamis (25/1).
Lebih jauh sekretaris AISMOLI satu ini menuturkan kalau jumlah kendaraan roda dua setrum di Tanah Air terus meningkat secara signifikan.
Meski begitu masyarakat dinilai masih perlu waktu cukup lama buat beralih dari kendaraan konvensional menuju motor listrik.
Sebab serapan subsidi motor listrik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan cukup lambat. Bahkan di 2023 hanya tersalurkan 11.532 unit.
Sedangkan pada tahun ini belum tersalurkan sama sekali. Sehingga peminat motor listrik subdsidi masih sangat minim.
“Ini sebetulnya angka yang sangat kecil dari target telah ditetapkan,” tambah Abdullah Alwi.
Di sisi lain pemerintah melakukan sejumlah langkah cepat buat menangani sepinya minat motor listrik subsidi. Seperti contoh mengurangi kuota yang disediakan.
Seperti dikatakan Agus Gumiwang selaku Menteri Perindustrian (Menperin). Dia menuturkan kalau bantuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di 2024 hanya 50 ribu unit dengan total anggaran Rp350 miliar.
Jumlah kuota subsidi motor listrik di atas turun drastis dari jatah awal ditetapkan dalam Permenperin Nomor 6 Tahun 2023, yakni sebesar 600 ribu unit pada tahun ini.
Perubahan di atas hasil evaluasi dari penyerapan program subsidi motor listrik yang jauh dari target pada 2023 sebesar 200 ribu unit.
“Disebabkan penyerapannya tidak sesuai bahkan jauh dari sudah disiapkan, yaitu 200 ribu unit. Sehingga menjadi beban kita dalam konteks tidak berhasil memberikan penyerapan anggaran,” kata Agus Gumiwang.
Lebih jauh Menperin menilai kalau salah satu kendala dalam penyerapan subsidi motor listrik adalah masyarakat masih mempertimbangkan kapasitas baterai. Kemudian lamanya waktu pengisian daya harus dilakukan.
“Jadi baterai itu kunci terhadap keberhasilan program mobil dan motor listrik," tegas Agus Gumiwang.
Sebagai informasi saat ini sudah ada 19 merek motor listrik subsidi serta 56 model yang dapat dipilih masyarakat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
19 Juli 2026, 14:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda