Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan
14 Mei 2026, 11:31 WIB
AISMOLI mengatakan kalau populasi motor listrik di Indonesia pada Januari 2024 mencapai 75 ribu unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Minat masyarakat terhadap motor listrik mulai tumbuh. Namun memang pergerakannya tidak tumbuh secara pesat.
Kendati demikian Abdullah Alwi selaku Sekretaris AISMOLI (Asosiasi Industri Motor Listrik) mengaku kalau jumlah kendaraan roda dua setrum sudah menyentuh puluhan ribu unit pada Januari 2024.
“Sampai hari ini populasi motor listrik di Indonesia sudah sekitar 75 ribu atau sekitar 74.998 unit menurut data SRUT (Sistem Sertifikasi Registrasi Uji Tipe) milik Kemenhub,” kata Abdullah diskusi Xplore Motor Listrik di Jakarta pada Kamis (25/1).
Lebih jauh sekretaris AISMOLI satu ini menuturkan kalau jumlah kendaraan roda dua setrum di Tanah Air terus meningkat secara signifikan.
Meski begitu masyarakat dinilai masih perlu waktu cukup lama buat beralih dari kendaraan konvensional menuju motor listrik.
Sebab serapan subsidi motor listrik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan cukup lambat. Bahkan di 2023 hanya tersalurkan 11.532 unit.
Sedangkan pada tahun ini belum tersalurkan sama sekali. Sehingga peminat motor listrik subdsidi masih sangat minim.
“Ini sebetulnya angka yang sangat kecil dari target telah ditetapkan,” tambah Abdullah Alwi.
Di sisi lain pemerintah melakukan sejumlah langkah cepat buat menangani sepinya minat motor listrik subsidi. Seperti contoh mengurangi kuota yang disediakan.
Seperti dikatakan Agus Gumiwang selaku Menteri Perindustrian (Menperin). Dia menuturkan kalau bantuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di 2024 hanya 50 ribu unit dengan total anggaran Rp350 miliar.
Jumlah kuota subsidi motor listrik di atas turun drastis dari jatah awal ditetapkan dalam Permenperin Nomor 6 Tahun 2023, yakni sebesar 600 ribu unit pada tahun ini.
Perubahan di atas hasil evaluasi dari penyerapan program subsidi motor listrik yang jauh dari target pada 2023 sebesar 200 ribu unit.
“Disebabkan penyerapannya tidak sesuai bahkan jauh dari sudah disiapkan, yaitu 200 ribu unit. Sehingga menjadi beban kita dalam konteks tidak berhasil memberikan penyerapan anggaran,” kata Agus Gumiwang.
Lebih jauh Menperin menilai kalau salah satu kendala dalam penyerapan subsidi motor listrik adalah masyarakat masih mempertimbangkan kapasitas baterai. Kemudian lamanya waktu pengisian daya harus dilakukan.
“Jadi baterai itu kunci terhadap keberhasilan program mobil dan motor listrik," tegas Agus Gumiwang.
Sebagai informasi saat ini sudah ada 19 merek motor listrik subsidi serta 56 model yang dapat dipilih masyarakat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Mei 2026, 11:31 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 21:57 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia