Versi Baru Charged Maleo S Meluncur, Ada Program Sewa Harian
29 Januari 2026, 14:00 WIB
AISMOLI mengatakan kalau populasi motor listrik di Indonesia pada Januari 2024 mencapai 75 ribu unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Minat masyarakat terhadap motor listrik mulai tumbuh. Namun memang pergerakannya tidak tumbuh secara pesat.
Kendati demikian Abdullah Alwi selaku Sekretaris AISMOLI (Asosiasi Industri Motor Listrik) mengaku kalau jumlah kendaraan roda dua setrum sudah menyentuh puluhan ribu unit pada Januari 2024.
“Sampai hari ini populasi motor listrik di Indonesia sudah sekitar 75 ribu atau sekitar 74.998 unit menurut data SRUT (Sistem Sertifikasi Registrasi Uji Tipe) milik Kemenhub,” kata Abdullah diskusi Xplore Motor Listrik di Jakarta pada Kamis (25/1).
Lebih jauh sekretaris AISMOLI satu ini menuturkan kalau jumlah kendaraan roda dua setrum di Tanah Air terus meningkat secara signifikan.
Meski begitu masyarakat dinilai masih perlu waktu cukup lama buat beralih dari kendaraan konvensional menuju motor listrik.
Sebab serapan subsidi motor listrik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan cukup lambat. Bahkan di 2023 hanya tersalurkan 11.532 unit.
Sedangkan pada tahun ini belum tersalurkan sama sekali. Sehingga peminat motor listrik subdsidi masih sangat minim.
“Ini sebetulnya angka yang sangat kecil dari target telah ditetapkan,” tambah Abdullah Alwi.
Di sisi lain pemerintah melakukan sejumlah langkah cepat buat menangani sepinya minat motor listrik subsidi. Seperti contoh mengurangi kuota yang disediakan.
Seperti dikatakan Agus Gumiwang selaku Menteri Perindustrian (Menperin). Dia menuturkan kalau bantuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di 2024 hanya 50 ribu unit dengan total anggaran Rp350 miliar.
Jumlah kuota subsidi motor listrik di atas turun drastis dari jatah awal ditetapkan dalam Permenperin Nomor 6 Tahun 2023, yakni sebesar 600 ribu unit pada tahun ini.
Perubahan di atas hasil evaluasi dari penyerapan program subsidi motor listrik yang jauh dari target pada 2023 sebesar 200 ribu unit.
“Disebabkan penyerapannya tidak sesuai bahkan jauh dari sudah disiapkan, yaitu 200 ribu unit. Sehingga menjadi beban kita dalam konteks tidak berhasil memberikan penyerapan anggaran,” kata Agus Gumiwang.
Lebih jauh Menperin menilai kalau salah satu kendala dalam penyerapan subsidi motor listrik adalah masyarakat masih mempertimbangkan kapasitas baterai. Kemudian lamanya waktu pengisian daya harus dilakukan.
“Jadi baterai itu kunci terhadap keberhasilan program mobil dan motor listrik," tegas Agus Gumiwang.
Sebagai informasi saat ini sudah ada 19 merek motor listrik subsidi serta 56 model yang dapat dipilih masyarakat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Januari 2026, 14:00 WIB
20 Januari 2026, 07:00 WIB
17 Januari 2026, 13:00 WIB
12 Januari 2026, 10:00 WIB
10 Januari 2026, 15:00 WIB
Terkini
01 Februari 2026, 17:17 WIB
Toyota FT 86, Vespa Corsa 125 sampai Toyota Alphard jadi tiga dari sekian koleksi kendaraan Reza Arap
01 Februari 2026, 15:00 WIB
Shell, BP AKR sampai Vivo menurunkan harga BBM untuk periode Februari 2026 dengan besaran yang berbeda
01 Februari 2026, 13:00 WIB
Toyota Motor Corporation memberi atensi lebih terhadap penjualan mereka di Indonesia yang turun signifikan
01 Februari 2026, 11:00 WIB
Penjualan Toyota group pecahkan rekor baru dan menjadi pabrikan terlaris di dunia 2025 ungguli Volkswagen
01 Februari 2026, 09:00 WIB
Tajamnya penurunan penjualan sepertinya menjadi salah satu alasan Elon Musk mengalihkan fokus Tesla ke robot
01 Februari 2026, 07:00 WIB
Melansir laman resmi Pertamina, untuk harga BBM non subsidi mengalami penurunan dengan besaran bervariasi
31 Januari 2026, 19:00 WIB
Banyak rival di pasaran, MG belum akan bawa mobil listrik murah harga Rp 200 jutaan ke pasar Indonesia
31 Januari 2026, 17:00 WIB
Gaikindo akhirnya resmi menargetkan penjualan mobil di Indonesia sebesar 850.000 unit sepanjang 2026