Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
AISMOLI mengatakan kalau populasi motor listrik di Indonesia pada Januari 2024 mencapai 75 ribu unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Minat masyarakat terhadap motor listrik mulai tumbuh. Namun memang pergerakannya tidak tumbuh secara pesat.
Kendati demikian Abdullah Alwi selaku Sekretaris AISMOLI (Asosiasi Industri Motor Listrik) mengaku kalau jumlah kendaraan roda dua setrum sudah menyentuh puluhan ribu unit pada Januari 2024.
“Sampai hari ini populasi motor listrik di Indonesia sudah sekitar 75 ribu atau sekitar 74.998 unit menurut data SRUT (Sistem Sertifikasi Registrasi Uji Tipe) milik Kemenhub,” kata Abdullah diskusi Xplore Motor Listrik di Jakarta pada Kamis (25/1).
Lebih jauh sekretaris AISMOLI satu ini menuturkan kalau jumlah kendaraan roda dua setrum di Tanah Air terus meningkat secara signifikan.
Meski begitu masyarakat dinilai masih perlu waktu cukup lama buat beralih dari kendaraan konvensional menuju motor listrik.
Sebab serapan subsidi motor listrik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan cukup lambat. Bahkan di 2023 hanya tersalurkan 11.532 unit.
Sedangkan pada tahun ini belum tersalurkan sama sekali. Sehingga peminat motor listrik subdsidi masih sangat minim.
“Ini sebetulnya angka yang sangat kecil dari target telah ditetapkan,” tambah Abdullah Alwi.
Di sisi lain pemerintah melakukan sejumlah langkah cepat buat menangani sepinya minat motor listrik subsidi. Seperti contoh mengurangi kuota yang disediakan.
Seperti dikatakan Agus Gumiwang selaku Menteri Perindustrian (Menperin). Dia menuturkan kalau bantuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di 2024 hanya 50 ribu unit dengan total anggaran Rp350 miliar.
Jumlah kuota subsidi motor listrik di atas turun drastis dari jatah awal ditetapkan dalam Permenperin Nomor 6 Tahun 2023, yakni sebesar 600 ribu unit pada tahun ini.
Perubahan di atas hasil evaluasi dari penyerapan program subsidi motor listrik yang jauh dari target pada 2023 sebesar 200 ribu unit.
“Disebabkan penyerapannya tidak sesuai bahkan jauh dari sudah disiapkan, yaitu 200 ribu unit. Sehingga menjadi beban kita dalam konteks tidak berhasil memberikan penyerapan anggaran,” kata Agus Gumiwang.
Lebih jauh Menperin menilai kalau salah satu kendala dalam penyerapan subsidi motor listrik adalah masyarakat masih mempertimbangkan kapasitas baterai. Kemudian lamanya waktu pengisian daya harus dilakukan.
“Jadi baterai itu kunci terhadap keberhasilan program mobil dan motor listrik," tegas Agus Gumiwang.
Sebagai informasi saat ini sudah ada 19 merek motor listrik subsidi serta 56 model yang dapat dipilih masyarakat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia