Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah targetkan 1.000 bengkel konversi motor listrik di 2024, saat ini baru ada 24 layanan tersertifikasi
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Jumlah bengkel konversi motor listrik akan terus diperbanyak untuk mendukung percepatan elektrifikasi. Sebagai informasi per tahun ini ada 24 layanan yang tersertifikasi dan sudah bisa digunakan masyarakat.
Hal tersebut merupakan salah satu bagian dari target pemerintah mencapai jumlah motor hasil konversi sebanyak 6 juta unit di 2030, seperti disampaikan oleh Senda Hurmuzan Kanam selaku Kepala Balai Besar Surver dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi.
Ia menyebut bahwa pelaksanaan transisi energi memiliki banyak tantangan, butuh komitmen dan konsistensi dari seluruh pihak terkait untuk mencapai hal tersebut.
“Untuk mendukung ekosistem program konversi sepeda motor listrik berbasis baterai berjalan baik dan lancar dibutuhkan kolaborasi dan kemitraan dengan seluruh stakeholder, baik instansi pemerintah, BUMN, swasta, akademisi, asosiasi serta masyarakat,” ungkpanya dikutip dari laman resmi ESDM, Senin (31/7).
Diperbanyaknya jumlah bengkel konversi tersertifikasi menurutnya dapat mendorong berkembangnya usaha baru seperti industri komponen utama, UMKM Bengkel Konversi dan Service, peleburan logam hingga pengelolaan limbah baterai sampai pengembangan tenaga teknik montir konversi.
“Salah satu yang terpenting juga adalah mempersiapkan bengkel-bengkel konversi saat ini sudah mencapai 24 bengkel dan akan kita upayakan untuk terus bertambah hingga 100 atau 1.000 bengkel di tahun depan,” ujarnya.
Pengembangan bengkel juga nantinya bakal diimbangi pelatihan kepada bengkel lokal, agar ke depannya dapat membangun bengkel kecil binaan dan dapat merujuk perizinan ke unit terdaftar, diharapkan mempercepat target 1.000 bengkel.
Kementerian ESDM sendiri sekarang telah melakukan Pelatihan Tenaga Teknis atau montir Bengkel Konversi di 3 kota yakni Purbalingga, Denpasar dan Surabaya, jumlah 20 orang setiap kotanya.
Di Pusat Pengembangan SDM Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) digelar Teknis Konversi Sepeda Motor BBM jadi Sepeda Motor Listrik. Kegiatannya gratis dan diikuti peserta dari sejumlah bengkel konversi di seluruh Indonesia.
Materi pelatihannya memakan waktu 80 jam. 30 jam di antaranya untuk teori sementara 50 jam lagi untuk praktik bersama tenaga pengajar dari Balai Besar Survei dan Pengujian KEBTKE dan BRIN.
Harapannya pelatihan tersebut memiliki dampak baik untuk semua pihak seperti mempercepat target jumlah motor konversi serta menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dalam melakukan konversi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
07 Oktober 2026, 16:06 WIB
BNI TapCash bisa diandalkan untuk pembayaran tol sampai berbelanja makanan dan minuman saat road trip
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
Pertamina Enduro VR46 Racing Team akan tampil beda dengan livery khusus yang menggambarkan kekuatan Indonesia
07 Oktober 2026, 07:00 WIB
MotoGP Mandalika 2026 bisa jadi kesempatan bagi Marquez untuk meraih poin dan memangkas jarak dengan Martin
07 Oktober 2026, 06:09 WIB
Evaluasi terhadap aturan Ganjil Genap Jakarta terus dilakukan untuk bisa mengurangi tingkat kemacetan
07 Oktober 2026, 06:08 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang aktif
07 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung salah satu fasilitas yang dihadirkan pihak kepolisian agar lebih memudahkan pengendara
06 Oktober 2026, 22:00 WIB
Enea Bastianini resmi menjalin kerja sama dengan merek kacamata Police yang bisa menunjang penampilannya
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
Kei car listrik BYD Racco mengincar pasar mobil setir kanan seperti Makau dan Sri Lanka, selanjutnya bisa jadi RI