Indomobil eMotor Kenalkan Dua Motor Listrik di IIMS 2026
06 Februari 2026, 16:00 WIB
Subsidi motor listrik bakal mulai disalurkan pemerintah pada Maret 2023 dengan besaran Rp7 juta kepada masyarakat
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pemberian subsidi motor listrik oleh pemerintah seperti semakin dekat. Hal ini setelah Arifin Tasrif, Menteri ESDM mengatakan kalau rencana tersebut bakal dilakukan mulai Maret 2023.
Bahkan dia menuturkan insentif yang akan diberikan untuk pembelian kendaraan roda dua elektrik serta konversi masing-masing senilai Rp7 juta per unit. Sementara buat mobil setrum disalurkan dalam bentuk stimulus pajak.
Kabar baik ini Arifin sampaikan setelah menghadiri rapat koordinasi dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Senin (20/2).
“Tadi rapat mengenai implementasi untuk kendaraan listrik, rencananya Maret sudah jalan. Kalau sepeda motor besaran magnitudenya (Rp7 juta),” Kata Arifin dikutip dari Katadata.
Selain itu dia menjelaskan bahwa subsidi motor listrik diberikan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kendaraan ramah lingkungan. Di sisi lain guna mengurangi impor BBM (Bahan Bakar Minyak) yang selama ini cukup besar.
“Tujuannya apa, satu memakai sepeda motor listrik masyarakat bisa menghemat biaya bahan bakar, jadi udara kita bersih karena bisa mengurangi emisi karbon gitu manfaatnya,” lanjutnya.
Kemudian Arifin juga sudah melakukan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk menyiapkan 1.000 bengkel konversi tersertifikasi di Indonesia. Hal ini agar mengakselerasi modifikasi motor konvensional ke listrik.
Adapun pemerintah menargetkan 50 ribu unit hasil konversi pada 2023. Oleh sebab itu dia terus menggenjot semua persiapan buat membangun ekosistemnya,
“Bayangin kalau satu bengkel bisa 100 kali konversi per bulan,” tegas Arifin.
Sebelumnya Luhut menuturkan bahwa pemerintah menargetkan porsi motor listrik mencapai 10 persen dari total populasi kendaraan setrum dalam dua tahun atau pada 2025. Di sisi lain, langkah ini diprioritaskan untuk masyarakat sederhana.
“Ada dua jenis insentif, satu roda dua konversi kemudian yang motor listrik murni angkanya kira-kira Rp7 juta,” ungkapnya.
Luhut juga mendorong agar produsen otomotif dapat meningkatkan produksi kendaraan listrik. Jadi dananya bisa terserap dengan lebih baik.
Lebih lanjut Luhut menjelaskan bahwa penggunaan produk berbasis listrik bisa menghemat pembelian BBM. Oleh karena itu masyarakat didorong untuk membeli kendaraan elektrik.
Langkah tersebut diambil Indonesia meniru berbagai negara lain yang sudah menerapkan subsidi motor listrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Februari 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 14:00 WIB
29 Januari 2026, 14:00 WIB
20 Januari 2026, 07:00 WIB
17 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
08 Februari 2026, 08:00 WIB
Mazda CX-60 Sport mendapat sentuhan ringan yang dipercaya bisa memberikan nilai lebih bagi para penggunanya
08 Februari 2026, 07:00 WIB
Kolaborasi Pindad dan Ashok Leyland saling memperkuat di bidang mobilitas dan teknologi pertahanan maju
07 Februari 2026, 20:00 WIB
Venom Purple hadir di IIMS 2026 dengan menawarkan beragam aksesoris menarik untuk dunia modifikasi kendaraan
07 Februari 2026, 16:24 WIB
Zeekr kembali mengaspal di Indonesia, jenama asal Cina ini langsung memboyong dua mobil dalam gelaran IIMS 2026
07 Februari 2026, 15:00 WIB
Tekiro kembali meramaikan ajang IIMS 2026 dengan memboyong berbagai produk unggulan hingga promo terbaik
07 Februari 2026, 14:00 WIB
Hyundai berharap ada peningkatan animo di IIMS 2026, sehingga bisa menjual lebih banyak mobil baru mereka
07 Februari 2026, 13:00 WIB
Meski tidak membawa produk baru, Jaecoo mengajak pengunjung untuk mengembangkan kendaraan di masa depan
07 Februari 2026, 12:00 WIB
Prestige memboyong Pindad Maung MV1 dan MV2 4x4 agar para pengunjung IIMS 2026 bisa melihat secara lebih dekat