Harga Motor Listrik VinFast di RI, Mulai Dikirim Juni 2026
22 Mei 2026, 07:00 WIB
Subsidi motor listrik bakal mulai disalurkan pemerintah pada Maret 2023 dengan besaran Rp7 juta kepada masyarakat
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pemberian subsidi motor listrik oleh pemerintah seperti semakin dekat. Hal ini setelah Arifin Tasrif, Menteri ESDM mengatakan kalau rencana tersebut bakal dilakukan mulai Maret 2023.
Bahkan dia menuturkan insentif yang akan diberikan untuk pembelian kendaraan roda dua elektrik serta konversi masing-masing senilai Rp7 juta per unit. Sementara buat mobil setrum disalurkan dalam bentuk stimulus pajak.
Kabar baik ini Arifin sampaikan setelah menghadiri rapat koordinasi dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Senin (20/2).
“Tadi rapat mengenai implementasi untuk kendaraan listrik, rencananya Maret sudah jalan. Kalau sepeda motor besaran magnitudenya (Rp7 juta),” Kata Arifin dikutip dari Katadata.
Selain itu dia menjelaskan bahwa subsidi motor listrik diberikan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kendaraan ramah lingkungan. Di sisi lain guna mengurangi impor BBM (Bahan Bakar Minyak) yang selama ini cukup besar.
“Tujuannya apa, satu memakai sepeda motor listrik masyarakat bisa menghemat biaya bahan bakar, jadi udara kita bersih karena bisa mengurangi emisi karbon gitu manfaatnya,” lanjutnya.
Kemudian Arifin juga sudah melakukan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk menyiapkan 1.000 bengkel konversi tersertifikasi di Indonesia. Hal ini agar mengakselerasi modifikasi motor konvensional ke listrik.
Adapun pemerintah menargetkan 50 ribu unit hasil konversi pada 2023. Oleh sebab itu dia terus menggenjot semua persiapan buat membangun ekosistemnya,
“Bayangin kalau satu bengkel bisa 100 kali konversi per bulan,” tegas Arifin.
Sebelumnya Luhut menuturkan bahwa pemerintah menargetkan porsi motor listrik mencapai 10 persen dari total populasi kendaraan setrum dalam dua tahun atau pada 2025. Di sisi lain, langkah ini diprioritaskan untuk masyarakat sederhana.
“Ada dua jenis insentif, satu roda dua konversi kemudian yang motor listrik murni angkanya kira-kira Rp7 juta,” ungkapnya.
Luhut juga mendorong agar produsen otomotif dapat meningkatkan produksi kendaraan listrik. Jadi dananya bisa terserap dengan lebih baik.
Lebih lanjut Luhut menjelaskan bahwa penggunaan produk berbasis listrik bisa menghemat pembelian BBM. Oleh karena itu masyarakat didorong untuk membeli kendaraan elektrik.
Langkah tersebut diambil Indonesia meniru berbagai negara lain yang sudah menerapkan subsidi motor listrik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Mei 2026, 07:00 WIB
14 Mei 2026, 11:31 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
02 Juni 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez memiliki peluang meraih podium pada MotoGP Hungaria 2026 jika mampu tampil konsisten dan maksimal
02 Juni 2026, 09:00 WIB
Saat penjualan masih tertinggal dari merek Jepang lain, Nissan berencana menambah portfolio produknya di RI
02 Juni 2026, 07:00 WIB
BYD Seal PHEV berpotensi jadi produk hybrid berikutnya setelah M6 DM-i, sudah terdaftar di Indonesia
02 Juni 2026, 06:10 WIB
Ganjil genap Jakarta terkini tidak hanya mengandalkan petugas namun juga dibantu oleh teknologi ETLE
02 Juni 2026, 06:00 WIB
Ada dispensasi perpanjangan di SIM keliling Jakarta hari ini, simak daftar persyaratan yang harus dipenuhi
02 Juni 2026, 06:00 WIB
Pengendara motor dan mobil bisa memanfaatkan keberadaan SIM keliling Bandung hari ini di dua tempat berbeda
01 Juni 2026, 19:22 WIB
SPBU Shell maupun BP AKR terpantau melakukan penyesuian harga BBM jenis diesel mulai hari ini, Senin (01/06)
01 Juni 2026, 13:20 WIB
Pada Juni 2026 Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM pada beberapa produk mereka, seperti di Solar