Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Gesits menunggu pemerintah mewujudkan rencana subsidi motor listrik untuk masyarakat di Indonesia dalam waktu dekat
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Rencana pemerintah untuk memberikan subsidi saat pembelian motor listrik masih ditunggu banyak pihak. Salah satunya adalah PT Wima (Wika Industri Manufaktur) produsen Gesits.
Mereka mengaku menyambut wacana tersebut. Bahkan menunggu pemerintah mewujudkan rencana itu guna menyuburkan ekosistem kendaraan elektrik di Tanah Air.
“Kita tengah menantikan sosialisasi mengenai sistem penukaran dan mekanisme semuanya,” ujar Bernardi Djumiril, Direktur Utama Wima di IIMS 2023, pada Jumat (17/2).
Bernadi mengaku Gesits sangat bersyukur adanya kebijakan subsidi motor listrik. Sebab bisa mendorong masyarakat beralih dari kendaraan konvensional ke elektrik.
Sementara Presiden Joko Widodo menerangkan bahwa wacana yang tengah dicanangkan sedang diproses oleh Kementerian Keuangan. Akan tetapi insentif tersebut lebih diutamakan kepada kendaraan roda dua lebih dulu, sementara mobil belakangan.
Bahkan orang nomor satu Indonesia telah menyiapkan dana Rp5 triliun untuk mewujudkan keinginannya. Menurutnya langkah itu dilakukan agar jumlah kendaraan setrum mengaspal di Indonesia mencapai 20 persen atau setara 400 ribu unit pada 2025.
Nantinya Jokowi bakal mencontoh mekanisme dilakukan negara-negara Eropa dalam memberi subsidi, yakni membatasi harga jual EV atau price cap. Dia menambahkan pemberian ini bukan masalah mendukung atau mempermudah orang kaya membeli motor elektrik.
Jokowi menerangkan program tersebut bisa memberi dorongan ke pasar dalam negeri. Terlebih produsen memiliki fasilitas pabrik di Tanah Air yang menghidupkan industri komponen lokal.
Di sisi lain, Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan pemerintah akan memberikan pemotongan PPN (Pajak Penambahan Nilai) mobil setrum dari 11 persen menjadi 1 persen saja.
Sedangkan untuk motor listrik subsidinya Rp7 juta. Dia menyebut hal tersebut merupakan hasil dari rapat dengan Arifin Tasrif, Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) hingga Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan.
Luhut menjelaskan kompensasi akan diberikan kepada masyarakat yang membeli kendaraan elektrik khusus diproduksi di Indonesia. Kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan kajian perbandingan dari negara lain memiliki kemajuan dalam bidang ini.
Luhut juga mendorong agar produsen otomotif dapat meningkatkan produksi kendaraan listrik. Jadi dananya bisa terserap dengan lebih baik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
Terkini
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta
16 September 2026, 06:00 WIB
Berikut adalah daftar lokasi serta jadwal SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, simak syaratanya
16 September 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara hari ini bisa lebih mudah dengan mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik
15 September 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun
15 September 2026, 09:00 WIB
Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029