Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terus mengalami perkembangan, motor listrik Nusa Khatulistiwa siap memeriahkan pasar otomotif Tanah Air dengan beragam keunggulan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Merupakan kendaraan ramah lingkungan karya anak bangsa, motor listrik Nusa Khatulistiwa atau K_Series siap dipasarkan dalam waktu dekat. Berdiri sejak awal pandemi, Nusa melakukan proses pengembangan sejak awal tahun 2020.
Resmi didirikan oleh Domex Mandey sebagai CEO dan Tomi Gunawan sebagai CIO, riset telah dilakukan lebih dari 5 tahun.
"Bagi saya, Nusa adalah suatu titik awal dimana dua orang pemuda dengan segala keterbatasannya berani menantang ketidakmungkinan menjadi mungkin. Nusa kami bangun untuk menjadikan suatu titik baru dari industri otomotif yang didirikan oleh dua anak bangsa Indonesia untuk menjelajahi Dunia," kata Domex Mandey.
Selain Nusa Khatulistiwa, terdapat dua model lainnya yang akan memeriahkan pasar otomotif Tanah Air, yakni Nusa 2XR (Rigid non Shock Suspension) dan Nusa 2XL (with Shock Suspension).
Dari sisi spesifikasi, Nusa Khatulistiwa memiliki Battery Litihium Ion Cell 10 kWh untuk basic sehinngga mampu menempuh jarak 180 kilometer. Sedangkan toofast mendapatkan baterai 14 kWh yang mampu menempuh jarak 250 kilometer.
Sebagai kendaraan ramah lingkungan, Nusa Khatulistiwa mampu mampu mencapai kecepatan maksimal 150 kilometer per jam untuk basic dan 200 kilometer per jam untuk toofast.
Terkait harga, Nusa Khatulistiwa dibanderol Rp140 juta untuk basic dan Rp180 juta khusus toofast.
"Untuk motor sport Nusa K series atau Khatulistiwa sedang dalam proses homologasi, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera di pasarkan ke khalayak umum. Untuk kedua sepeda kami sudah bisa di pesan di bulan Februari," kata Domex.
Menggunakan nama Nusa, kedua pendiri ingin porduknya bisa dikenal sebagai merek asli Indonesia. Nusa sendiri memiliki arti Tanah Air.
“Industri Otomotif berada di puncak perubahan besar yang mengandalkan penggerak listrik. Kami percaya bukan hanya produk dan teknologi yang harus berubah, tetapi bagaimana orang menggunakan produk ini dan seluruh pengalaman mengendara yang berbeda," ujar Tomi.
Saat disinggung apakah seluruh produk Nusa merupakan karya anak bangsa, Domex menegaskan pihaknya menggandeng sumber daya manusia asli Indonesia serta komponen produksinya. Meski demikian, Ia mengaku baterai yang digunakan masih harus di datangkan dari luar negeri.
"Nusa di kerjakan oleh talenta-talenta dalam negeri dan hampir semua komponen kami usahakan di produksi di dalam negeri, dari design, chassis dan komponen lainnya. Komponen terbesar yang masih kami datangkan dari luar adalah baterry dan motor penggerak," tuturnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse