Motor Listrik Yadea Ditantang Buktikan Kemampuan Jarak Tempuh
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Terus mengalami perkembangan, motor listrik Nusa Khatulistiwa siap memeriahkan pasar otomotif Tanah Air dengan beragam keunggulan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Merupakan kendaraan ramah lingkungan karya anak bangsa, motor listrik Nusa Khatulistiwa atau K_Series siap dipasarkan dalam waktu dekat. Berdiri sejak awal pandemi, Nusa melakukan proses pengembangan sejak awal tahun 2020.
Resmi didirikan oleh Domex Mandey sebagai CEO dan Tomi Gunawan sebagai CIO, riset telah dilakukan lebih dari 5 tahun.
"Bagi saya, Nusa adalah suatu titik awal dimana dua orang pemuda dengan segala keterbatasannya berani menantang ketidakmungkinan menjadi mungkin. Nusa kami bangun untuk menjadikan suatu titik baru dari industri otomotif yang didirikan oleh dua anak bangsa Indonesia untuk menjelajahi Dunia," kata Domex Mandey.
Selain Nusa Khatulistiwa, terdapat dua model lainnya yang akan memeriahkan pasar otomotif Tanah Air, yakni Nusa 2XR (Rigid non Shock Suspension) dan Nusa 2XL (with Shock Suspension).
Dari sisi spesifikasi, Nusa Khatulistiwa memiliki Battery Litihium Ion Cell 10 kWh untuk basic sehinngga mampu menempuh jarak 180 kilometer. Sedangkan toofast mendapatkan baterai 14 kWh yang mampu menempuh jarak 250 kilometer.
Sebagai kendaraan ramah lingkungan, Nusa Khatulistiwa mampu mampu mencapai kecepatan maksimal 150 kilometer per jam untuk basic dan 200 kilometer per jam untuk toofast.
Terkait harga, Nusa Khatulistiwa dibanderol Rp140 juta untuk basic dan Rp180 juta khusus toofast.
"Untuk motor sport Nusa K series atau Khatulistiwa sedang dalam proses homologasi, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera di pasarkan ke khalayak umum. Untuk kedua sepeda kami sudah bisa di pesan di bulan Februari," kata Domex.
Menggunakan nama Nusa, kedua pendiri ingin porduknya bisa dikenal sebagai merek asli Indonesia. Nusa sendiri memiliki arti Tanah Air.
“Industri Otomotif berada di puncak perubahan besar yang mengandalkan penggerak listrik. Kami percaya bukan hanya produk dan teknologi yang harus berubah, tetapi bagaimana orang menggunakan produk ini dan seluruh pengalaman mengendara yang berbeda," ujar Tomi.
Saat disinggung apakah seluruh produk Nusa merupakan karya anak bangsa, Domex menegaskan pihaknya menggandeng sumber daya manusia asli Indonesia serta komponen produksinya. Meski demikian, Ia mengaku baterai yang digunakan masih harus di datangkan dari luar negeri.
"Nusa di kerjakan oleh talenta-talenta dalam negeri dan hampir semua komponen kami usahakan di produksi di dalam negeri, dari design, chassis dan komponen lainnya. Komponen terbesar yang masih kami datangkan dari luar adalah baterry dan motor penggerak," tuturnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan