Motor Listrik Sport Honda WN7 Mulai Dijual, Harga Rp 304 Jutaan
09 Juli 2026, 19:20 WIB
Terus mengalami perkembangan, motor listrik Nusa Khatulistiwa siap memeriahkan pasar otomotif Tanah Air dengan beragam keunggulan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Merupakan kendaraan ramah lingkungan karya anak bangsa, motor listrik Nusa Khatulistiwa atau K_Series siap dipasarkan dalam waktu dekat. Berdiri sejak awal pandemi, Nusa melakukan proses pengembangan sejak awal tahun 2020.
Resmi didirikan oleh Domex Mandey sebagai CEO dan Tomi Gunawan sebagai CIO, riset telah dilakukan lebih dari 5 tahun.
"Bagi saya, Nusa adalah suatu titik awal dimana dua orang pemuda dengan segala keterbatasannya berani menantang ketidakmungkinan menjadi mungkin. Nusa kami bangun untuk menjadikan suatu titik baru dari industri otomotif yang didirikan oleh dua anak bangsa Indonesia untuk menjelajahi Dunia," kata Domex Mandey.
Selain Nusa Khatulistiwa, terdapat dua model lainnya yang akan memeriahkan pasar otomotif Tanah Air, yakni Nusa 2XR (Rigid non Shock Suspension) dan Nusa 2XL (with Shock Suspension).
Dari sisi spesifikasi, Nusa Khatulistiwa memiliki Battery Litihium Ion Cell 10 kWh untuk basic sehinngga mampu menempuh jarak 180 kilometer. Sedangkan toofast mendapatkan baterai 14 kWh yang mampu menempuh jarak 250 kilometer.
Sebagai kendaraan ramah lingkungan, Nusa Khatulistiwa mampu mampu mencapai kecepatan maksimal 150 kilometer per jam untuk basic dan 200 kilometer per jam untuk toofast.
Terkait harga, Nusa Khatulistiwa dibanderol Rp140 juta untuk basic dan Rp180 juta khusus toofast.
"Untuk motor sport Nusa K series atau Khatulistiwa sedang dalam proses homologasi, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera di pasarkan ke khalayak umum. Untuk kedua sepeda kami sudah bisa di pesan di bulan Februari," kata Domex.
Menggunakan nama Nusa, kedua pendiri ingin porduknya bisa dikenal sebagai merek asli Indonesia. Nusa sendiri memiliki arti Tanah Air.
“Industri Otomotif berada di puncak perubahan besar yang mengandalkan penggerak listrik. Kami percaya bukan hanya produk dan teknologi yang harus berubah, tetapi bagaimana orang menggunakan produk ini dan seluruh pengalaman mengendara yang berbeda," ujar Tomi.
Saat disinggung apakah seluruh produk Nusa merupakan karya anak bangsa, Domex menegaskan pihaknya menggandeng sumber daya manusia asli Indonesia serta komponen produksinya. Meski demikian, Ia mengaku baterai yang digunakan masih harus di datangkan dari luar negeri.
"Nusa di kerjakan oleh talenta-talenta dalam negeri dan hampir semua komponen kami usahakan di produksi di dalam negeri, dari design, chassis dan komponen lainnya. Komponen terbesar yang masih kami datangkan dari luar adalah baterry dan motor penggerak," tuturnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Juli 2026, 19:20 WIB
05 Juli 2026, 16:57 WIB
24 Juni 2026, 15:00 WIB
20 Juni 2026, 18:05 WIB
19 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
14 Juli 2026, 22:23 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara ada banyak cara, seperti memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Saat ini banyak yang mengira biaya perbaikan terbesar pada mobil listrik terletak di baterai yang digunakan
14 Juli 2026, 21:43 WIB
Mayoritas konsumen ternyata memilih Jetour T1 i-DM alias varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
14 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi lengkap dan persyaratannya
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih dipertahankan untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota pada jam-jam sibuk
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Honda Super One menjadi mobil listrik baru yang mencoba peruntungan di era elektrifikasi di pasar Indonesia
13 Juli 2026, 20:41 WIB
Persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 memanas usai Ogura tampil kompetitif selama beberapa seri