Tanpa Subsidi, Permintaan Motor Listrik Bisa Meningkat Kembali
12 Januari 2026, 10:00 WIB
Polytron mengakui bahwa pihaknya sudah menerima kasus dimana baterai motor rusak dan harus dilakukan perbaikan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Polytron menegaskan telah memastikan produk yang mereka jual memiliki kualitas baik. Namun tetap saja ada beberapa kendaraan alami kerusakan khususnya di baterai.
Akibatnya pelanggan pun harus melakukan perbaikan agar motor bisa beroperasi kembali. Meski demikian, Ilman Fachrian, Head of Group Product EV 2W mengungkap jumlahnya terbilang kecil.
“Kerusakan baterai memang sudah ada tapi jumlahnya kecil, kurang dari 2 persen dari total produk. Karena masih garansi maka telah diperbaiki,” ungkapnya pada media beberapa waktu lalu.
Sayangnya ia tidak menjelaskan secara rinci penyebab dari kerusakan baterai.
“Penyebabnya masih diselidiki tapi tidak menutup kemungkinan akibat penggunaan portable fast charging. Produk tersebut biasanya dibeli di aftermarket sehingga merusak baterai,” tambahnya kemudian.
Meski memudahkan pelanggan, produk tersebut memang berpotensi merusak baterai. Pasalnya aliran listrik yang masuk menjadi lebih besar dari seharusnya.
“Tapi selama itu masih dalam masa garansi maka sementara ini tetap kami tanggung kerusakannya,” tambahnya kemudian.
Situasi tersebut pun membuat Polytron berinisiatif untuk mengembangkan portable fast charging. Dengan melakukan pengembangan sendiri maka diharapkan pengisian daya bisa disesuaikan agar sesuai kebutuhan.
“Portable fast charging dipasaran tidak diketahui dikembangkan untuk baterai apa. Sementara kalau kami luncurkan sendiri maka semua sudah disesuaikan buat produk Polytron,” tegasnya.
Selama pengembangan pun portable fast charging yang akan mereka luncurkan sudah relatif aman. Sehingga diharapkan usia baterai bisa tetap panjang.
“Tapi kami tetap akan sampaikan dampak dari penggunaan portable fast charging. Walau produk yang ditawarkan nantinya sudah relatif aman,” tegasnya.
Meski tidak menjelaskan secara detail, perangkat itu bisa membuat baterai terisi penuh dalam dua jam. Waktu tersebut jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan pengisian daya standar yang butuh 4 jam.
Dengan demikian pelanggan yang melakukan perjalanan jarak jauh bisa lebih percaya diri. Pasalnya pengisian daya jadi lebih optimal dan tak membuang waktu telalu banyak.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 10:00 WIB
10 Januari 2026, 15:00 WIB
07 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 16:00 WIB
07 Januari 2026, 10:00 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada di lima tempat, SIM keliling Jakarta dapat melayani proses perpanjangan masa berlaku SIM A dan C
15 Januari 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur Nasional Isra Miraj kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung guna melayani pengendara
14 Januari 2026, 21:20 WIB
Kia Sales Indonesia ingin menunjukkan komitmen jangka panjang di Tanah Air dengan prisipal turun langsung
14 Januari 2026, 19:00 WIB
Diskon Suzuki Fronx dari tenaga penjual bisa dimanfaatkan siapa saja dan untuk pembelian kredit serta tunai
14 Januari 2026, 17:00 WIB
Ada dua warna baru Yamaha Xmax yang mampu memancarkan kesan sporti serta elegan ketika digunakan di jalan
14 Januari 2026, 16:12 WIB
Produk hasil kolaborasi dengan Changan, SUV Mazda CX-6e resmi dihadirkan ke pasar global mulai tahun ini
14 Januari 2026, 15:00 WIB
Peta persaingan otomotif di RI berubah sejak kehadiran mobil Cina, catatkan pertumbuhan pesat sejak 2023
14 Januari 2026, 14:00 WIB
Tidak ada merek asal Korea Selatan Hyundai dalam 20 mobil listrik terlaris di Indonesia pada tahun ini