Motor Listrik Yadea Ditantang Buktikan Kemampuan Jarak Tempuh
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Polytron mengakui bahwa pihaknya sudah menerima kasus dimana baterai motor rusak dan harus dilakukan perbaikan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Polytron menegaskan telah memastikan produk yang mereka jual memiliki kualitas baik. Namun tetap saja ada beberapa kendaraan alami kerusakan khususnya di baterai.
Akibatnya pelanggan pun harus melakukan perbaikan agar motor bisa beroperasi kembali. Meski demikian, Ilman Fachrian, Head of Group Product EV 2W mengungkap jumlahnya terbilang kecil.
“Kerusakan baterai memang sudah ada tapi jumlahnya kecil, kurang dari 2 persen dari total produk. Karena masih garansi maka telah diperbaiki,” ungkapnya pada media beberapa waktu lalu.
Sayangnya ia tidak menjelaskan secara rinci penyebab dari kerusakan baterai.
“Penyebabnya masih diselidiki tapi tidak menutup kemungkinan akibat penggunaan portable fast charging. Produk tersebut biasanya dibeli di aftermarket sehingga merusak baterai,” tambahnya kemudian.
Meski memudahkan pelanggan, produk tersebut memang berpotensi merusak baterai. Pasalnya aliran listrik yang masuk menjadi lebih besar dari seharusnya.
“Tapi selama itu masih dalam masa garansi maka sementara ini tetap kami tanggung kerusakannya,” tambahnya kemudian.
Situasi tersebut pun membuat Polytron berinisiatif untuk mengembangkan portable fast charging. Dengan melakukan pengembangan sendiri maka diharapkan pengisian daya bisa disesuaikan agar sesuai kebutuhan.
“Portable fast charging dipasaran tidak diketahui dikembangkan untuk baterai apa. Sementara kalau kami luncurkan sendiri maka semua sudah disesuaikan buat produk Polytron,” tegasnya.
Selama pengembangan pun portable fast charging yang akan mereka luncurkan sudah relatif aman. Sehingga diharapkan usia baterai bisa tetap panjang.
“Tapi kami tetap akan sampaikan dampak dari penggunaan portable fast charging. Walau produk yang ditawarkan nantinya sudah relatif aman,” tegasnya.
Meski tidak menjelaskan secara detail, perangkat itu bisa membuat baterai terisi penuh dalam dua jam. Waktu tersebut jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan pengisian daya standar yang butuh 4 jam.
Dengan demikian pelanggan yang melakukan perjalanan jarak jauh bisa lebih percaya diri. Pasalnya pengisian daya jadi lebih optimal dan tak membuang waktu telalu banyak.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemesanan Chery Q yang tembus ribuan unit diyakini dapat berkontribusi dongkrak penjualan mereka di Indonesia
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hybrid masih jadi satu opsi utama kendaraan ramah lingkungan yang praktis, catat penjualan positif
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
Berkat penggunaan Blade Battery 2.0, BYD Atto 1 generasi kedua kini bisa diisi daya dalam waktu lebih singkat
21 Oktober 2026, 07:00 WIB
AiMOGA Robotic dikabarkan telah siap untuk memasarkan robot humanoid pendamping keluarga pertama di dunia
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
DHL Express percayakan Wuling Mitra EV, langkah strategis mempercepat transisi kendaraan listrik komersial