Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Kementerian ESDM gelar program konversi motor listrik gratis berkat adanya CSR dari perusahaan swasta
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar program konversi motor listrik gratis. Tawaran tersebut berikan pada masyarakat yang ingin mengubah kendaraan roda dua berbahan bakar bensin mereka menjadi elektritifikasi.
Hal ini mereka lakukan untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Terlebih konversi dari mesin pembakaran jadi elektrifikasi tidak murah.
“Kementerian ESDM mengundang semua pemilik kendaraan motor roda dua. Akses ke situs ESDM agar nanti dikonversi secara gratis,” ujar Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) dilansir Antara (24/04).
Konversi sepeda motor tersebut bisa dilakukan di bengkel-bengkel yang sudah disertifikasi oleh Kementerian ESDM. Untuk mengetahui lokasi bengkel tersertifikasi, masyarakat dapat mengakses informasi situs resmi mereka.
“Ini merupakan upaya kami aga sepeda motor yang ada di jalan tidak mengeluarkan emisi gas buang,” tambanya Eniya kemudian.
Dirinya menambahkan bahwa untuk melakukan konversi motor bensin menjadi listrik membutuhkan biaya kira-kira Rp 17 hingga Rp 15 juta. Namun pemerintah sebenarnya sudah memberikan subsidi sebesar Rp 10 juta.
“Sebetulnya, selisih dari bantuan Rp10 juta itu sisanya ditanggung sendiri. Tapi karena kami dibantu oleh program CSR maka bisa gratis,” kata Eniya.
Oleh karena itu, Eniya juga mengajak pelaku usaha agar memberi dukungan kepada pemerintah dalam menggalakkan konversi dari motor bensin ke motor listrik. Caranya adalah dengan memberikan CSR (corporate social responsibility/tanggung jawab sosial perusahaan).
“Kalau ada perusahaan yang dapat mendukung kami juga, silakan kontak ke ESDM, ke tempat saya,” kata Eniya.
Dalam kesempatan tersebut, Eniya juga meyakinkan bahwa energi yang dibutuhkan kendaraan listrik lebih hemat apabila dibandingkan dengan BBM dalam menempuh jarak serupa.
“Jadi untuk menempuh jarak yang sama harga listrik itu jauh lebih murah. Sekarang sekitar sepertiga hingga seperlima dari harga BBM,” ujar eks Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu.
Sebelumnya diberitakan bahwa pada 2023 pencapaian realisasi konversi kendaraan roda dua berbahan bakar minyak menjadi setrum tak sampai 1.000 unit di 2023. Padahal pemerintah telah memberi kuota sampai 50.000 unit.
Sementara tahun ini diharapkan jumlahnya bisa lebih baik karena masyarakat sudah mulai teredukasi terhadap kendaraan listrik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Terkini
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta
16 September 2026, 06:00 WIB
Berikut adalah daftar lokasi serta jadwal SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, simak syaratanya
16 September 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara hari ini bisa lebih mudah dengan mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik
15 September 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun
15 September 2026, 09:00 WIB
Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029