Harga Motor Listrik VinFast di RI, Mulai Dikirim Juni 2026
22 Mei 2026, 07:00 WIB
Kementerian ESDM gelar program konversi motor listrik gratis berkat adanya CSR dari perusahaan swasta
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar program konversi motor listrik gratis. Tawaran tersebut berikan pada masyarakat yang ingin mengubah kendaraan roda dua berbahan bakar bensin mereka menjadi elektritifikasi.
Hal ini mereka lakukan untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Terlebih konversi dari mesin pembakaran jadi elektrifikasi tidak murah.
“Kementerian ESDM mengundang semua pemilik kendaraan motor roda dua. Akses ke situs ESDM agar nanti dikonversi secara gratis,” ujar Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) dilansir Antara (24/04).
Konversi sepeda motor tersebut bisa dilakukan di bengkel-bengkel yang sudah disertifikasi oleh Kementerian ESDM. Untuk mengetahui lokasi bengkel tersertifikasi, masyarakat dapat mengakses informasi situs resmi mereka.
“Ini merupakan upaya kami aga sepeda motor yang ada di jalan tidak mengeluarkan emisi gas buang,” tambanya Eniya kemudian.
Dirinya menambahkan bahwa untuk melakukan konversi motor bensin menjadi listrik membutuhkan biaya kira-kira Rp 17 hingga Rp 15 juta. Namun pemerintah sebenarnya sudah memberikan subsidi sebesar Rp 10 juta.
“Sebetulnya, selisih dari bantuan Rp10 juta itu sisanya ditanggung sendiri. Tapi karena kami dibantu oleh program CSR maka bisa gratis,” kata Eniya.
Oleh karena itu, Eniya juga mengajak pelaku usaha agar memberi dukungan kepada pemerintah dalam menggalakkan konversi dari motor bensin ke motor listrik. Caranya adalah dengan memberikan CSR (corporate social responsibility/tanggung jawab sosial perusahaan).
“Kalau ada perusahaan yang dapat mendukung kami juga, silakan kontak ke ESDM, ke tempat saya,” kata Eniya.
Dalam kesempatan tersebut, Eniya juga meyakinkan bahwa energi yang dibutuhkan kendaraan listrik lebih hemat apabila dibandingkan dengan BBM dalam menempuh jarak serupa.
“Jadi untuk menempuh jarak yang sama harga listrik itu jauh lebih murah. Sekarang sekitar sepertiga hingga seperlima dari harga BBM,” ujar eks Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu.
Sebelumnya diberitakan bahwa pada 2023 pencapaian realisasi konversi kendaraan roda dua berbahan bakar minyak menjadi setrum tak sampai 1.000 unit di 2023. Padahal pemerintah telah memberi kuota sampai 50.000 unit.
Sementara tahun ini diharapkan jumlahnya bisa lebih baik karena masyarakat sudah mulai teredukasi terhadap kendaraan listrik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Mei 2026, 07:00 WIB
14 Mei 2026, 11:31 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 Mei 2026, 15:38 WIB
Yamaha NMAX Turbo memiliki sejumlah fitur andalan yang jadi daya tarik tersendiri bagi para penggunanya
26 Mei 2026, 15:37 WIB
Skutik Yamaha NMAX ramaikan Mangkunegaran Run 2026 yang berlangsung di Solo, jadi opsi mobilitas pilihan
26 Mei 2026, 11:00 WIB
Jetour T1 i-DM bakal mengisi segmen di bawah T2 yang sudah dijual di Indonesia, jadi PHEV perdana Jetour
26 Mei 2026, 09:00 WIB
Ducati bakal menjalani MotoGP Italia 2026 dengan beberapa pembalap yang absen, seperti Alex serta Marc Marquez
26 Mei 2026, 06:00 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta jadi alternatif untuk masyarakat yang ingin memperpanjang masa berlaku SIM
26 Mei 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta mulai diterapkan sejak pukul 06.00 WIB dan hari ini waktunya mobil berpelat genap
25 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik baru Wuling terpantau ada dalam daftar Pangkalan Data Kekayaan Intelektual dengan nama Aira ev
25 Mei 2026, 19:00 WIB
New Toyota GR Yaris diberikan berbagai pembaruan, lalu mobil tersebut diniagakan di angka Rp 1,1 miliaran