Honda Enggan Banting Harga Motor Listrik Setelah Insentif Dihapus
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Insentif pembelian sepeda motor listrik resmi diumumkan yaitu sebesar Rp7 juta namun hanya untuk model tertentu
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah Republik Indonesia resmi memberikan insentif pembelian sepeda motor listrik dan konversi. Bantuan tersebut rencananya berlaku mulai 20 Maret 2023 setelah seluruh pedoman selesai dibuat.
Hal ini disampaikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia siang hari tadi. Diharapkan dengan adanya bantuan bisa mempercepat adopsi kendaraan listrik di Tanah Air.
“Kami hadir disini untuk memberi sejarah baru dengan berinisiatif menerbitkan program insentif Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KLBB) sebagai langkah awal untuk meningkatkan keterjangkauan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat,” tegas Luhut.
Meski demikian, tidak semua sepeda motor listrik akan mendapatkan bantuan pemerintah karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Hal ini disampaikan Febrio Nathan Kacaribu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI.
“Syarat mendapat bantuan pemerintah adalah sudah diproduksi di dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sudah mencapai 40 persen atau lebih. Selain itu produsen yang unitnya mendapatkan bantuan tidak menaikkan harga hingga Desember 2023,” tegasnya.
Besaran insentif pun terbilang menarik karena mencapai Rp7 juta. Jumlah tersebut diyakini cukup untuk menarik minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan elektifikasi.
Bantuan tidak hanya diberikan untuk pembelian baru, sepeda motor listrik hasil konversi juga mendapat insentif serupa. Hal ini disampaikan Rida Mulyana, Sekertaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Mineral (ESDM).
“Kami siap menyalurkan bantuan pemerintah untuk program konversi. Ada sedikit pembagian tugas, bantuan pemerintah untuk pembelian baru dilakukan Kementerian Perindustrian dan ESDM akan fokus pada konversi,” ungkapnya.
Perlu diketahui bahwa jumlah sepeda motor listrik baru serta konversi yang mendapatkan bantuan akan dibatasi. Untuk pembelian dibatasi hanya 200.000 unit sementara konversi mencapai 50.000 unit.
Dengan demikian diharapkan pada pada akhir tahun akan ada 250.000 sepeda motor listrik (baru maupun konversi) hadir di Indonesia. Jumlah tersebut terbilang cukup kecil hanya sekitar 5 persen dari jumlah penjualan kendaraan roda dua di 2022 yang mencapai 5.22 juta unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
06 Februari 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan