Pelumas Ipone Ramaikan Ajang Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 20:38 WIB
Pemberian insentif motor listrik dari pemerintah diyakini berperan penting membantu kurangi emisi karbon
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Pemerintah resmi memberikan bantuan pembelian unit baru motor listrik dengan besaran hingga Rp7 juta per unit. Ini diyakini dapat menarik minat masyarakat untuk beralih dari motor konvensional.
Ada sejumlah syarat motor yang mendapat bantuan, yakni sudah diproduksi dalam negeri dengan tingkat TKDN (tingkat komponen dalam negeri) sebanyak 40 persen atau lebih.
Harapannya pada akhir tahun ada 250 ribu sepeda motor listrik baik unit baru maupun konversi. Jumlahnya kecil jika dibandingkan dengan jumlah penjualan motor di 2022 sebanyak 5.22 juta unit.
Namun insentif ini dinilai tetap dapat memberi dampak positif yang signifikan khususnya dalam upaya mengurangi tingkat emisi karbon di Indonesia. Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB (Komite Penghapusan Bensin Bertimbel) menyambut baik insentif motor listrik.
Menurutnya insentif sebesar Rp7.8 triliun dapat memitigasi hingga 1.23 juta ton karbon dioksida atau CO2 per tahunnya.
Sepeda motor sendiri menyumbang angka nasional beban emisi karbon tertinggi, mengalahkan moda transportasi lainnya yaitu 104.2 juta ton per tahun atau komposisinya sekitar 41 persen.
“Jabodetabek menyumbang 2.6 juta ton sekitar 18 persen atau tertinggi ketiga setelah truk dan bus,” papar Safrudin seperti dikutip dari Antara, Kamis (09/03).
Di Jakarta, indeks kualitas udara sering berada di atas 200. Angka ini mengindikasikan udara yang tidak sehat, karena kategori baik ada di angka 50.
“Kajian menunjukkan bahwa transportasi merupakan sumber utama pencemaran udara di kawasan perkotaan,” ucapnya.
Safrudin menjelaskan bahwa banyaknya emisi yang lepas ke atmosfer ditandai fenomena La-Nina atau kebasahan ekstrem, menyebabkan hujan terlalu lebat, banjir, tanah longsor hingga badai.
Kekeringan ekstrem juga kerap terjadi dan membuat temperatur atmosfer semakin panas, menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan hingga gelombang udara panas.
Untuk meminimalisir dampak negatif, Safrudin mengimbau masyarakat untuk mengurangi ketergantungan penggunaan kendaraan bermotor khususnya milik pribadi.
“Kalaupun tak bisa meninggalkan kendaraan pribadi, kita bisa bergeser menggunakan kendaraan rendah emisi yaitu mobil atau sepeda motor listrik,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Agustus 2026, 20:38 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
Terkini
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027
27 Agustus 2026, 06:07 WIB
Di hari ini SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi dan pada jam yang terbatas, simak informasi lengkapnya
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
Jadwal, titik-titik lokasi hingga jenis kendaraan yang boleh melintas Ganjil Genap Jakarta dirangkum di bawah
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya