Motor Listrik Yadea Terbaru Meluncur Hari Ini, Berteknologi Pintar
02 April 2026, 09:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik dari pemerintah diyakini berperan penting membantu kurangi emisi karbon
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Pemerintah resmi memberikan bantuan pembelian unit baru motor listrik dengan besaran hingga Rp7 juta per unit. Ini diyakini dapat menarik minat masyarakat untuk beralih dari motor konvensional.
Ada sejumlah syarat motor yang mendapat bantuan, yakni sudah diproduksi dalam negeri dengan tingkat TKDN (tingkat komponen dalam negeri) sebanyak 40 persen atau lebih.
Harapannya pada akhir tahun ada 250 ribu sepeda motor listrik baik unit baru maupun konversi. Jumlahnya kecil jika dibandingkan dengan jumlah penjualan motor di 2022 sebanyak 5.22 juta unit.
Namun insentif ini dinilai tetap dapat memberi dampak positif yang signifikan khususnya dalam upaya mengurangi tingkat emisi karbon di Indonesia. Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB (Komite Penghapusan Bensin Bertimbel) menyambut baik insentif motor listrik.
Menurutnya insentif sebesar Rp7.8 triliun dapat memitigasi hingga 1.23 juta ton karbon dioksida atau CO2 per tahunnya.
Sepeda motor sendiri menyumbang angka nasional beban emisi karbon tertinggi, mengalahkan moda transportasi lainnya yaitu 104.2 juta ton per tahun atau komposisinya sekitar 41 persen.
“Jabodetabek menyumbang 2.6 juta ton sekitar 18 persen atau tertinggi ketiga setelah truk dan bus,” papar Safrudin seperti dikutip dari Antara, Kamis (09/03).
Di Jakarta, indeks kualitas udara sering berada di atas 200. Angka ini mengindikasikan udara yang tidak sehat, karena kategori baik ada di angka 50.
“Kajian menunjukkan bahwa transportasi merupakan sumber utama pencemaran udara di kawasan perkotaan,” ucapnya.
Safrudin menjelaskan bahwa banyaknya emisi yang lepas ke atmosfer ditandai fenomena La-Nina atau kebasahan ekstrem, menyebabkan hujan terlalu lebat, banjir, tanah longsor hingga badai.
Kekeringan ekstrem juga kerap terjadi dan membuat temperatur atmosfer semakin panas, menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan hingga gelombang udara panas.
Untuk meminimalisir dampak negatif, Safrudin mengimbau masyarakat untuk mengurangi ketergantungan penggunaan kendaraan bermotor khususnya milik pribadi.
“Kalaupun tak bisa meninggalkan kendaraan pribadi, kita bisa bergeser menggunakan kendaraan rendah emisi yaitu mobil atau sepeda motor listrik,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 April 2026, 09:00 WIB
16 Maret 2026, 13:34 WIB
13 Maret 2026, 17:00 WIB
11 Maret 2026, 18:00 WIB
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
02 April 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku kartu bisa dilakukan lebih praktis di SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026