Nama Honda Ryden 160 Didaftarkan di Indonesia, Ini Kata AHM
26 Juni 2026, 09:00 WIB
Honda klaim motor yang mereka jual saat ini sudah bisa menggunakan BBM bercampur etanol dengan komposisi tertentu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Rencana pemerintah untuk menggunakan etanol sebagai campuran di bahan bakar minyak mendapat tanggapan dari pabrikan otomotif. Salah satunya adalah Astra Honda Motor (AHM) yang merupakan pabrikan kendaraan roda dua terbesar di Indonesia.
Perusahaan berlogo sayap mengepak itu mengungkap tidak khawatir bila campuran benar dilakukan. Pasalnya mereka mengklaim produk yang dijual sekarang memang sudah dirancang agar tetap bisa beroperasi optimal meski bbm tercampur etanol.
“Kalau produk Honda yang dijual sekarang sudah bisa menggunakan sampai E10 atau 10 persen dari bahan bakar,” ungkap Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication PT AHM pada media.
Namun dirinya mengaku bahwa kemampuan itu hanya dimiliki oleh kendaraan keluaran baru. Sementara untuk unit lama belum dirancang agar bisa menggunakan BBM bercampur etanol.
“Dari tahun berapa belum bisa saya sampaikan karena harus diperiksa lagi. Tapi yang jelas motor keluaran terbaru sudah bisa menggunakan BBM E10,” tegasnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah berencana membuat aturan baru untuk BBM di Indonesia. Bahkan Presiden Prabowo dikanarkan Subianto telah menyetujui mandatori campuran etanol yang diusulkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori 10 persen etanol (E10),” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM dilansir Antara, Selasa (07/10).
Dengan adanya kebijakan ini maka diharapkan emisi karbon bisa berkurang dan ketergantungan Indonesia pada impor BBM bisa ditekan. Sehingga bukan tidak mungkin keuangan negara bisa lebih baik.
Pemanfaatkan etanol pada BBM pun sebenarnya bukan hal baru karena sudah diterapkan di berbagai negara. Kandungan tersebyt berasal dari material tumbuhan seperti tebu serta jagung yang cukup mudah ditemukan di Indonesia.
Adanya etanol juga bisa menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil murni. Kemudian mendukung peningkatan perekonomian masyarakat karena memanfaatkan bahan baku pertanian.
Di negara lain seperti Brasil, pencampuran etanol telah diatur dalam Renewable Energy Directive atau RED II dengan persentase blending 10 persen atau E10.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Juni 2026, 09:00 WIB
24 Juni 2026, 13:14 WIB
19 Juni 2026, 15:00 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
16 Juni 2026, 19:00 WIB
Terkini
27 Juni 2026, 07:00 WIB
Yadea Indonesia membuktikan kualitas produknya melalui agenda kunjungan Wapres ke Papua beberapa waktu lalu
26 Juni 2026, 22:57 WIB
Mitsubishi Pajero Sport tawarkan keseimbangan performa mesin dan efisiensi bahan bakar untuk keluarga
26 Juni 2026, 09:00 WIB
AHM menjelaskan kalau mereka belum memutuskan bagaimana masa depan paten Honda Ryden 160 yang mereka daftarkan
26 Juni 2026, 07:00 WIB
Francesco Bagnaia mendapatkan kontrak selama empat tahun dari Aprilia dan akan berduet dengan Bezzecchi
26 Juni 2026, 06:23 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diberlakukan hari ini untuk bisa mengurai kemacetan terutama pada jam sibuk
26 Juni 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlewat, SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa lima lokasi sebelum akhir pekan
26 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan melayani para pengendara motor maupun mobil sebelum akhir pekan
25 Juni 2026, 20:58 WIB
Grup Tianneng meresmikan basis produksi yang berlokasi di Surabaya, fokus pada baterai kendaraan listrik