Honda Enggan Banting Harga Motor Listrik Setelah Insentif Dihapus
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Harley-Davidson akan mengembangkan motor listrik bersama Kymco Group setelah pabrikan asal Taiwan tersebut mengucurkan dana besar
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Kymco Group mengucurkan dana 100 juta dolar AS untuk membeli saham LiveWire yang merupakan anak perusahaan Harley-Davidson.
LiveWire sendiri tercatat di Bursa Efek melalui merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC) AEA-Bridges Impact Corp (New York Stock Exchange: IMPX).
Melalui transaksi tersebut di atas, Kymco group akan memegang sekitar 4 persen dari ekuitas LiveWire. Disebutkan LiveWire memiliki nilai perusahaan sebesar 2.31 miliar dolar AS.
Dana yang dikumpulkan sebelum listing (go public) cukup untuk rencana strategis HD dalam memasuki pasar kendaraan listrik. Tidak hanya itu, mereka juga akan mempercepat pengembangan pasar, produk manufaktur global dan meningkatkan kemampuan penjualan.
Bersama Kymco, LiveWire bisa memanfaatkan keahlian teknis, kapasitas produksi, jaringan distribusi, infrastruktur, supplier vendor dan kemampuan logistik global milik Kymco.
Fasilitas yang ditawarkan Kymco membuat LiveWire bisa semakin cepat masuk dan merajai pasar.
“Saya sangat senang bahwa Kymco memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan Harley-Davidson di bidang motor besar bertenaga listrik. LiveWire mewarisi sejarah panjang yang signifikan di kendaraan roda dua,” kata Allen Ko, CEO Kymco dalam siaran persnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan Kymco sebagai satu-satunya mitra strategis LiveWire, memiliki kemampuan teknis kendaraan listrik yang telah diakui secara internasional.
Melalui langkah tersebut (membeli saham LiveWire), Kymco sekali lagi menegaskan tekadnya dalam memasuki pasar global sepeda motor listrik.
Harley-Davidson mendirikan perusahaan bernama LiveWire sepuluh tahun lalu. Perusahaan ini fokus pada pengembangan kendaraan listrik roda dua.
Kendaraan prototipe mereka dikenalkan pertama kalinya pada 2014. Adapun untuk controller hingga motor listriknya disokong oleh Mission Motors.
Pada 2018, LiveWire mengumumkan bahwa produk pertamanya masuk jalur produksi dan siap dipasarkan. Namun satu tahun berikutnya distribusi dihentikan karena terdapat kendala teknis mengenai pengisian daya baterai.
Motor listrik LiveWire sempat diuji coba oleh dua orang petualang yakni Ewan McGregor dan Charlie Boorman. Keduanya menempuh jarak 20 ribu kilometer melintasi 13 negara selama 100 hari.
Perjalanan tersebut menjadi ajang pembuktian bahwa motor listrik mampu menempuh jarak yang jauh. Karena selama ini salah satu isu motor listrik adalah jarak tempuh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
06 Februari 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan