Honda Enggan Banting Harga Motor Listrik Setelah Insentif Dihapus
13 Februari 2026, 08:00 WIB
ECGO EV Moto mendukung program pemerintah dengan memberi subsidi pembelian motor listrik sampai Rp70 miliar
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Penggunaan motor listrik di Indonesia semakin masif saat ini. Membuat manufaktur ECGO EV Moto memberikan subsidi kepada para pelanggannya.
Tidak main-main karena mereka menyiapkan dana hingga Rp70 miliar untuk 10 ribu pembeli kendaraan roda dua setrum tersebut. Hal itu guna mendorong program pemerintah yang sedang dirancang.
“Subsidi dari ECGO diharapkan membantu percepat masyarakat beralih dari motor konvensional ke listrik,” ujar Gary Prawira, COO juga Co-Founder ECGO EV Moto di Jakarta, Jumat (3/2).
Lebih lanjut Gary menerangkan kalau motor listrik dapat meningkatkan investasi, penghematan konsumsi energi khususnya BBM (Bahan Bakar Minyak), kualitas lingkungan hingga mendorong penguasaan teknologi. Oleh sebab itu pihaknya ingin mendorong masyarakat beralih dari kendaraan konvensional ke setrum.
Nantinya calon konsumen mereka bakal menerima potongan harga hingga Rp7 juta untuk masing-masing pembelian. Terlebih ECGO EV Moto telah membangun sebuah ekosistem agar masyarakat dapat dengan mudah bermigrasi.
Pertama konsumen punya pilihan untuk membelinya menggunakan sistem langganan baterai (subscription) daripada beli putus. Kemudian ada sistem tukar tambah dengan motor lama.
Nantinya nilai jual kendaraan Anda dapat digunakan sebagai uang muka atau dijadikan sebagian dari jumlah pembayaran.
“Biaya berlangganan baterainya kira-kira Rp120 per km. Jadi hanya bayar setiap motor digunakan sama seperti token PLN. Nanti konsumen bisa membeli voucher untuk melanjutkan masa berlaku sewanya,” tambah Gary.
Sebagai informasi, manufaktur tersebut memiliki dua produk unggulannya saat ini, yakni ECGO 3 dan 5. Masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda.
Untuk ECGO 3 diklaim mampu menempuh jarak sampai 80 km hanya menggunakan satu baterai, bisa bertambah menjadi 160 km jika memakai dua penampung daya.
Kemudian motor listrik tersebut memiliki kecepatan maksimal hingga 75 km per jam. Berbeda dengan sang saudara ECGO 5.
Khusus varian yang ini hanya bisa melaju hingga 70 km saja dengan kecapatan tertingginya 65 km per jam. Sehingga masyarakat ingin memiliki dapat memilih sesuai kebutuhan.
Di sisi lain kedua produknya dilengkapi aplikasi ECGO Smartapp. Dengan begitu penggunaannya bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai motornya.
Mulai dari riwayat perjalanan, kecepatan, penggunaan total kilometer hingga lokasi terkini. Selain itu bisa juga mengisi pulsa, mengecek saldo rekening serta riwayat berlangganan baterai.
Nah jika berminat membelinya cukup menyiapkan dana Rp9 jutaan untuk ECGO 5. Sementara ECGO 3 dapat ditebus dengan mahar Rp12 jutaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
06 Februari 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 18:00 WIB
Mobil listrik Honda Super One diyakini kuat jadi EV teranyar dari PT HPM yang masuk Indonesia tahun ini
03 Maret 2026, 17:00 WIB
Belum ada penyesuaian harga mobil listrik, ada pendatang baru seperti MG S5 EV dengan banderol Rp 300 jutaan
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit