Wholesales Motor Baru Juli 2026 Melonjak, Sentuh 600 Ribu Unit
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
Penerapan cukai pada motor baru dinilai dapat melindungi keberlangsungan bisnis para produsen di dalam negeri
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Rencana penerapan cukai pada motor baru sempat menjadi perbincangan publik. Wacana tersebut dinilai bisa memberatkan masyarakat.
Terlebih untuk kelompok kelas menengah. Sebab mereka cukup bergantung dengan kendaraan roda dua buat kegiatan sehari-hari.
Akan tetapi pengenaan cukai pada sepeda motor ternyata bisa memberi dampak positif. Terutama buat para produsen di Tanah Air.
“Cukai dalam konteks produk motor juga berfungsi sebagai instrumen penting bagi pemerintah untuk mengontrol produk tertentu,” buka Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif sekaligus akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO, Jumat (02/05).
Yannes menilai kalau rencana di atas diterapkan, maka pemerintah dapat menekan atau mengendalikan sebaran produk-produk asing.
Dengan begitu maka pasar motor di dalam negeri tidak akan kebanjiran kendaraan roda dua dari negara lain.
“Misalnya untuk melindungi pertumbuhan produk dalam negeri terhadap serbuan barang impor,” Yannes melanjut.
Memang kalau dilihat, Indonesia merupakan negara potensial untuk meniagakan kendaraan roda dua dari berbagai negara.
Apalagi setelah terjadi perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat. Produsen Tiongkok memerlukan pasar baru buat menjajakan produk mereka.
Tentu hal tersebut cukup mengancam keberadaan pelaku industri otomotif di Tanah Air. Sebab produk-produk dari Cina biasanya memiliki banderol sangat murah.
Di sisi lain, wacana penerapan cukai untuk motor baru juga dinilai bakal membawa sejumlah dampak buruk. Terlebih ketika kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
“Pemerintah harus menjaga seluruh ekosistem sepeda motor mulai dari produsen, komponen lokal yang ada hingga pabrik perakitan,” tutur Yannes.
Ia mengungkapkan bahwa, tanpa diberikan cukai saja penjualan motor baru di Tanah Air sepanjang Januari sampai Maret 2025 sudah menurun.
Sehingga jika diterapkan rencana di atas, maka berpotensi membuat pasar kendaraan roda dua semakin lesu dan kurang bergairah.
“Yang sangat mungkin terjadi akibat semakin menurun drastisnya sales sepeda motor adalah berujung pada efisiensi operasional perusahaan, lalu mengarah ke PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” tegas Yannes.
Oleh sebab itu wacana penerapan cukai buat motor baru harus benar-benar melalui berbagai kajian, agar tidak mengancam keberlangsungan bisnis para produsen di dalam negeri pada masa mendatang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
03 Agustus 2026, 17:35 WIB
26 Juli 2026, 22:05 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
10 Juli 2026, 11:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat