Pasar Motor Baru Melandai, Yamaha Optimistis Capai Target
12 September 2026, 11:00 WIB
Penerapan cukai pada motor baru dinilai dapat melindungi keberlangsungan bisnis para produsen di dalam negeri
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Rencana penerapan cukai pada motor baru sempat menjadi perbincangan publik. Wacana tersebut dinilai bisa memberatkan masyarakat.
Terlebih untuk kelompok kelas menengah. Sebab mereka cukup bergantung dengan kendaraan roda dua buat kegiatan sehari-hari.
Akan tetapi pengenaan cukai pada sepeda motor ternyata bisa memberi dampak positif. Terutama buat para produsen di Tanah Air.
“Cukai dalam konteks produk motor juga berfungsi sebagai instrumen penting bagi pemerintah untuk mengontrol produk tertentu,” buka Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif sekaligus akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO, Jumat (02/05).
Yannes menilai kalau rencana di atas diterapkan, maka pemerintah dapat menekan atau mengendalikan sebaran produk-produk asing.
Dengan begitu maka pasar motor di dalam negeri tidak akan kebanjiran kendaraan roda dua dari negara lain.
“Misalnya untuk melindungi pertumbuhan produk dalam negeri terhadap serbuan barang impor,” Yannes melanjut.
Memang kalau dilihat, Indonesia merupakan negara potensial untuk meniagakan kendaraan roda dua dari berbagai negara.
Apalagi setelah terjadi perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat. Produsen Tiongkok memerlukan pasar baru buat menjajakan produk mereka.
Tentu hal tersebut cukup mengancam keberadaan pelaku industri otomotif di Tanah Air. Sebab produk-produk dari Cina biasanya memiliki banderol sangat murah.
Di sisi lain, wacana penerapan cukai untuk motor baru juga dinilai bakal membawa sejumlah dampak buruk. Terlebih ketika kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
“Pemerintah harus menjaga seluruh ekosistem sepeda motor mulai dari produsen, komponen lokal yang ada hingga pabrik perakitan,” tutur Yannes.
Ia mengungkapkan bahwa, tanpa diberikan cukai saja penjualan motor baru di Tanah Air sepanjang Januari sampai Maret 2025 sudah menurun.
Sehingga jika diterapkan rencana di atas, maka berpotensi membuat pasar kendaraan roda dua semakin lesu dan kurang bergairah.
“Yang sangat mungkin terjadi akibat semakin menurun drastisnya sales sepeda motor adalah berujung pada efisiensi operasional perusahaan, lalu mengarah ke PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” tegas Yannes.
Oleh sebab itu wacana penerapan cukai buat motor baru harus benar-benar melalui berbagai kajian, agar tidak mengancam keberlangsungan bisnis para produsen di dalam negeri pada masa mendatang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 September 2026, 11:00 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Terkini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan