Honda Enggan Banting Harga Motor Listrik Setelah Insentif Dihapus
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Penjualan motor listrik subsidi di Indonesia bisa meningkat dengan cara yang disampaikan oleh Ketua Aismoli
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia atau Aismoli, memberikan masukan untuk meningkatkan penjualan motor listrik subsidi pada pemerintah. Selama ini insentif yang diberikan pemerintah sebesar Rp7 juta memang kurang mendapat respon positif.
Dikutip dari Katadata.co.id, jumlah pendaftar untuk pengajuan diskon baru menyentuh sekitar 1.000 unit di akhir semester I. Padahal target penyaluran subsidi adalah 200.000 unit hingga akhir 2023.
Oleh karenanya, mereka mendorong pemerintah mempercepat penyaluran ke masyarakat atau perusahaan yang bergerak di sektor jasa pengiriman dan ojek online. Pasalnya di sektor tersebutlah motor listrik banyak digunakan.
“Angka tersebut belum begitu maksimal, artinya masih kecil. Karena target tahun ini 200.000 unit sampai akhir Desember,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Aismoli (20/07)
Dilansir dari SISAPIRa, pada Kamis (20/07) baru ada 976 pengajuan subsidi motor listrik masih dapat tahap proses pendaftaran. Kemudian ada 98 unit sudah terverifikasi sementara jumlah yang tersalurkan 36.
Itu artinya sisa kuota yang tersisa hingga akhir tahun masih sebanyak 198.980 unit. Jumlah tersebut tentunya masih besar mengingat waktunya hanya tersisa sekitar enam bulan.
"Untuk kerja sama bisa dengan aplikator seperti Grab, Gojek atau Maxim kemudian jasa logistik dan transportasi umum," ujar Budi.
Dengan digunakan pada kendaraan operasional maka diharapkan masyarakat bisa melihat dan menumbuhkan rasa percaya terhadap performa sepeda motor listrik.
Sementara itu Moeldoko, Ketua Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik) mengakui bahwa subsidi sepeda motor listrik masih kurang diminati. Menurutnya hal ini karena kurangnya sosialisasi yang sehingga masyarakat kurang teredukasi.
Oleh karena itu pihaknya akan lebih intensif melakukan komunikasi. Sehingga informasi bisa didapatkan masyarakat secara tepat
"Kita akan lakukan komunikasi ke publik agar semakin paham," ujar Moeldoko di Jakarta (24/05).
Selain itu, mekanisme pemberian subsidi kendaraan listrik juga dinilainya belum sempurna. Akibatnya masih banyak kesalahpahaman dengan produsen mengenai penyaluran insentif.
Diharapkan dengan strategi yang sudah dilakukan jumlah permintaan terhadap sepeda motor listrik bisa lebih baik dibanding sebelumnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
06 Februari 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
26 Februari 2026, 17:00 WIB
Pakai bahasa desain yang berbeda di area gril, Toyota Fortuner versi penyegaran tampil elegan dan tangguh
26 Februari 2026, 16:00 WIB
Mitsubishi Xpander memiliki banyak keunggulan yang membuat kendaraan ini diterima oleh keluarga modern RI
26 Februari 2026, 13:00 WIB
Lebaran jadi momentum tepat untuk konsumen melakukan pembelian mobil baru, TAF tawarkan sejumlah kemudahan
26 Februari 2026, 12:59 WIB
GIAMM sebut industri komponen otomotif berpotensi dirugikan oleh keputusan impor ratusan ribu pikap dari India
26 Februari 2026, 12:00 WIB
Jaecoo terus meningkatkan kapasitas produksi kendaraan agar pemesanan di 2025 bisa selesai sebelum libur Lebaran
26 Februari 2026, 11:00 WIB
Jaecoo resmikan diler terbaru mereka yang ke 25 dengan beragam fasilitas menarik termasuk layanan home service
26 Februari 2026, 10:39 WIB
Bagnaia bertekad membuktikan kalau dia masih bisa kompetitif dalam menjelani seri MotoGP Thailand 2026
26 Februari 2026, 09:00 WIB
Rangkaian program cicilan dari TAF siap mudahkan konsumen untuk beli mobil baru sebelum musim mudik lebaran