Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Penjualan motor listrik subsidi di Indonesia bisa meningkat dengan cara yang disampaikan oleh Ketua Aismoli
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia atau Aismoli, memberikan masukan untuk meningkatkan penjualan motor listrik subsidi pada pemerintah. Selama ini insentif yang diberikan pemerintah sebesar Rp7 juta memang kurang mendapat respon positif.
Dikutip dari Katadata.co.id, jumlah pendaftar untuk pengajuan diskon baru menyentuh sekitar 1.000 unit di akhir semester I. Padahal target penyaluran subsidi adalah 200.000 unit hingga akhir 2023.
Oleh karenanya, mereka mendorong pemerintah mempercepat penyaluran ke masyarakat atau perusahaan yang bergerak di sektor jasa pengiriman dan ojek online. Pasalnya di sektor tersebutlah motor listrik banyak digunakan.
“Angka tersebut belum begitu maksimal, artinya masih kecil. Karena target tahun ini 200.000 unit sampai akhir Desember,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Aismoli (20/07)
Dilansir dari SISAPIRa, pada Kamis (20/07) baru ada 976 pengajuan subsidi motor listrik masih dapat tahap proses pendaftaran. Kemudian ada 98 unit sudah terverifikasi sementara jumlah yang tersalurkan 36.
Itu artinya sisa kuota yang tersisa hingga akhir tahun masih sebanyak 198.980 unit. Jumlah tersebut tentunya masih besar mengingat waktunya hanya tersisa sekitar enam bulan.
"Untuk kerja sama bisa dengan aplikator seperti Grab, Gojek atau Maxim kemudian jasa logistik dan transportasi umum," ujar Budi.
Dengan digunakan pada kendaraan operasional maka diharapkan masyarakat bisa melihat dan menumbuhkan rasa percaya terhadap performa sepeda motor listrik.
Sementara itu Moeldoko, Ketua Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik) mengakui bahwa subsidi sepeda motor listrik masih kurang diminati. Menurutnya hal ini karena kurangnya sosialisasi yang sehingga masyarakat kurang teredukasi.
Oleh karena itu pihaknya akan lebih intensif melakukan komunikasi. Sehingga informasi bisa didapatkan masyarakat secara tepat
"Kita akan lakukan komunikasi ke publik agar semakin paham," ujar Moeldoko di Jakarta (24/05).
Selain itu, mekanisme pemberian subsidi kendaraan listrik juga dinilainya belum sempurna. Akibatnya masih banyak kesalahpahaman dengan produsen mengenai penyaluran insentif.
Diharapkan dengan strategi yang sudah dilakukan jumlah permintaan terhadap sepeda motor listrik bisa lebih baik dibanding sebelumnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
Terkini
17 September 2026, 11:00 WIB
Penjualan landai, GWM percaya diri kehadiran produk baru masih bisa bantu tumbuhkan penjualan di 2026
17 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai tampaknya tengah menyiapkan versi baru dari Stargazer Cartenz, PT HMID masih enggan buka suara
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air
17 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini ada di dua lokasi, agar bisa lebih mudah ditemukan oleh para pengendara
17 September 2026, 06:00 WIB
Selain mengandalkan ETLE statis dan mobile, sistem Ganjil Genap Jakarta juga dibantu oleh para petugas
17 September 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai salah, SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan untuk SIM yang belum kedaluwarsa
16 September 2026, 19:39 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk melanjutkan raih kemenangan pada gelaran MotoGP Austria 2026 akhir pekan nanti
16 September 2026, 19:38 WIB
Belum lama seorang masyarakat bernama Jangkung Sido Sentosa mengaku keberatan jika SIM mati harus bikin baru