Limbah Baterai EV Diprediksi Menumpuk, Perlu Ada Infrastruktur
11 Maret 2025, 13:00 WIB
Abdulah Alwi selaku Sekretaris AISMOLI menyebut kalau baterai motor listrik lebih cocok menggunakan nikel
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Nikel masih menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Hal itu setelah Gibran Rakabuming Raka menyebutnya dalam acara debat Cawapres (Calon Wakil Presiden) beberapa hari lalu.
Menurut Cawapres nomor urut 3 tersebut Indonesia memiliki potensi yang besar dalam perkembangan kendaraan listrik.
“Indonesia merupakan negara punya cadangan nikel terbesar di dunia,” ungkap putra Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun menurut Thomas Trikasih Lembong nikel sudah mulai ditinggalkan para produsen. Seperti contoh pabrik mobil Tesla yang beralih menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate).
Meski begitu pandangan berbeda dilontarkan Abdullah Alwi selaku Sekretaris AISMOLI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia).
Alwi mengatakan kalau baterai motor listrik jenis Lithium-ion (Li-ion) yang berbahan baku nikel lebih cocok untuk digunakan.
Dia menilai kalau kepadatan baterai Lithium-Ion yang lebih tinggi membuatnya jadi tahan lama bila dibandingkan dengan jenis Lead Acid.
Apalagi cadangan nikel di Tanah Air sangat berlimpah. Sehingga bisa dimanfaatkan menjadi penampung daya motor listrik.
“Sejatinya paling cocok untuk sepeda motor listrik karena density charge lebih tinggi serta secara umum cukup besar. Kalau pakai lithium dapat tahan 4-5 tahun,” ungkap Alwi dalam diskusi bertema Xplore Motor Listrik belum lama ini.
Lebih jauh Alwi mengatakan kalau baterai Lead Acid memang memiliki harga jauh lebih murah dibandingkan Lithium-Ion, namun usia pakainya terbilang sebentar.
Lead Acid hanya bisa bertahan sampai dua tahun sebelum mengalami penurunan performa. Sehingga motor listrik lebih cocok pakai baterai nikel.
Sekretaris AISMOLI menyebut kalau para produsen otomotif di Tanah Air memiliki kemampuan menghasilkan produk berkualitas menggunakan jenis baterai Lithium-ion. Hanya saja harga motor memang akan cenderung lebih mahal.
“Saya sangat yakin beberapa tahun ke depan masyarakat akan sadar dan beli motor listrik berkualitas serta bagus,” tegas Abdullah Alwi.
Oleh sebab itu Alwi menuturkan kalau motor listrik yang mengandalkan penampung daya berbahan dasar Lead Acid umumnya dijual dengan harga lebih murah.
“Secara sifat Lead Acid kurang lebih seperti aki kering sehingga umurnya pendek. Bila pemakaian rapih mungkin bisa lebih dari dua tahun, tapi kalau tidak paling setahun hingga dua tahun,” Abdullah Alwi menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Maret 2025, 13:00 WIB
04 Maret 2025, 20:00 WIB
25 Februari 2025, 16:08 WIB
18 Februari 2025, 22:30 WIB
12 Februari 2025, 09:00 WIB
Terkini
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen