Komponen Termahal di Mobil Listrik yang Sering Bermasalah
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Abdulah Alwi selaku Sekretaris AISMOLI menyebut kalau baterai motor listrik lebih cocok menggunakan nikel
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Nikel masih menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Hal itu setelah Gibran Rakabuming Raka menyebutnya dalam acara debat Cawapres (Calon Wakil Presiden) beberapa hari lalu.
Menurut Cawapres nomor urut 3 tersebut Indonesia memiliki potensi yang besar dalam perkembangan kendaraan listrik.
“Indonesia merupakan negara punya cadangan nikel terbesar di dunia,” ungkap putra Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun menurut Thomas Trikasih Lembong nikel sudah mulai ditinggalkan para produsen. Seperti contoh pabrik mobil Tesla yang beralih menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate).
Meski begitu pandangan berbeda dilontarkan Abdullah Alwi selaku Sekretaris AISMOLI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia).
Alwi mengatakan kalau baterai motor listrik jenis Lithium-ion (Li-ion) yang berbahan baku nikel lebih cocok untuk digunakan.
Dia menilai kalau kepadatan baterai Lithium-Ion yang lebih tinggi membuatnya jadi tahan lama bila dibandingkan dengan jenis Lead Acid.
Apalagi cadangan nikel di Tanah Air sangat berlimpah. Sehingga bisa dimanfaatkan menjadi penampung daya motor listrik.
“Sejatinya paling cocok untuk sepeda motor listrik karena density charge lebih tinggi serta secara umum cukup besar. Kalau pakai lithium dapat tahan 4-5 tahun,” ungkap Alwi dalam diskusi bertema Xplore Motor Listrik belum lama ini.
Lebih jauh Alwi mengatakan kalau baterai Lead Acid memang memiliki harga jauh lebih murah dibandingkan Lithium-Ion, namun usia pakainya terbilang sebentar.
Lead Acid hanya bisa bertahan sampai dua tahun sebelum mengalami penurunan performa. Sehingga motor listrik lebih cocok pakai baterai nikel.
Sekretaris AISMOLI menyebut kalau para produsen otomotif di Tanah Air memiliki kemampuan menghasilkan produk berkualitas menggunakan jenis baterai Lithium-ion. Hanya saja harga motor memang akan cenderung lebih mahal.
“Saya sangat yakin beberapa tahun ke depan masyarakat akan sadar dan beli motor listrik berkualitas serta bagus,” tegas Abdullah Alwi.
Oleh sebab itu Alwi menuturkan kalau motor listrik yang mengandalkan penampung daya berbahan dasar Lead Acid umumnya dijual dengan harga lebih murah.
“Secara sifat Lead Acid kurang lebih seperti aki kering sehingga umurnya pendek. Bila pemakaian rapih mungkin bisa lebih dari dua tahun, tapi kalau tidak paling setahun hingga dua tahun,” Abdullah Alwi menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Juli 2026, 22:00 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
20 April 2026, 21:19 WIB
16 April 2026, 07:56 WIB
05 April 2026, 20:10 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kontes modifikasi BlackAuto Battle 2026 memasuki seri kedua dan menyambangi kota Solo, Jawa Tengah pekan lalu
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI melaporkan pada Juli 2026 terjadi kenaikan hingga 23 persen untuk distribusi motor baru di pasar domestik
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit