Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Aisi diklaim telah berhitung mengenai penjualan motor ke depan dan berharap tidak terpengaruh pilkada
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif terpukul cukup dalam pada enam bulan awal 2024. Penjualan kendaraan pun terbilang lesu selama beberapa waktu.
Hal itu terjadi karena berbagai faktor. Seperti pengetatan kredit di awal tahun lalu adanya Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024.
Kemudian banyaknya libur atau cuti bersama maupun Idul Fitri 2024 juga cukup mempengaruhi. Terakhir pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar turut membuat masyarakat menunda pembelian kendaraan.
Akan tetapi tantangan untuk industri otomotif masih belum berakhir. Sebab jelang akhir tahun pemerintah bakal mengadakan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak.
Meski begitu Aisi (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) memprediksi pesta politik satu ini tidak bakal mempengaruhi penjualan motor di Tanah Air.
“Semua sudah kami perhitungkan sejak awal tahun, mudah-mudahan situasinya tidak begitu rawan,” buka Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Aisi saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Sigit bahkan optimistis pasar kendaraan roda dua terus bertumbuh. Sehingga tidak mengalami penurunan seperti di April 2024 lalu.
Dimana penjualan sempat terperosok cukup dalam. Bahkan sampai menyentuh level 419.136 unit, menjadi yang terendah pada tahun ini.
Namun Sigit berharap situasinya akan baik-baik saja. Sehingga daya beli masyarakat terhadap sepeda motor bisa terus tumbuh sampai akhir tahun.
“Kita memperkirakan (hingga akhir tahun) penjualan sepeda motor antara 6,35 juta sampai 6,45 juta unit,” Sigit menegaskan.
Di sisi lain jika dilihat penjualan motor di Tanah Air terus menunjukan hasil manis. Perlahan-lahan mulai membaik sejak empat bulan belakangan.
Ambil contoh di Mei 2024 pasar kendaaraan roda dua mengalami peningkatan dari satu bulan sebelumnya, sukses berada di level 505.670 unit.
Sementara pada Juni 2024 menorehkan sebanyak 511.098 motor. Sedangkan di Juli mencatatkan angka 598.844 kendaraan roda dua, menjadi yang tertinggi tahun ini.
Lalu di Agustus 2024 berada di 573.886 unit. Meningkat 7,3 persen dari 534.379 motor pada bulan yang sama di 2023.
Jika diakumulasi sepanjang Januari sampai Agustus 2024, penjualan motor menorehkan angka 4.342.781 unit di pasar domestik.
Jumlah di atas naik sekitar 3,1 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2023. Sebab tahun lalu hanya ada di angka 4.211.737 kendaraan roda dua.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
03 Agustus 2026, 17:35 WIB
10 Juli 2026, 11:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan