Pemilik Mobil Disebut Beralih ke Motor Karena Daya Beli Melemah
26 Desember 2025, 11:00 WIB
Aisi diklaim telah berhitung mengenai penjualan motor ke depan dan berharap tidak terpengaruh pilkada
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif terpukul cukup dalam pada enam bulan awal 2024. Penjualan kendaraan pun terbilang lesu selama beberapa waktu.
Hal itu terjadi karena berbagai faktor. Seperti pengetatan kredit di awal tahun lalu adanya Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024.
Kemudian banyaknya libur atau cuti bersama maupun Idul Fitri 2024 juga cukup mempengaruhi. Terakhir pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar turut membuat masyarakat menunda pembelian kendaraan.
Akan tetapi tantangan untuk industri otomotif masih belum berakhir. Sebab jelang akhir tahun pemerintah bakal mengadakan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak.
Meski begitu Aisi (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) memprediksi pesta politik satu ini tidak bakal mempengaruhi penjualan motor di Tanah Air.
“Semua sudah kami perhitungkan sejak awal tahun, mudah-mudahan situasinya tidak begitu rawan,” buka Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Aisi saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Sigit bahkan optimistis pasar kendaraan roda dua terus bertumbuh. Sehingga tidak mengalami penurunan seperti di April 2024 lalu.
Dimana penjualan sempat terperosok cukup dalam. Bahkan sampai menyentuh level 419.136 unit, menjadi yang terendah pada tahun ini.
Namun Sigit berharap situasinya akan baik-baik saja. Sehingga daya beli masyarakat terhadap sepeda motor bisa terus tumbuh sampai akhir tahun.
“Kita memperkirakan (hingga akhir tahun) penjualan sepeda motor antara 6,35 juta sampai 6,45 juta unit,” Sigit menegaskan.
Di sisi lain jika dilihat penjualan motor di Tanah Air terus menunjukan hasil manis. Perlahan-lahan mulai membaik sejak empat bulan belakangan.
Ambil contoh di Mei 2024 pasar kendaaraan roda dua mengalami peningkatan dari satu bulan sebelumnya, sukses berada di level 505.670 unit.
Sementara pada Juni 2024 menorehkan sebanyak 511.098 motor. Sedangkan di Juli mencatatkan angka 598.844 kendaraan roda dua, menjadi yang tertinggi tahun ini.
Lalu di Agustus 2024 berada di 573.886 unit. Meningkat 7,3 persen dari 534.379 motor pada bulan yang sama di 2023.
Jika diakumulasi sepanjang Januari sampai Agustus 2024, penjualan motor menorehkan angka 4.342.781 unit di pasar domestik.
Jumlah di atas naik sekitar 3,1 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2023. Sebab tahun lalu hanya ada di angka 4.211.737 kendaraan roda dua.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Desember 2025, 11:00 WIB
25 Desember 2025, 07:00 WIB
23 Desember 2025, 16:27 WIB
20 Desember 2025, 09:00 WIB
17 Desember 2025, 12:00 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 19:00 WIB
Pelarangan door handle elektrik bergaya flush atau hidden pada mobil Cina bakal merevolusi desain kendaraan
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya