Xpeng GX Diminati Konsumen Indonesia, Mulai Antre Pesan
08 September 2026, 16:50 WIB
Xpeng mengungkap bahwa membawa mobil terbang ke pasar tidak mudah karena belum ada regulasi yang mengaturnya
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski siap untuk segera menjual mobil terbang tetapi Xpeng mengaku masih harus menghadapi beragam tantangan. Pasalnya ada banyak regulasi yang harus dipatuhi agar kendaraan bisa beroperasi maksimal.
Tapi ada beberapa masalah harus dihadapi perusahaan. Kendaraan terbang listrik merupakan moda transportasi baru dan belum ada regulasi yang secara khusus mengaturnya.
"Ketika mendesain helikopter atau pesawat ada regulasi jelas untuk dipatuhi. Mobil terbang merupakan kendaraan baru, jadi banyak yang harus dilakukan dan kami berusaha semaksimal mungkin guna mengatasinya," tegas Wang Tan, Co-founder, Vice President and Chief Designer Designer Xpeng AeroHT pada XPeng Global Innovation Workshop 2025 di Hong Kong.
Dalam acara yang diikuti langsung oleh katadataOTO itu ia mengungkap bahwa semua pihak jelas ingin memastikan bahwa kendaraan aman digunakan.
Selain itu ada persyaratan lain yang harus dipenuhi seperti pengemudi juga wajib mempunyai lisensi sebagai pilot helikopter. Namun aturan tersebut diklaim masih belum resmi dan perlu mendapat kajian lebih lanjut.
“Tapi seharusnya ini lebih mudah didapat bila dibandingkan dengan lisensi helikopter. Masih perlu latihan, waktu dan lulus dari tes namun tetap gampang,” ungkapnya.
Wang Tan pun menambahkan bahwa mengemudikan kendaraan terbang seperti Aircraft Carrier Modular Flying Car tidaklah sulit. Seseorang hanya butuh berlatih selama tiga menit di simulator agar bisa mengemudikannya.
“Saya jamin bahwa untuk bisa mengendalikannya hanya butuh waktu tiga menit. Sementara agar benar-benar menguasainya cuma tiga jam,” tambahnya kemudian.
Singkatnya waktu pelatihan menunjukkan bahwa kendaraan tersebut memang sangat mudah dikuasai.
Sebelumnya diberitakan bahwa Xpeng AeroHT akan meluncurkan kendaraan terbang mereka yaitu Land Aircraft Carrier Modular Flying Car. Kendaraan tersebut menggabungkan antara mobil pengangkut layaknya sebuah kapal induk dengan drone yang bisa ditumpangi.
Dengan ini maka seseorang dapat berkendara menggunakan mobil berperan seperti kapal induk. Sampai di satu titik, pengemudi tinggal menurunkan drone dan mulai terbang ke tujuan.
Tak cuma mudah digunakan, kendaraan dilengkapi beragam keunggulan agar maksimal saat digunakan. Salah satunya adalah jarak terbang cukup jauh namun pengisian dayanya tetap singkat.
Untuk perjalanan sejauh 20 km, drone hanya membutuhkan pengisian daya selama 20 menit. Banyaknya keunggulan tersebut pun membuat mereka percaya diri bisa menjual cukup banyak sejak tahun pertamanya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 September 2026, 16:50 WIB
08 September 2026, 07:00 WIB
01 September 2026, 20:11 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan