Harga Xpeng X9 Facelift dan G6 AWD Diungkap, Mulai Rp 700 Jutaan
28 Juni 2026, 21:00 WIB
Xpeng siap tawarkan mobil otonom di Asia Tenggara termasuk Indonesia tetapi pengemudi tetap harus waspada
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Perkembangan teknologi mobil otonom masih terus tumbuh. Salah satu perusahaan yang fokus untuk mengembangkannya adalah Xpeng, produsen asal China.
Mereka mengungkap bahwa saat ini mereka sudah memiliki mobil otonom Level 2 dan Level 2+. Pada tingkatan tersebut, kendaraan belum sepenuhnya bisa dilepas sehingga masih memerlukan pengemudi agar beroperasi maksimal.
Meski demikian mobil tetap bisa berjalan sendiri di beberapa lokasi seperti jalan tol, parkir dan beberapa lokasi lain. Menariknya, teknologi tersebut diklaim sudah diuji coba di beberapa lokasi termasuk Asia Tenggara.
“Teknologi ini akan kami luncurkan secara global dan masuk ke beberapa kawasan seperti Eropa, Australia hingga Indonesia,” ungkap Yuan Tingting, Senior Director of Autonomous Driving Products Xpeng beberapa waktu lalu.
Dalam acara Xpeng Global Experience Day yang digelar di Hong Kong dan diikuti langsung oleh KatadataOTO, ia mengungkap pihaknya telah menggunakan AI saat mengembangkannya.
Untuk di Indonesia pihaknya akan menjadikan Xpeng X9 sebagai produk perdana. Mobil tersebut dibekali beragam fitur kekinian termasuk Adaptive Cruise Control (ACC) hingga Lane Centering Control (LCC) yang diklaim sudah berfungsi baik di luar China.
“Kami mempunyai beragam fitur bantuan mengemudi terkini dan bisa langsung dirasakan pelanggan. Saya pun sudah mencoba fitur LCC maupun parkir otomotis di Asia Tenggara seperti Thailand serta Singapura dengan hasil sangat baik,” tegasnya.
Walau memiliki fitur terkini tetapi Indonesia memiliki lalu lintas yang jauh berbeda dibandingkan negara-negara tetangga. Oleh sebab itu pengemudi disarankan untuk tetap berhati-hati meski mobil sudah dibekali banyak fitur bantuan
“Belakangan ini memang banyak mobil listrik yang mempunyai nilai tambah kenyamanan serta keamanan bagi penggunanya. Namun penguasaan pengemudi terhadap teknologi tersebut dalam berkendara sehari-hari masih kurang,” ungkap Sony Susmana, Senior Instructor SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia).
Padahal menguasai fitur pada kendaraan merupakan salah satu dasar sebelum mulai berkendara. Sehingga diharapkan risiko terjadinya kecelakaan bisa menurun.
Tak hanya itu, ia mengungkap bahwa pengetahuan berlalu lintas di Indonesia umumnya masih jauh dari aman. Selain itu banyak kebiasaan buruk mengemudi namun dianggap hal lumrah juga menjadi sebuah tantangan.
“Jadi teknologi keselamatan kekinian seperti ADAS tetap harus difungsikan dengan kondisi lingkungan dan pengemudi tidak bisa lepas tanggung jawab. Menurut saya secanggih apapun kendaraan, bakal tidak aman bila di tangan yang salah,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Juni 2026, 21:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
26 Mei 2026, 20:30 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan
02 Juli 2026, 06:02 WIB
SIM keliling Bandung bisa jadi opsi bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara dengan mudah
02 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan SIM yang mudah untuk warga Jakarta, simak lokasinya
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift
01 Juli 2026, 17:00 WIB
Harga Porsche Cayenne versi rakitan Malaysia semakin kompetitif di Rp 2,99 miliar, spesifikasi tidak berubah
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku secara nasional pada hari ini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas