Xpeng Tanggapi Keputusan Menkeu Purbaya Beli X9
01 September 2026, 20:11 WIB
Xpeng siap tawarkan mobil otonom di Asia Tenggara termasuk Indonesia tetapi pengemudi tetap harus waspada
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Perkembangan teknologi mobil otonom masih terus tumbuh. Salah satu perusahaan yang fokus untuk mengembangkannya adalah Xpeng, produsen asal China.
Mereka mengungkap bahwa saat ini mereka sudah memiliki mobil otonom Level 2 dan Level 2+. Pada tingkatan tersebut, kendaraan belum sepenuhnya bisa dilepas sehingga masih memerlukan pengemudi agar beroperasi maksimal.
Meski demikian mobil tetap bisa berjalan sendiri di beberapa lokasi seperti jalan tol, parkir dan beberapa lokasi lain. Menariknya, teknologi tersebut diklaim sudah diuji coba di beberapa lokasi termasuk Asia Tenggara.
“Teknologi ini akan kami luncurkan secara global dan masuk ke beberapa kawasan seperti Eropa, Australia hingga Indonesia,” ungkap Yuan Tingting, Senior Director of Autonomous Driving Products Xpeng beberapa waktu lalu.
Dalam acara Xpeng Global Experience Day yang digelar di Hong Kong dan diikuti langsung oleh KatadataOTO, ia mengungkap pihaknya telah menggunakan AI saat mengembangkannya.
Untuk di Indonesia pihaknya akan menjadikan Xpeng X9 sebagai produk perdana. Mobil tersebut dibekali beragam fitur kekinian termasuk Adaptive Cruise Control (ACC) hingga Lane Centering Control (LCC) yang diklaim sudah berfungsi baik di luar China.
“Kami mempunyai beragam fitur bantuan mengemudi terkini dan bisa langsung dirasakan pelanggan. Saya pun sudah mencoba fitur LCC maupun parkir otomotis di Asia Tenggara seperti Thailand serta Singapura dengan hasil sangat baik,” tegasnya.
Walau memiliki fitur terkini tetapi Indonesia memiliki lalu lintas yang jauh berbeda dibandingkan negara-negara tetangga. Oleh sebab itu pengemudi disarankan untuk tetap berhati-hati meski mobil sudah dibekali banyak fitur bantuan
“Belakangan ini memang banyak mobil listrik yang mempunyai nilai tambah kenyamanan serta keamanan bagi penggunanya. Namun penguasaan pengemudi terhadap teknologi tersebut dalam berkendara sehari-hari masih kurang,” ungkap Sony Susmana, Senior Instructor SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia).
Padahal menguasai fitur pada kendaraan merupakan salah satu dasar sebelum mulai berkendara. Sehingga diharapkan risiko terjadinya kecelakaan bisa menurun.
Tak hanya itu, ia mengungkap bahwa pengetahuan berlalu lintas di Indonesia umumnya masih jauh dari aman. Selain itu banyak kebiasaan buruk mengemudi namun dianggap hal lumrah juga menjadi sebuah tantangan.
“Jadi teknologi keselamatan kekinian seperti ADAS tetap harus difungsikan dengan kondisi lingkungan dan pengemudi tidak bisa lepas tanggung jawab. Menurut saya secanggih apapun kendaraan, bakal tidak aman bila di tangan yang salah,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 September 2026, 20:11 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
04 Agustus 2026, 23:54 WIB
28 Juli 2026, 09:29 WIB
Terkini
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas
03 September 2026, 16:02 WIB
Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa dimanfaatkan jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara hari ini
03 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan sistem hadir kembali sore 16.00 WIB
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, berikut lokasinya
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini