Diler Xpeng Pluit Dibuka, Tawarkan Layanan 3S dan Promo Pembelian
11 Maret 2026, 15:00 WIB
Versi terbaru dari Xpeng P7 disematkan sistem ADAS yang lebih mumpuni, diproyeksikan segera masuk Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik Xpeng P7 yang sempat dipamerkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 mendapatkan penyegaran di negara asalnya.
Ada dua varian baru ditambahkan melengkapi lini Xpeng P7 yakni Max dan UltraSE. Lalu tiga kelir anyar turut diberikan, Starry Red, Dark Night Black serta Nebula White.
Penyegarannya lebih berfokus pada teknologi di dalamnya. Namun paling signifikan adalah pembaruan Advanced Driver Assistance System alias ADAS dari Xpeng P7.
Tipe Ultra dan UltraSE sudah dilengkapi Visual Language Action atau VLA generasi kedua. VLA bakal menyamai kemampuan autonomous driving level empat.
Pihak Xpeng turut menjelaskan bahwa generasi kedua dari VLA dapat mendeteksi berbagai skenario yang mungkin dihadapi pengemudi saat berkendara.
Misalnya kecelakaan di jalan, hewan melintas di area jalan raya sampai membantu berkendara di kondisi macet.
Tersedia dua opsi baterai disematkan pada Xpeng P7 teranyar yaitu Lithium Iron Phosphate (LFP) dan Ternary Lithium.
Masing-masing varian menawarkan daya jelajah mulai dari 702 kilometer sampai 750 kilometer dalam sekali pengisian daya (CLTC).
Bicara kehadirannya di pasar Indonesia, pihak Xpeng sudah mulai melakukan survey dan menyebutkan ada animo dari para konsumen.
“P7 responsnya bagus sekali. Kami kan mengukur willingness pelanggan, kalau mobil seperti ini mau bayar berapa dan apakah mau beli dalam waktu dekat,” kata Hari Arifianto, VP Marketing Xpeng Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui, memang saat ini Xpeng P7 belum tersedia dalam konfigurasi setir kanan yang digunakan di dalam negeri.
Namun Xpeng P7 dipamerkan untuk melihat terlebih dulu sejauh mana ketertarikan masyarakat sebelum varian setir kanan dikembangkan di masa mendatang.
Kemudian apabila Xpeng P7 resmi dijual di Indonesia, pihak pabrikan perlu menyiapkan suku cadang mencukupi.
“Setiap kali pengenalan kendaraan baru harus disertai kesiapan layanan purna jual. Jangan sampai ada spare parts tidak bisa disuplai,” tegas Hari.
Apabila hadir di Indonesia, pesaing Xpeng P7 belumlah banyak. Sedan bertenaga listrik di segmen premium masih terbatas pada produk asal Jerman seperti BMW i7.
Manufaktur Tiongkok lain lebih pilih memboyong mobil listrik berukuran mungil atau mengisi kelas SUV yang memiliki tren positif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Maret 2026, 15:00 WIB
06 Maret 2026, 14:00 WIB
07 Februari 2026, 07:00 WIB
30 Januari 2026, 10:00 WIB
07 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini