TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Sempat ada pembicaraan soal investasi, Ford masih enggan ungkap lebih lanjut terkait pembangunan pabrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Ford menawarkan Ranger, Everest dan New Ranger XL buat konsumen tanah air. Kedua model itu masih diimpor utuh dari Thailand.
Sebelumnya, Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) sempat mendorong manufaktur asal Amerika Serikat itu untuk membangun pabrik di tanah air.
Apalagi Kemenperin (Kementerian Perindustrian) juga pernah menyinggung soal banyaknya impor kendaraan double cabin dari negara tetangga.
Sayangnya hingga saat ini PT RMA Indonesia selaku distributor resmi Ford di Indonesia masih enggan bicara lebih lanjut soal rencana tersebut.
“RMA Indonesia dan Ford berkomitmen untuk terus bertumbuh sesuai dengan perkembangan industri otomotif,” kata Toto Suharto, Country Manager RMA Indonesia di Jakarta Selatan belum lama ini.
Dia menegaskan pihaknya bakal terus mencari solusi serta kesempatan yang ada untuk mengembangkan lini produknya di dalam negeri.
“Untuk saat ini belum bisa disampaikan (waktu pembangunan pabrik),” tegas dia.
Di sisi lain, Gaikindo mengungkapkan pembicaraan bersama pihak Ford terkait wacana pabrik sudah pernah dilakukan.
“Sudah lama sekali, sebelum Covid-19 kita ngobrol,” kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo saat ditemui dalam kesempatan sama.
Menurut Kementerian Perindustrian, sampai Maret 2024 jumlah impor double cabin menyentuh angka rata-rata 25.000 unit per tahun.
“Yang aneh, catatan dari Kemenperin, prinsipal menjadikan Thailand sebagai basis produksi untuk kendaraan Double Cabin dengan alasan salah satunya permintaan di Thailand lebih tinggi. Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak prinsipal evaluasi kembali pemikiran tersebut,” ucap Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI beberapa waktu lalu.
Padahal di Januari 2024 Thailand tengah mengalami krisis ekonomi. Penjualan mobil di negeri gajah putih itu disebutkan turun selama delapan bulan berturut-turut.
“Data mengatakan MVA (Manufacturing Value Added) kita di atas Turki, Kanada, Brazil, Spanyol dan yang terpenting di atas Thailand,” kata Menperin.
MVA sendiri merupakan nilai tambah industri manufaktur per negara, akumulasi dari selisih harga barang dengan barang produksi.
Pada 2021, kontribusi MVA global dari Indonesia adalah 1,46 persen dan masuk ke jajaran sepuluh besar.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
25 September 2026, 19:00 WIB
24 September 2026, 21:22 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi