Wujud Pikap Double Cabin BYD Mako PHEV yang Debut Hari Ini
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penolakan kehadiran mobil Cina di Amerika Serikat terus berlangsung, bahkan semakin lantang dari waktu ke waktu.
Kali ini giliran Ford yang tidak ingin melihat BYD, Xiaomi hingga Geely mengaspal di jalanan Negeri Paman Sam.
“Kita seharusnya tidak membiarkan mereka masuk ke negara kita,” ungkap Jim Farley, CEO Ford di Carscoops pada Kamis (16/04).
Farley khawatir kehadiran kendaraan roda empat asal Tiongkok, dapat mengancam keberlangsungan industri otomotif Amerika Serikat.
Bahkan ia berpendapat situasi yang ada bisa semakin buruk, hingga mengancam seluruh perekonomian di Negeri Paman Sam.
Tentu pendapat Farley cukup mengejutkan banyak pihak. Sebab sebelumnya ia sempat melontarkan pujian terhadap sederet mobil Cina.
Ia mengungkapkan bahwa produk-produk dari BYD hingga Xiaomi, memiliki kemampuan bersaing dengan mobil Ford sampai GM.
Meski begitu, ada beberapa dugaan mengapa petinggi Ford ini secara tegas menolak kehadiran mobil Cina di Amerika Serikat.
Pertama banyak kendaraan roda empat asal Tiongkok yang dijual di Meksiko. Bahkan BYD sudah diproduksi di negara tersebut.
Hal serupa turut terjadi di Kanada, di mana produk-produk BYD, Geely serta Chery bebas melenggang di sana.
Ditambah Stellantis tengah mempertimbangkan, untuk memproduksi mobil listrik Leapmotor di pabrik lama Jeep.
Selain itu pemerintah Tiongkok menggelontorkan sejumlah insentif, untuk mobil-mobil Cina yang dibuat di Negeri Tirai Bambu.
Stimulus tersebut memungkinkan para produsen menekan harga jual, sehingga membuat persaingan menjadi tidak sehat.
“Ini sama sekali bukan pertarungan yang adil,” tegas Farley.
Sebagai informasi, penolakan kendaraan roda empat asal Tiongkok juga sempat diungkapkan oleh Bernie Moreno, Senator Partai Republik beberapa waktu lalu.
Moreno mengatakan ia akan berupaya memberlakukan larangan yang lebih luas, mencakup perangkat keras, lunak hingga kemitraan dengan perusahaan otomotif Negeri Tirai Bambu.
Salah satu caranya dengan mengajukan rancangan undang-undang bulan depan. Hal ini demi memperketat larangan mobil listrik Cina masuk ke pasar Amerika Serikat.
Senator tersebut turut mendorong negara-negara lain, buat mengikuti serta mendukung wacana mereka.
“Kami akan mencegah ‘kanker’ masuk ke pasar kami. Kita membutuhkan negara-negara lain untuk melakukan kemoterapi,” ucap Moreno dalam kesempatan berbeda.
Disebutkan bahwa rancangan undang-undang yang bakal diajukan akan mencakup lebih banyak hal, tidak hanya larangan impor saja.
Dengan begitu, Moreno memastikan tidak akan ada akses mobil listrik Cina membanjiri pasar Negeri Paman Sam di masa mendatang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
Terkini
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
BYD Mako PHEV menjadi produk terbaru yang mengisi segmen pikap double cabin, debut di Brasil lebih dulu
28 Agustus 2026, 21:10 WIB
Jorge Martin ingin melanjutkan tren positifnya pada MotoGP Aragon 2026 dengan mengalahkan Marc Marquez
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk