Changan Nevo Q05 Makin Dekat ke Indonesia, Rival Geely EX5
31 Mei 2026, 07:00 WIB
Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penolakan kehadiran mobil Cina di Amerika Serikat terus berlangsung, bahkan semakin lantang dari waktu ke waktu.
Kali ini giliran Ford yang tidak ingin melihat BYD, Xiaomi hingga Geely mengaspal di jalanan Negeri Paman Sam.
“Kita seharusnya tidak membiarkan mereka masuk ke negara kita,” ungkap Jim Farley, CEO Ford di Carscoops pada Kamis (16/04).
Farley khawatir kehadiran kendaraan roda empat asal Tiongkok, dapat mengancam keberlangsungan industri otomotif Amerika Serikat.
Bahkan ia berpendapat situasi yang ada bisa semakin buruk, hingga mengancam seluruh perekonomian di Negeri Paman Sam.
Tentu pendapat Farley cukup mengejutkan banyak pihak. Sebab sebelumnya ia sempat melontarkan pujian terhadap sederet mobil Cina.
Ia mengungkapkan bahwa produk-produk dari BYD hingga Xiaomi, memiliki kemampuan bersaing dengan mobil Ford sampai GM.
Meski begitu, ada beberapa dugaan mengapa petinggi Ford ini secara tegas menolak kehadiran mobil Cina di Amerika Serikat.
Pertama banyak kendaraan roda empat asal Tiongkok yang dijual di Meksiko. Bahkan BYD sudah diproduksi di negara tersebut.
Hal serupa turut terjadi di Kanada, di mana produk-produk BYD, Geely serta Chery bebas melenggang di sana.
Ditambah Stellantis tengah mempertimbangkan, untuk memproduksi mobil listrik Leapmotor di pabrik lama Jeep.
Selain itu pemerintah Tiongkok menggelontorkan sejumlah insentif, untuk mobil-mobil Cina yang dibuat di Negeri Tirai Bambu.
Stimulus tersebut memungkinkan para produsen menekan harga jual, sehingga membuat persaingan menjadi tidak sehat.
“Ini sama sekali bukan pertarungan yang adil,” tegas Farley.
Sebagai informasi, penolakan kendaraan roda empat asal Tiongkok juga sempat diungkapkan oleh Bernie Moreno, Senator Partai Republik beberapa waktu lalu.
Moreno mengatakan ia akan berupaya memberlakukan larangan yang lebih luas, mencakup perangkat keras, lunak hingga kemitraan dengan perusahaan otomotif Negeri Tirai Bambu.
Salah satu caranya dengan mengajukan rancangan undang-undang bulan depan. Hal ini demi memperketat larangan mobil listrik Cina masuk ke pasar Amerika Serikat.
Senator tersebut turut mendorong negara-negara lain, buat mengikuti serta mendukung wacana mereka.
“Kami akan mencegah ‘kanker’ masuk ke pasar kami. Kita membutuhkan negara-negara lain untuk melakukan kemoterapi,” ucap Moreno dalam kesempatan berbeda.
Disebutkan bahwa rancangan undang-undang yang bakal diajukan akan mencakup lebih banyak hal, tidak hanya larangan impor saja.
Dengan begitu, Moreno memastikan tidak akan ada akses mobil listrik Cina membanjiri pasar Negeri Paman Sam di masa mendatang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Mei 2026, 07:00 WIB
27 Mei 2026, 14:46 WIB
24 Mei 2026, 17:10 WIB
22 Mei 2026, 11:00 WIB
22 Mei 2026, 09:00 WIB
Terkini
31 Mei 2026, 15:49 WIB
Pemutihan pajak kendaraan bermotor diberikan kepada masyarakat guna memeriahkan hari jadi DKI Jakarta ke-499
31 Mei 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik kompak Changan Nevo Q05 baru-baru ini debut lebih dulu di Thailand dengan harga kompetitif
30 Mei 2026, 20:44 WIB
Raul Fernandez berhasil menjadi pemenang sesi sprint race MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello hari ini
30 Mei 2026, 13:03 WIB
Honda Racing Indonesia kedatangan satu pembalap baru untuk menyambut musim balap 2026 agar kompetitif
29 Mei 2026, 21:16 WIB
Teaser Mitsubishi Pajero generasi terbaru dibagikan, pakai bahasa desain serupa Xforce dan Destinator
29 Mei 2026, 21:12 WIB
iCAR V23 merupakan SUV listrik yang berkarakter dan memiliki berbagai kelebihan untuk menggoda konsumen
29 Mei 2026, 18:08 WIB
Jetour T1 i-DM mengisi kelas di bawah T2, sudah dibekali teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV)
29 Mei 2026, 13:00 WIB
Marc Marquez bertekad tampil maksimal saat menjalani MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan ini