BYD M6 DM Diperkenalkan, Konsumen Bisa Test Drive
18 Mei 2026, 22:39 WIB
Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penolakan kehadiran mobil Cina di Amerika Serikat terus berlangsung, bahkan semakin lantang dari waktu ke waktu.
Kali ini giliran Ford yang tidak ingin melihat BYD, Xiaomi hingga Geely mengaspal di jalanan Negeri Paman Sam.
“Kita seharusnya tidak membiarkan mereka masuk ke negara kita,” ungkap Jim Farley, CEO Ford di Carscoops pada Kamis (16/04).
Farley khawatir kehadiran kendaraan roda empat asal Tiongkok, dapat mengancam keberlangsungan industri otomotif Amerika Serikat.
Bahkan ia berpendapat situasi yang ada bisa semakin buruk, hingga mengancam seluruh perekonomian di Negeri Paman Sam.
Tentu pendapat Farley cukup mengejutkan banyak pihak. Sebab sebelumnya ia sempat melontarkan pujian terhadap sederet mobil Cina.
Ia mengungkapkan bahwa produk-produk dari BYD hingga Xiaomi, memiliki kemampuan bersaing dengan mobil Ford sampai GM.
Meski begitu, ada beberapa dugaan mengapa petinggi Ford ini secara tegas menolak kehadiran mobil Cina di Amerika Serikat.
Pertama banyak kendaraan roda empat asal Tiongkok yang dijual di Meksiko. Bahkan BYD sudah diproduksi di negara tersebut.
Hal serupa turut terjadi di Kanada, di mana produk-produk BYD, Geely serta Chery bebas melenggang di sana.
Ditambah Stellantis tengah mempertimbangkan, untuk memproduksi mobil listrik Leapmotor di pabrik lama Jeep.
Selain itu pemerintah Tiongkok menggelontorkan sejumlah insentif, untuk mobil-mobil Cina yang dibuat di Negeri Tirai Bambu.
Stimulus tersebut memungkinkan para produsen menekan harga jual, sehingga membuat persaingan menjadi tidak sehat.
“Ini sama sekali bukan pertarungan yang adil,” tegas Farley.
Sebagai informasi, penolakan kendaraan roda empat asal Tiongkok juga sempat diungkapkan oleh Bernie Moreno, Senator Partai Republik beberapa waktu lalu.
Moreno mengatakan ia akan berupaya memberlakukan larangan yang lebih luas, mencakup perangkat keras, lunak hingga kemitraan dengan perusahaan otomotif Negeri Tirai Bambu.
Salah satu caranya dengan mengajukan rancangan undang-undang bulan depan. Hal ini demi memperketat larangan mobil listrik Cina masuk ke pasar Amerika Serikat.
Senator tersebut turut mendorong negara-negara lain, buat mengikuti serta mendukung wacana mereka.
“Kami akan mencegah ‘kanker’ masuk ke pasar kami. Kita membutuhkan negara-negara lain untuk melakukan kemoterapi,” ucap Moreno dalam kesempatan berbeda.
Disebutkan bahwa rancangan undang-undang yang bakal diajukan akan mencakup lebih banyak hal, tidak hanya larangan impor saja.
Dengan begitu, Moreno memastikan tidak akan ada akses mobil listrik Cina membanjiri pasar Negeri Paman Sam di masa mendatang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Mei 2026, 22:39 WIB
18 Mei 2026, 19:19 WIB
17 Mei 2026, 17:00 WIB
16 Mei 2026, 14:36 WIB
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Terkini
18 Mei 2026, 22:39 WIB
BYD M6 DM hadir meramaikan opsi mobil keluarga berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di RI
18 Mei 2026, 21:00 WIB
Xpeng kembali menunjukkan komitmen jangka panjangnya dalam menjual kendaraan roda empat di pasar Indonesia
18 Mei 2026, 19:19 WIB
BYD jadi merek mobil Cina dengan penjualan terbanyak di Indonesia pada April 2026 disusul Jaecoo dan Wuling
18 Mei 2026, 19:17 WIB
Adira Expo Tebar Promo diklaim mampu menjawab kebutuhan para konsumen, terkhusus soal mobil dan motor baru
18 Mei 2026, 13:00 WIB
Penjualan Jetour secara retail stabil dan mengalami kenaikan sejak awal 2026, totalnya tembus 822 unit
18 Mei 2026, 11:21 WIB
Marco Bezzecchi berhasil mengumpulkan 142 poin pada puncak klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Catalunya
18 Mei 2026, 06:06 WIB
Skema Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku mulai dari ini setelah libur panjang untuk sedikit mengurai kemacetan
18 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat