Pasar Sedan Kecil, Ini Alasan Toyota Luncurkan Vios Hybrid di RI
27 Februari 2026, 20:00 WIB
Toyota siap produksi mobil berbahan bakar bioetanol setelah menunjukkan beberapa model mereka di GIIAS 2023
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pada ajang GIIAS 2023, Toyota menampilkan beberapa kendaraan berteknologi ramah lingkungan. Termasuk Fortuner dan Corolla Cross Flexy Feul yang menjadi konsep mobil berbahan bakar bioetanol hingga 100 persen (E100).
Meski tidak dijual, kehadiran kedua model tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di masa depan. Terlebih mesin sudah dibuat langsung di Tanah Air.
“Kami sudah memproduksi mesinnya, tinggal mobilnya mau pakai apa. Nah jantung pacunya adalah TR engine dan sudah digunakan pada Fortuner serta Kijang Innova Reborn diesel,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) (23/08).
Ia pun menambahkan bahwa dengan menggunakan E100 maka bisa memberi banyak keuntungan. Pasalnya, dibandingkan bensin fosil emisinya cukup rendah.
“Emisi gas buangnya menurun 14 persen dan tenaganya lebih besar sekitar 4 persen dibandingkan mesin bensin. Kalau efisiensinya tidak berbeda jauh,” tambahnya.
Sejauh ini TMMIN memproduksi mesin bioetanol guna memenuhi kebutuhan ekspor khususnya Brazil. Di negara tersebut E100 sudah dihasilkan dari tebu dan bermanfaat untuk mengendalikan harga gula.
“Jadi kalau harga gula jatuh maka mereka menggunakan E100 untuk bahan bakar sampai stabil. Kemudian ketika sedang naik, pindah ke BBM biasa,” tambahnya.
Ia pun menambahkan bahwa sebenarnya mobil Toyota di Indonesia yang sekarang dibuat sudah mampu menggunakan E10. Sehingga bila penyedia bahan bakar meluncurkan produk baru, konsumen tak perlu khawatir.
Meski demikian menurutnya untuk menggunakan bahan bakar alternatif lebih maju seperti E100 di Indonesia masih terbilang jauh. Pasalnya ada banyak tantangan yang harus dihadapi agar dapat diterima masyarakat.
“Di Indonesia kita tidak bisa bergantung pada satu sumber agar kuat pertahanannya. Tetapi energi alternatif itu selalu lebih mahal ketimbang bensin,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pertamina resmi meluncurkan BBM terbaru mereka yaitu Pertamax Green. Produk itu menggabungkan antara bensin biasa dengan bioenatol sebesar 5 persen.
Bahan campuran tersebut terbuat dari ampas tebu yang banyak didapatkan di daerah Jawa Timur sehingga diklaim ramah lingkungan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Februari 2026, 20:00 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
26 Februari 2026, 17:00 WIB
26 Februari 2026, 13:00 WIB
26 Februari 2026, 09:00 WIB
Terkini
01 Maret 2026, 12:00 WIB
Gaikindo sebut produsen perlu diberi waktu rasional untuk produksi pikap sesuai kebutuhan Koperasi Merah Putih
01 Maret 2026, 10:00 WIB
Yamaha menghadirkan beragam promo perawatan sepeda motor, lalu mendirikan Pos Jaga selama Lebaran 2026
01 Maret 2026, 08:26 WIB
Di awal Maret 2026 atau jelang Lebaran 2026, Pertamina menerapkan kenaikan harga BBM untuk seluruh produk
28 Februari 2026, 19:59 WIB
Insentif memiliki peran penting mendongkrak angka penjualan berbagai produsen EV, tidak terkecuali BYD
28 Februari 2026, 15:54 WIB
Pedro Acosta meraih kemenangan dramatis atas Marc Marquez dalam ajang sprint race MotoGP Thailand 2026
28 Februari 2026, 13:00 WIB
Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih
28 Februari 2026, 11:00 WIB
Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal
28 Februari 2026, 09:28 WIB
Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini