Toyota Siap Produksi Mobil Berbahan Bakar Bioetanol

Toyota siap produksi mobil berbahan bakar bioetanol setelah menunjukkan beberapa model mereka di GIIAS 2023

Toyota Siap Produksi Mobil Berbahan Bakar Bioetanol
Adi Hidayat

TRENOTO – Pada ajang GIIAS 2023, Toyota menampilkan beberapa kendaraan berteknologi ramah lingkungan. Termasuk Fortuner dan Corolla Cross Flexy Feul yang menjadi konsep mobil berbahan bakar bioetanol hingga 100 persen (E100).

Meski tidak dijual, kehadiran kedua model tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di masa depan. Terlebih mesin sudah dibuat langsung di Tanah Air.

“Kami sudah memproduksi mesinnya, tinggal mobilnya mau pakai apa. Nah jantung pacunya adalah TR engine dan sudah digunakan pada Fortuner serta Kijang Innova Reborn diesel,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) (23/08).

Mobil berbahan bakar bioetanol
Photo : TrenOto

Ia pun menambahkan bahwa dengan menggunakan E100 maka bisa memberi banyak keuntungan. Pasalnya, dibandingkan bensin fosil emisinya cukup rendah.

“Emisi gas buangnya menurun 14 persen dan tenaganya lebih besar sekitar 4 persen dibandingkan mesin bensin. Kalau efisiensinya tidak berbeda jauh,” tambahnya.

Sejauh ini TMMIN memproduksi mesin bioetanol guna memenuhi kebutuhan ekspor khususnya Brazil. Di negara tersebut E100 sudah dihasilkan dari tebu dan bermanfaat untuk mengendalikan harga gula.

“Jadi kalau harga gula jatuh maka mereka menggunakan E100 untuk bahan bakar sampai stabil. Kemudian ketika sedang naik, pindah ke BBM biasa,” tambahnya.

Ia pun menambahkan bahwa sebenarnya mobil Toyota di Indonesia yang sekarang dibuat sudah mampu menggunakan E10. Sehingga bila penyedia bahan bakar meluncurkan produk baru, konsumen tak perlu khawatir.

Meski demikian menurutnya untuk menggunakan bahan bakar alternatif lebih maju seperti E100 di Indonesia masih terbilang jauh. Pasalnya ada banyak tantangan yang harus dihadapi agar dapat diterima masyarakat.

“Di Indonesia kita tidak bisa bergantung pada satu sumber agar kuat pertahanannya. Tetapi energi alternatif itu selalu lebih mahal ketimbang bensin,” pungkasnya.

Pertamina luncurkan Pertamax Green
Photo : Antara

Sebelumnya diberitakan bahwa Pertamina resmi meluncurkan BBM terbaru mereka yaitu Pertamax Green. Produk itu menggabungkan antara bensin biasa dengan bioenatol sebesar 5 persen.

Bahan campuran tersebut terbuat dari ampas tebu yang banyak didapatkan di daerah Jawa Timur sehingga diklaim ramah lingkungan.


Terkini

otosport
Hasil Sprint Race MotoGP Catalunya 2026

Hasil Sprint Race MotoGP Catalunya 2026: Alex Marquez Solid Terdepan

Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona 

komunitas
JMC Tuntaskan Touring 500 KM, Jelajahi Keindahan Lampung Selatan

JMC Tuntaskan Touring 500 KM, Jelajahi Keindahan Lampung Selatan

Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung

mobil
BYD Atto 1

Spesifikasi BYD Atto 1 Terbaru, Harga Rp 199 Jutaan

BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta

mobil
BYD Atto 1

Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat

BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif

otosport
MotoGP Catalunya 2026

Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2026: Martin Siap Dominasi

Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini

mobil
Hyundai

Hyundai Ajak Empat Orang Nonton Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April

mobil
Sung Kang, Maxdecal

Maxdecal Gandeng Sung Kang Bawa Indonesia ke Panggung Global

Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial

motor
Omoway

Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan

Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia