Startegi Toyota Tingkatkan Pendidikan Vokasi di Lombok
15 Juli 2026, 20:00 WIB
Toyota, Mazda dan Subaru resmi berkolaborasi untuk mengejar ketertinggalan mereka dalam pengembangan mobil otonom
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Sejumlah produsen mobil asal Jepang berkomitmen untuk mengejar ketertinggalan mereka atas kompetitor asal Amerika Serikat dan China terkait pengembangan mobil otonom. Dilansir dari Carscoops, Toyota, Mazda dan Subaru akan bekerjasama untuk mengembangkan teknologi mobil otonom level 2.
Perlu diketahui bahwa teknologi mobil otonom terdiri dari 5 level berbeda. Khusus untuk level 5 atau tertinggi, mobil sudah bisa beroperasi sendiri tanpa perlu adanya campur tangan manusia sama sekali.
Sementara mobil otonom level 2 yang akan dikembangkan oleh ketiga produsen tersebut masihlah menggunakan teknologi awal. Mobil otonom level 2 sudah memungkinkan pengemudi melepas tangan dari kemudi namun mereka tetap masih harus waspada setiap saat, berjaga-jaga agar tidak lepas kendali.
Saat ini hanya ada beberapa produsen mobil yang telah mengembangkan teknologi mobil otonon level 4 dan 5. Salah satunya adalah Waymo yang mengklaim bahwa kendaraan mereka telah memiliki teknologi mobil otonom level 4 dan saat ini melakukan pengembangan ke level 5.
Pada 2022 Toyota menegaskan akan melengkapi mobil andalan mereka, Crown dengan teknologi otonom level 2. Teknologi tersebut diklaim akan serupa dengan Toyota Mirai dan beberapa mobil teratas Lexus.
Tak mau kalah, Mazda juga disebut-sebut akan menghadirkan mobil berteknologi otonom level 2 dan 3. Bedanya, Mazda akan memanfaatkan mobil SUV mereka yang merupakan segmen andalan mereka di pasar global sehingga diharapkan bisa lebih mudah untuk diterima masyarakat.
Serupa dengan Mazda serta Toyota, Subaru juga akan menghadirkan teknologi serupa pada model globalnya. Subaru menegaskan bahwa mobil mereka dapat mengemudi otonom pada kecepatan lebih dari 50 km/jam.
Meski demikian pengembangan mobil otonom di Jepang tidak sesederhana itu. Pasalnya diperlukan perubahan aturan terkait lalu lintas agar mobil otonom khususnya di level 4 dan 5 bisa diluncurkan di negara tuan rumah Olimpiade 2020.
Kondisi tersebut tentunya akan sangat menantang karena mengubah aturan memang tidak sembarangan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum akhirnya Pemerintah bisa memutuskan untuk mengubah sebuah aturan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Juli 2026, 20:00 WIB
03 Juli 2026, 13:41 WIB
01 Juli 2026, 09:51 WIB
12 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya
16 Juli 2026, 22:00 WIB
MG ZS Hybrid+ hadir kembali di Indonesia dengan mengusung berbagai teknologi baru terutama keselamatan
16 Juli 2026, 21:00 WIB
KLHN 2026 menjadi wadah para tenaga kerja Honda untuk pengembangan diri dalam melayani para pelanggan