Toyota, Mazda dan Subaru Kolaborasi Kembangkan Mobil Otonom

Toyota, Mazda dan Subaru resmi berkolaborasi untuk mengejar ketertinggalan mereka dalam pengembangan mobil otonom

Toyota, Mazda dan Subaru Kolaborasi Kembangkan Mobil Otonom

TRENOTO – Sejumlah produsen mobil asal Jepang berkomitmen untuk mengejar ketertinggalan mereka atas kompetitor asal Amerika Serikat dan China terkait pengembangan mobil otonom. Dilansir dari Carscoops, Toyota, Mazda dan Subaru akan bekerjasama untuk mengembangkan teknologi mobil otonom level 2.

Perlu diketahui bahwa teknologi mobil otonom terdiri dari 5 level berbeda. Khusus untuk level 5 atau tertinggi, mobil sudah bisa beroperasi sendiri tanpa perlu adanya campur tangan manusia sama sekali.

Sementara mobil otonom level 2 yang akan dikembangkan oleh ketiga produsen tersebut masihlah menggunakan teknologi awal. Mobil otonom level 2 sudah memungkinkan pengemudi melepas tangan dari kemudi namun mereka tetap masih harus waspada setiap saat, berjaga-jaga agar tidak lepas kendali.

Photo : Carscoops

Saat ini hanya ada beberapa produsen mobil yang telah mengembangkan teknologi mobil otonon level 4 dan 5. Salah satunya adalah Waymo yang mengklaim bahwa kendaraan mereka telah memiliki teknologi mobil otonom level 4 dan saat ini melakukan pengembangan ke level 5.

Pada 2022 Toyota menegaskan akan melengkapi mobil andalan mereka, Crown dengan teknologi otonom level 2. Teknologi tersebut diklaim akan serupa dengan Toyota Mirai dan beberapa mobil teratas Lexus.

Photo : Carscoops

Tak mau kalah, Mazda juga disebut-sebut akan menghadirkan mobil berteknologi otonom level 2 dan 3. Bedanya, Mazda akan memanfaatkan mobil SUV mereka yang merupakan segmen andalan mereka di pasar global sehingga diharapkan bisa lebih mudah untuk diterima masyarakat.

Serupa dengan Mazda serta Toyota, Subaru juga akan menghadirkan teknologi serupa pada model globalnya. Subaru menegaskan bahwa mobil mereka dapat mengemudi otonom pada kecepatan lebih dari 50 km/jam.

Meski demikian pengembangan mobil otonom di Jepang tidak sesederhana itu. Pasalnya diperlukan perubahan aturan terkait lalu lintas agar mobil otonom khususnya di level 4 dan 5 bisa diluncurkan di negara tuan rumah Olimpiade 2020.

Kondisi tersebut tentunya akan sangat menantang karena mengubah aturan memang tidak sembarangan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum akhirnya Pemerintah bisa memutuskan untuk mengubah sebuah aturan.


Terkini

news
Insentif otomotif

Menperin Ungkap Telah Minta Insentif untuk Otomotif ke Purbaya

Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang

news
Harga BBM

Simak Harga BBM Pertamina di Tahun Baru 2026, Pertamax Turun

Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah

news
SIM keliling Bandung

SIM Keliling Bandung Buka di Tahun Baru 2026, Hanya Satu Lokasi

Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian

mobil
Prediksi Mobil Baru

Prediksi Mobil Baru yang Masuk Indonesia di 2026: Bagian 2

Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV

modifikasi
Motor Matic

Tren Modifikasi Motor Matic yang Semakin Populer di 2026

Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat

otosport
Jorge Martin

Harapan Besar Aprilia Terhadap Jorge Martin di MotoGP 2026

Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026

mobil
Mobil Listrik

Perang Harga Mobil Listrik Cina Bikin Situasi di 2026 Kian Berat

Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang

mobil
BYD

BYD Mulai Tes SUV 7-Seater Baru, Atto 3 Naik Kelas

SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini