Toyota Fortuner Bekas Lansiran 2021 Kini Lebih Terjangkau

Harga Toyota Fortuner bekas lansiran 2021 semakin terjangkau setelah diler menawarkan beragam paket kredit

Toyota Fortuner Bekas Lansiran 2021 Kini Lebih Terjangkau
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Sabtu, 07 September 2024 | 09:00 WIB

KatadataOTO – Setelah Toyota Fortuner facelift diluncurkan dengan kenaikan harga yang beragam, membeli unit bekas pun bisa menjadi alternatif. Pasalnya pilihan kini lebih banyak dan dibanderol kompetitif.

Salah satunya adalah Toyota Fortuner bekas lansiran 2021 yang kini dijual Rp 460 jutaan. Ini bahkan lebih murah ketimbang unit baru tipe terendah yaitu Rp 573,7 juta.

Meski terjangkau tetapi para pedagang mengklaim bahwa mobil yang dijual memiliki kondisi baik. Bahkan unit bisa langsung digunakan tanpa perlu ada perbaikan besar sebelum menggunakannya.

Disarankan melakukan inspeksi sebelum melakukan pembelian. Hal ini untuk menghindari salah beli unit dan merasa rugi di kemudian hari.

Pilihan Toyota Fortuner Bekas Lansiran 2021

1. Toyota Fortuner VRZ TRD AT 2021 Kebayoran Lama

Toyota Fortuner bekas
Photo : OLX Autos

Pilihan pertama adalah Toyota Fortuner VRZ TRD AT 2021 berwarna hitam yang ditawarkan oleh salah satu diler di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Mobil ini diklaim masih memiliki kondisi baik dan mesinnya terawat.

Diler menjualnya dengan harga Rp 460 juta dan bisa didapatkan melalui beberapa paket kredit. Berdasarkan keterangan disampaikan tersedia paket TDP RP 40 juta serta angsuran Rp 13,9 juta selama 47 bulan.

2. Toyota Fortuner VRZ TRD AT 2021 Setia Budi

Toyota Fortuner facelift
Photo : KatadataOTO

Selanjutnya ada Toyota Fortuner VRZ TDR AT berwarna hitam yang dijual diler di kawasan Setia Budi. Dalam keterangan disampaikan bahwa mobil tersebut diberikan garansi uang kembali bila ternyata odometer tidak terbukti bukan asli.

Untuk mendapatkannya, pelanggan cukup membayar Rp 475 juta dan telah tersedia beberapa paket menarik termasuk DP Rp 25 jutaan. Dengan program tersebut pelanaggan cukup membayar cicilan sebesar Rp 15 jutaan per bulan selama empat tahun.

3. Toyota Fortuner VRZ TRD 2021 Cengkarang

Toyota Fortuner facelift
Photo : OLX Autos

Opsi ketiga adalah Toyota Fortuner VRZ TDR di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam keterangan disampaikan bahwa mobil berwarna putih tersebut masih menggunakan part-part asli dari Toyota.

Dalam keterangan disampaikan bahwa mobil bisa dibeli seharga harga Rp 457 juta. Pelanggan pun cukup membayar uang mula sebesar RP 25 jutaan dan mencicilnya RP 10 jutaan dengan tenor selama 59 bulan.


Terkini

mobil
Mazda

Strategi Mazda Tingkatkan Kompetensi Mekanik dan Tenaga Penjual

Mazda membuka diler baru serta training center sebagai fasilitas bagi para karyawan mendapat pelatihan

news
Farizon

Farizon Hadir Perdana di GIICOMVEC 2026, Bawa EV Niaga Andalan

Farizon meramaikan pilihan kendaraan niaga bertenaga listrik, ikut serta di ajang otomotif GIICOMVEC 2026

mobil
Suzuki

Suzuki Pamer Enam Kendaraan Niaga Jago Cari Cuan di GIICOMVEC 2026

Suzuki Indonesia hadirkan enam kendaraan niaga andalan untuk para pebisnis Tanah Air di ajang GIICOMVEC 2026

mobil
Prabowo

Prabowo Optimis Indonesia Bisa Produksi Sedan Listrik di 2028

Prabowo optimis bahwa Indonesia bisa memproduksi sedan listrik di 2028 untuk menarik lebih banyak pelanggan

mobil
Foton

Foton Luncurkan Double Cabin Listrik eTunland di GIICOMVEC 2026

Foton eTunland menjadi salah satu mobil listrik yang dipasarkan dalam ajang GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran

news
Fuso

Fuso Tampilkan Lima Unit Andalan di GIICOMVEC 2026

Lima produk andalan Mitsubishi Fuso ditampilkan di booth GIICOMVEC 2026 dengan konsep Zero Down Time

news
JAC Motors Indonesia

JAC Pamerkan Lini EV di GIICOMVEC 2026, Ada Double Cabin

JAC Motors Indonesia memboyong tiga kendaraan listrik dalam pameran GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran

mobil
Skeptis, Honda Kurangi Investasi Pengembangan Mobil Listrik

Honda Batalkan Pengembangan Tiga Model EV, Kesulitan Saingi Cina

Honda menghadapi tantangan penjualan di Amerika Serikat dan kesulitan bersaing dengan brand Tiongkok